Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Pertanyaan Aleea


__ADS_3

Hari-hari berlalu, hari yang ditunggu oleh Nathan telah tiba, hari dimana pernikahannya terjadi.


Untuk beberapa saat Nathan terdiam menatap Aleea yang berjalan menghampirinya dengan gaun putih yang semakin menunjukkan kecantikannya.


Tak dapat dipungkiri kecantikan Aleea memang membuat Nathan terpesona, namun hal itu tidak akan membuat Nathan menjatuhkan hatinya pada Aleea karena ia hanya memanfaatkan Aleea demi mendapatkan perusahaan sang papa.


Meskipun pernikahan itu bukanlah pernikahan yang Nathan impikan, tetapi ia tetap menjalani setiap detik resepsi pernikahannya dengan penuh senyum, seolah memberitahu semua orang jika dirinya adalah laki-laki paling bahagia hari itu.


Sama halnya dengan Nathan, Aleea juga memancarkan senyum yang membuatnya semakin terlihat cantik. Meskipun ia tidak mengingat apapun tentang dirinya, tetapi ia berusaha untuk menerima takdir yang harus ia jalani di hadapannya.


"Apa kau sungguh mengundang teman-temanku kesini?" tanya Aleea pada Nathan saat mereka tengah berdiri di atas pelaminan.


"Tentu saja, mungkin sebentar lagi mereka akan datang," jawab Nathan.


Tiba-tiba seseorang menaiki pelaminan, seorang gadis cantik dengan pakaiannya yang cukup terbuka berjalan menghampiri Nathan dan Aleea.


Gadis cantik itu terdiam untuk beberapa saat di hadapan Nathan, sedangkan Nathan hanya tersenyum dengan merentangkan kedua tangannya yang segera disambut pelukan hangat oleh gadis cantik itu.


"Aku tidak akan memberikan selamat padamu," ucapnya berbisik pada Nathan.


Nathan hanya tersenyum sambil melepaskan gadis cantik itu dari pelukannya lalu memperkenalkannya pada Aleea.


"Aleea, dia sekretarisku di kantor, namanya Vina," ucap Nathan yang membuat Aleea tersenyum dengan menganggukkan kepalanya sedikit pada Vina.


Vina hanya tersenyum tipis lalu melakukan cipika-cipiki singkat pada Aleea.


"Jangan terlalu lama libur karena pekerjaanmu sangat banyak di kantor," ucap Vina pada Nathan.


"Bukankah kau bisa menghandle semuanya?" balas nonton bertanya.


"Semuanya tidak akan berjalan dengan lancar jika kau tidak ada di kantor dan sepertinya akan ada yang malas bekerja jika tidak melihatmu berada di kantor," jawab Vina.


"Katakan padaku siapa yang malas bekerja, aku akan memberikan sanksi padanya," ucap Nathan bercanda.

__ADS_1


Vina hanya tersenyum tipis lalu berjalan menuruni pelaminan.


"Apa dia temanmu?" tanya Aleea pada Nathan yang tampak terlihat begitu dekat dengan Vina.


"Lebih tepatnya partner kerja, dia sekretaris terbaik yang pernah aku miliki sejak aku menjadi CEO di kantor papa," jawab Nathan.


"Tapi kalian terlihat sangat dekat, dia bahkan memanggilmu hanya dengan nama tanpa embel-embel 'Pak' atau yang lainnya," ucap Aleea dengan nada suara yang terdengar sedikit kesal.


"Apa kau sedang cemburu sekarang?" tanya Nathan dengan menyentuh ujung hidung Aleea.


"Tidak, untuk apa aku cemburu dengannya? aku jauh lebih cantik daripada dia," jawab Aleea dengan mengalihkan pandangannya dari Nathan.


"Kau benar, kau memang jauh lebih cantik darinya bahkan dari siapapun yang ada disini," ucap Nathan dengan menyentuh dagu Aleea dan membawa Aleea menatap dirinya.


"Waaaahhh pengantin baru romantis sekali," ucap seorang gadis yang tiba-tiba menaiki pelaminan bersama beberapa gadis lainnya.


