Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Percaya?


__ADS_3

Nathan mengendarai mobilnya meninggalkan tempat outing. Ia sudah memutuskan untuk pulang lebih dulu dari jadwal yang seharusnya.


Setelah cukup lama dalam perjalanan, Nathan akhirnya sampai di rumahnya. Nathan segera membawa langkahnya masuk ke dalam rumah dan berlari kecil mencari keberadaan Aleea.


"Aleea dimana bi?" tanya Nathan pada bibi setelah ia berusaha mencari Aleea dan tidak menemukannya.


"Sepertinya ada di taman belakang, Tuan," jawab bibi.


Nathanpun segera membawa langkahnya ke arah taman belakang dan mendapati Aleea yang sedang berjongkok sambil menanam sesuatu.


"Sepertinya kau sangat sibuk," ucap Nathan.


Aleea yang mendengar suara Nathan segera membalikkan badannya dan begitu terkejut dengan keberadaan Nathan disana.


Namun Aleea segera merubah raut wajahnya saat ia mengingat Nathan yang melupakan janjinya.


Aleea kemudian berjalan pergi setelah mencuci tangan kakinya, mengabaikan Nathan yang berjalan mengikutinya.


"Apa kau marah padaku?" tanya Nathan yang segera menahan tangan Aleea agar Aleea menghentikan langkahnya.


"Apa aku harus menjawabnya?" balas Aleea.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku benar-benar lupa tentang janjiku hari ini," ucap Nathan yang menyadari kesalahannya.


"Apa karena kau terlalu bersenang-senang bersama Vina?" tanya Aleea.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Vina, aku....."


"Semua hal tentangmu selalu berhubungan dengan Vina, Nathan!" ucap Aleea memotong ucapan Nathan.


"Apa karena dia menerima panggilanmu? aku sudah menegurnya Aleea, aku juga tidak tau jika dia membawa ponselku semalam!"


Aleea hanya diam, menarik tangannya lalu melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Nathan.


Namun Nathan sengaja mengabaikannya dan memilih untuk melanjutkan istirahatnya.


Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam saat Nathan dan Aleea makan malam berdua di rumah.


"Apa kau masih marah padaku?" tanya Nathan pada Aleea.


"Lupakan saja, asalkan kau bisa bersikap tegas pada Vina agar dia tidak melewati batas," jawab Aleea.


"Oke," ucap Nathan dengan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pameran bunga yang kau datangi bersama Evan? apa cukup menyenangkan?" lanjut Nathan bertanya.


"Sangat menyenangkan, tapi kenapa kau meminta Evan untuk menemaniku?" jawab Aleea sekaligus bertanya.


"Karena aku tidak bisa menemanimu, bukankah lebih menyenangkan jika kau pergi bersama Evan daripada bersama supir?" balas Nathan.


"Apa kau tidak merasa cemburu?" tanya Aleea


"Tidak ada alasan yang membuat aku cemburu Aleea, Evan sahabat dekatku sejak lama dan aku juga percaya jika kau pasti bisa menjaga hatimu dengan baik," jawab Nathan.


"Bagaimana jika aku berpaling?" tanya Aleea.


"Itu tidak mungkin, aku sangat mengenalmu Aleea, aku tau kau hanya mencintaiku, tapi bukan berarti kau bisa pergi dengan sembarang orang Aleea, aku hanya percaya jika kau pergi bersama supir atau Evan," jelas Nathan.


"Nathan sangat mempercayaiku, tapi kenapa aku sulit untuk mempercayainya, kedekatannya dengan Vina selalu membuatku kesal," ucap Aleea dalam hati.


"Aku bahkan tidak peduli jika kau menyukai laki-laki lain, karena kau tidak akan pernah bisa lepas dari pernikahan ini sampai aku sudah tidak membutuhkanmu lagi," ucap Nathan dalam hati sambil menikmati makan malamnya.


"Bagaimana dengan kelas memasak? apa berjalan dengan lancar?" tanya Nathan.


"Iya, banyak hal baru yang aku pelajari, aku juga mendapatkan banyak teman baru," jawab Aleea dengan tersenyum, mengingat kelas memasak adalah hal baru baginya.

__ADS_1


__ADS_2