
Melihat keadaan Aleea yang tiba-tiba pingsan, Pak sopirpun segera menghubungi ambulans yang dengan sikap membawa Aleea ke rumah sakit terdekat.
Pak sopir kemudian segera menghubungi Nathan untuk memberitahu Nathan tentang apa yang terjadi pada Aleea.
"Nathan sedang sibuk Pak, tolong jaga Aleea di rumah sakit dan hubungi Nathan setelah dokter memeriksa keadaan Aleea," ucap Nathan pada Pak sopir.
Tak berapa lama kemudian Pak sopir kembali menghubungi Nathan dan pemberitahuan jika Aleea baik-baik saja.
"Baiklah kalau begitu, bapak bisa mengantar Aleea pulang jika memang dia tidak diharuskan untuk menginap di rumah sakit," ucap Nathan.
Sesuai dengan perintah Nathan, Pak sopir kemudian mengantar Aleea untuk meninggalkan rumah sakit dan kembali pulang.
"Apa bapak sudah memberitahu Nathan jika Aleea berada di rumah sakit?" tanya Aleea pada Pak sopir.
"Sudah non, Tuan Nathan sangat sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak bisa menjemput non Aleea di rumah sakit," jawab Pak sopir.
Aleea hanya menghela nafasnya mendengar jawaban supirnya, ia pikir Nathan akan mengkhawatirkannya, tetapi ternyata Nathan memilih untuk fokus dengan pekerjaannya meskipun Nathan tahu jika istrinya sedang berada di rumah sakit.
Namun Aleea memilih untuk tidak terlalu memikirkannya setelah ia ingat bagaimana hubungannya dengan Nathan yang memang selalu memprioritaskan pekerjaannya.
Sesampainya di rumah, Aleea segera membawa langkahnya masuk ke dalam rumah, namun saat ia baru saja menaiki tangga, ia merasa kepalanya tiba-tiba pusing dan dalam sekejap saja Aleeapun jatuh pingsan.
Bibi yang melihat hal itu segera memanggil sopir dan satpam yang berjaga di depan. Dengan sigap Pak sopirpun kembali membawa Aleea ke rumah sakit.
Pak sopir kembali menghubungi Nathan dan memberitahu Nathan tentang apa yang terjadi pada Aleea, namun sama seperti sebelumnya Nathan sama sekali tidak terdengar khawatir dan hanya meminta Pak sopir untuk menemani Aleea di rumah sakit.
Waktu berlalu, Aleea yang sudah sadar dari pingsannya mengerjapkan matanya dan mendapati dirinya yang berbaring di ranjang Rumah Sakit seorang diri.
Ia memijat keningnya yang masih terasa pusing dan hanya bisa diam tanpa melakukan apapun karena tidak ada siapapun yang berada di dalam ruangan itu bersamanya.
Di tengah rasa pusing yang dirasakannya, tiba-tiba sepintas memori membayang di kepalanya.
__ADS_1
Samar-samar dia mengingat jalan raya yang rame oleh kendaraan dan entah kenapa tiba-tiba ia berlari ke arah jalan raya tanpa memperhatikan sekitarnya.
Semakin Aleea berusaha untuk mengingat seluruh kejadian itu semakin Aleea merasa pusing.
Tak lama kemudian pintu ruangan Aleea terbuka dan seorang suster masuk ke ruangannya untuk memeriksa cairan infus yang ada di dekatnya.
"Sus, apa saya baik-baik saja? saya merasa sangat pusing sus," tanya Aleea pada suster.
"Tekanan darah Anda menurun cukup drastis, jadi kemungkinan itu yang membuat Anda tiba-tiba pingsan dan pusing, jadi lebih baik jangan terlalu memikirkan banyak hal yang memberatkan pikirkan Anda untuk saat ini," jelas suster.
"Baik sus, tapi apa dari tadi tidak ada siapapun yang menemani saya disini?" tanya Aleea.