"Akhirnya kalian datang, Aleea sudah menunggu kalian dari tadi," ucap Nathan pada beberapa gadis itu.


Para gadis itupun memberikan selamat pada Nathan dan Aleea, mereka juga memperkenalkan diri mereka satu persatu pada Aleea karena mereka tahu jika Aleea baru saja kecelakaan dan mengalami amnesia.


"Aku harap keadaanmu akan segera membaik dan kau bisa mengingat semua hal tentang kebersamaan kita," ucap yang lainnya.


"Aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak mengingat apapun tentang kalian, tapi aku harap kalian masih mau berteman denganku," balas Aleea.


"Tidak perlu terlalu memaksakannya Aleea, bagaimanapun keadaanmu kita akan tetap berteman," ucap salah satu gadis itu.


"Terima kasih, kalian teman yang sangat baik," balas Aleea dengan penuh senyum.


Para gadis itu kemudian turun dari pelaminan dan menikmati hidangan yang ada disana tanpa membicarakan sedikitpun tentang Aleea.


"Sepertinya mereka teman-teman yang menyenangkan," ucap Aleea memperhatikan teman-teman palsunya.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


Malam semakin larut dan resepsi pernikahanpun selesai dilakukan. Nathan dan Aleea sudah berganti pakaian, mereka meninggalkan gedung pernikahan dan pergi ke rumah Nathan bersama mobil yang dikendarai oleh Evan.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai di rumah Nathan.


"Baiklah sekarang tugasku sudah selesai mengantar pengantin baru ini pulang ke rumah dengan selamat, sekali lagi selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga ini adalah pernikahan pertama dan yang terakhir untuk kalian berdua," ucap Evan sambil memeluk Nathan dan Aleea bergantian.


Setelah kepergian Evan, Nathan dan Aleeapun berjalan masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang Aleea, disini kita akan menjalani banyak momen berdua," ucap Nathan pada Aleea.


"Rumah ini sangat besar untuk kita tinggali berdua Nathan," balas Aleea memperhatikan rumah besar yang kini akan menjadi tempat tinggalnya.


"Aku sudah cukup lama berada di rumah ini sendiri bersama bibi dan asisten rumah tangga lainnya, keberadaanmu disini adalah hal yang baru bagiku, hal baru yang selama ini aku impikan," ucap Natan dengan menatap kedua mata Aleea.


Tak lama kemudian bibi datang menyambut kedatangan Nathan dan Aleea sekaligus memberikan selamat pada pernikahan mereka berdua.


"Bibi adalah asisten rumah tangga yang sudah berada disini sejak pertama kali aku menempati rumah ini, jadi aku sangat dekat dengannya dan aku harap kau juga bisa dekat dengan bibi," ucap Nathan yang dibalas anggukan kepala oleh Aleea.


Nathan kemudian meraih tangan Aleea, menggandengnya dan mengajaknya berjalan menaiki tangga untuk masuk ke salah satu kamar yang ada disana.


Saat Nathan baru saja membuka kamar itu, semerbak wangi mawar merah seketika menjalar masuk ke dalam hidung.


Aleea begitu terkejut dan takjub melihat hiasan mawar merah yang ada di atas ranjang serta kelopak mawar yang bertebaran di seluruh lantai kamar.


Tidak hanya itu, lampu temaram dan lilin-lilin kecil tampak menyala di beberapa sudut kamar, memberikan kesan romantis yang semakin dirasakan oleh Aleea.


"Aku merasa benar-benar menjadi seorang pengantin baru sekarang," ucap Aleea.


"Kau memang pengantin baru sayang," balas Nathan lalu membawa Aleea untuk duduk di tepi ranjang.


"Apa kita akan tidur disini malam ini?" tanya Aleea dengan memperhatikan setiap sudut kamar itu.


"Bukan kita, tapi kau yang akan tidur disini," jawab Nathan yang membuat Aleea begitu terkejut.

__ADS_1


"Apa maksudmu Nathan? apa hanya aku yang akan tidur disini? bagaimana denganmu? kenapa kita tidak tidur di satu kamar yang sama?" tanya Aleea tak mengerti.


__ADS_2