
Nathan yang baru saja menuruni tangga tanpa sengaja mendengar Aleea yang sedang menggerutu. Nathanpun segera membawa langkahnya mendekat pada Aleea.
"Karena kau tidur seperti pingsan!" ucap Nathan tepat di samping telinga Aleea, membuat Aleea begitu terkejut.
"Apapun alasanmu, berhentilah bersikap gila Nathan!" ucap Aleea lalu membawa dirinya duduk di sofa ruang tengah.
"Bagian mana dari sikapku yang kau anggap gila, Aleea? bukankah kau yang lebih gila? sengaja melakukan hal yang tidak senonoh saat aku sedang tidur," balas Nathan dengan tersenyum tipis di akhir ucapannya.
Aleea seketika menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nathan.
"Aku hanya ingin mengambil kunci mobil di saku celanamu karena aku pikir tasku tertinggal di dalam mobilmu!" ucap Aleea membela diri.
"Bukankah kau bisa membangunkanku jika kau memang ingin mengambil kunci mobil? apa jangan-jangan kau......"
"Diam Nathan, kau sangat menyebalkan!" ucap Aleea memotong ucapan Nathan dengan kesal.
Nathanpun hanya tertawa melihat Aleea yang tampak kesal saat itu, sedangkan Aleea segera berjalan melewati Nathan dan dengan sengaja menginjak kaki Nathan dengan kuat.
__ADS_1
"ALEEEEAAAA!!!!" teriak Nathan sambil mengaduh kesakitan.
Sedangkan Aleea, ia hanya membawa pandangannya pada Nathan dengan tersenyum tipis lalu segera berlari menaiki tangga.
"Sudah berapa kali dia menginjak kakiku hari ini!" ucap Nathan kesal lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke garasi.
Nathan membuka mobilnya dan mendapati tas Aleea yang tertinggal disana. Nathanpun mengambilnya lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Nathan menaiki tangga, membawa langkahnya ke arah balkon saat ia melihat Aleea yang sedang berdiri di balkon.
"Acara kemarin memang sangat melelahkan, apa kau tidak merasakannya?" balas Aleea.
"Aku bekerja lebih keras daripada acara kemarin Aleea, aku bisa bekerja selama 3 hari tanpa tidur sama sekali, aku juga harus pergi ke banyak tempat dalam waktu singkat dan....."
"Aaaahhh aku baru ingat, kemarin kau hanya duduk dan melihat-lihat saja karena hanya aku dan Tika yang bekerja keras," ucap Aleea memotong ucapan Nathan.
"Baiklah, terserah kau saja!" balas Nathan dengan menghela napasnya, ia sedang malas untuk berdebat dengan Aleea.
__ADS_1
"Tapi jangan melupakan apa yang kemarin aku katakan padamu Aleea!" ucap Nathan yang membuat Aleea seketika membawa pandangannya pada Nathan.
"Kau ingat apa yang aku katakan padamu saat kita di ruang medis bukan?" lanjut Nathan bertanya.
"Aku lupa," jawab Aleea cepat lalu berniat untuk pergi, namun dengan cepat Nathan menahan tangan Aleea.
"Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan Aleea, aku ingin memperbaiki semuanya dan memulainya dengan lebih baik," ucap Nathan dengan masih menahan tangan Aleea.
Entah kenapa Aleea hanya diam, meskipun ia merasa jika dirinya sebenarnya meragukan ucapan Nathan.
"Aku tau selama ini aku sudah sangat keterlaluan padamu, aku benar-benar minta maaf dan aku akan buktikan padamu jika aku akan benar-benar berubah, demi hubungan kita yang lebih baik," ucap Nathan.
"Berhentilah mengatakan omong kosong Nathan!" balas Aleea dengan menarik tangannya dari Nathan lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan balkon.
Saat baru saja membuka pintu balkon, Aleea begitu terkejut karena melihat Evan yang berdiri di balik pintu.
"Evan!"
__ADS_1