"Sepertinya tadi Anda datang dengan diantara oleh sopir, tetapi sekarang sopir itu sudah tidak ada, mungkin sebentar lagi akan kembali," jawab suster.
"Baik sus terima kasih," ucap Aleea yang dibalas anggukan kepala oleh suster.
"Hanya ada Pak sopir yang menemaniku disini, lalu bagaimana dengan Nathan? apa dia benar-benar tidak bisa menyempatkan waktunya untuk sekedar melihat keadaanku? atau bahkan dia sama sekali tidak mengkhawatirkanku?" batin Aleea bertanya dalam hati sambil memijat keningnya yang masih terasa pusing saat itu.
"Setelah cairan infus ini habis silakan menyelesaikan administrasi sebelum pulang," jawab suster yang dibalas anggukan kepala oleh Aleea.
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul dua siang saat Aleea sudah meninggalkan Rumah Sakit bersama Pak sopir.
"Apa bapak memberitahu Nathan jika Aleea berada di rumah sakit Pak?" tanya Aleea pada sopir.
"Iya non, tapi Tuan Nathan masih sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi tidak bisa datang untuk melihat keadaan non Aleea, tetapi Tuan Nathan berkali-kali menghubungi saya untuk menanyakan keadaan non Aleea," jawab Pak sopir dengan sedikit kebohongan agar tidak membuat Aleea kesal karena merasa Nathan mengabaikannya.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Aleeapun sampai di rumah. Aleea segera membawa langkahnya ke kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya lalu memejamkan matanya agar kepalanya berhenti untuk memikirkan banyak hal yang membuatnya semakin pusing.
Di tempat lain, Nathan sedang mengerjakan pekerjaannya di ruangannya. Tak lama kemudian Vina masuk dengan membawa beberapa berkas yang harus Nathan tandatangani.
"Apa nanti malam kau akan datang ke pesta yang diadakan klien kita, Nathan?" tanya Vina pada Nathan.
__ADS_1
"Entahlah, aku belum bisa memastikannya," jawab Nathan sambil menandatangani beberapa berkas di hadapannya.
"Ini adalah acara klien besar kita Nathan, sepertinya sangat sayang sekali jika kau melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan tamu-tamu lain yang pastinya bukan orang sembarangan," ucap Vina.
"Kau benar, aku akan menghubungimu setelah aku memastikan sesuatu," balas Nathan lalu mengembalikan beberapa berkas di hadapannya pada Vina.
"Oke baiklah," ucap Vina lalu keluar dari ruangan Nathan.
Nathan kemudian menghubungi Aleea untuk menanyakan keadaan Aleea.
"Aku sudah di rumah sekarang, suster bilang tekanan darahku turun, jadi...."
"Itu artinya tidak ada yang mengkhawatirkan bukan? malam ini aku harus menghadiri acara penting, jadi sepertinya aku akan pulang terlambat," ucap Nathan memotong ucapan Aleea.
"Tapi...."
"Beristirahatlah Aleea dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiranmu," ucap Nathan lalu mengakhiri panggilannya begitu saja.
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore saat Nathan meninggalkan ruangannya dan menghampiri Vina di mejanya.
"Apa kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?" tanya Nathan yang segera dibalas anggukan kepala oleh Vina.
"Kita harus mencari pakaian yang akan kita pakai nanti malam," ucap Nathan lalu membawa langkahnya pergi yang segera diikuti oleh Vina.
Nathan kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan kantor untuk pergi ke butik bersama Vina. Mereka memilih pakaian yang akan mereka kenakan untuk menghadiri pesta nanti malam.
Setelah mempersiapkan diri mereka dengan baik, Nathan dan Vina kemudian menghadiri acara pesta yang dilakukan oleh klien besar Nathan
Bagi Nathan itu adalah acara yang cukup penting karena disana ia bisa menemui banyak orang-orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis dan mulai menjalin hubungan baik dengan mereka.
Malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam namun Nathan masih berada di tempat pesta itu bersama Vina yang selalu ada di sampingnya.
__ADS_1