Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Cemburu


__ADS_3

Nathan meninggalkan rumahnya untuk menjemput Vina yang akan menemaninya untuk melakukan pertemuan dengan kliennya dari luar negeri.


"Apa kau yakin baik-baik saja?" tanya Nathan pada Vina saat Vina sudah berada di dalam mobilnya.


"Aku yakin, aku sudah cukup beristirahat sejak pagi," jawab Vina.


"Kau tau bagaimana aku bukan? aku tidak suka ada kesalahan sedikitpun dan aku tidak menerima alasan apapun jika sampai kau melakukan kesalahan," ucap Nathan dengan tegas.


"Aku tau Nathan, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," balas Vina.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Nathanpun sampai di tujuannya, tempatnya bertemu dengan klien besarnya.


Setelah beberapa jam membahas pekerjaan dengan kliennya, Nathanpun mengakhiri pertemuan hari itu dengan kesepakatan besar yang berhasil diraihnya.


"Kau memang selalu membuatku bangga Vina," ucap Nathan memuji Vina.


"Tentu saja, aku tidak akan pernah mengecewakanmu Nathan," balas Vina penuh percaya diri.


"Kau tidak hanya cantik, tapi juga sangat pintar dan menarik, pasti banyak laki-laki yang ingin mendekatimu bukan?"


"Tentu saja, tapi hanya ada satu laki-laki yang aku inginkan," balas Vina dengan membawa pandangannya menatap Nathan.


Nathan hanya tersenyum tipis lalu masuk ke dalam mobilnya diikuti Vina.


"Ayolah Nathan, bukankah akan menyenangkan jika hubungan kita lebih dari sekedar partner kerja?" tanya Vina saat ia sudah duduk di samping Nathan.


"Aku sudah memiliki istri, Vina," balas Nathan yang segera mengendarai mobilnya pergi.


"Aku tidak peduli, aku bersedia menjadi yang kedua," ucap Vina.


"Jangan menyia-nyiakan hidupmu untuk menjadi perempuan kedua Vina, kau bahkan bisa mendapatkan banyak laki-laki yang bisa memenuhi keinginanmu!" ucap Nathan.


"Tapi aku hanya menginginkanmu Nathan," balas Vina.


Nathan hanya tersenyum tipis sambil menepuk pelan kepala Vina.


"Kau selalu membuatku merasa menjadi perempuan rendahan!" gerutu Vina.


"Kau yang membuat dirimu menjadi seperti itu," balas Nathan.


"Sekarang kau membuatku bersedih," ucap Vina dengan menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


"Jangan bersedih, aku sudah menyiapkan hadiah untukmu," ucap Nathan.


"Benarkah? apa itu?" tanya Vina bersemangat.


"Kau akan tau setelah kita sampai di rumahmu," jawab Nathan.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Nathanpun sampai di depan rumah Vina.


"Voucher belanja di butik yang sering kita datangi, kau bebas membeli apapun yang kau inginkan sesuai dengan jumlah yang ada di voucher ini," ucap Nathan sambil memberikan voucher itu pada Vina.


"50 juta!!!" ucap Vina terkejut saat ia membaca nominal yang tertulis pada voucher yang Nathan berikan padanya.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. Setelah Vina keluar dari mobilnya, Nathan kemudian mengendarai mobilnya pergi, bukan untuk pulang ke rumahnya, melainkan pergi ke salah satu kafe yang sering ia datangi bersama Evan.


Sesampainya di kafe itu, Nathan kemudian menghubungi Evan, meminta Evan untuk datang menemuinya.


Setelah beberapa lama menunggu, Evanpun datang.


"Lagi-lagi kau mengganggu hari liburku!" gerutu Evan saat dia baru saja datang.


"Aku tidak akan membiarkanmu menikmati hari liburmu, sedangkan aku harus tetap bekerja dan menemui klien!" balas Nathan.


Evan hanya terkekeh mendengar ucapan Nathan karena selama ia bekerja bersama Nathan, Nathan memang sangat jarang menikmati hari liburnya karena selalu ada saja pekerjaan yang ia lakukan bahkan saat weekend.


"Astaga Nathan, pernikahanmu bahkan belum genap satu bulan dan kau sudah merasa menyesal? bukankah aku sudah mengingatkanmu sejak dulu?"


"Aku tidak punya pilihan lain saat itu Evan, aku hanya harus segera menikah dan aku pikir Aleea adalah perempuan yang cocok untuk aku jadikan istri," balas Nathan.


"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Evan.


"Tidak ada, aku hanya harus menghindar darinya," jawab Nathan.


"Kenapa menghindar? jika kau memang menyesali pernikahanmu dengannya kenapa tidak kau ceraikan saja dia?" tanya Nathan.


"Menceraikan Aleea? tidak, aku tidak akan melakukannya sebelum aku benar-benar mendapatkan hak penuh atas perusahaan papa," jawab Nathan.


"Tapi menghindarinya bukanlah solusi yang tepat Nathan, bagaimanapun juga kalian tinggal dalam satu rumah dan sepengetahuannya kau adalah suaminya dan dia adalah istrimu, jika ada masalah yang belum terselesaikan, dia akan selalu menuntut jawaban darimu Nathan," ucap Evan.


Nathan menganggukkan kepalanya pelan mendengar ucapan Evan.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Selesaikan masalahmu dengannya dan buat dia mempercayaimu!" jawab Evan.


"Bagaimana aku bisa menyelesaikan masalahku dengannya? dia terus saja mempersalahkan hal-hal sepele yang tidak penting!"


"Jika kau ingin masalahmu dengannya selesai, jalan satu-satunya hanyalah membicarakannya baik-baik dan buat dia mempercayai semua ucapanmu, bukankah itu keahlianmu?"


Nathan menghela nafasnya panjang lalu menyeruput minuman miliknya. Setelah mengobrol bersama Evan, Nathan kemudian pulang ke rumahnya.


Seperti yang sudah ia duga, Aleea sudah menunggunya di ruang tamu.


"Aku tidak akan membicarakan apapun sebelum kau mandi dan berganti pakaian," ucap Aleea pada Nathan.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu berjalan masuk ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian lalu dengan malas berjalan menuruni tangga untuk menemui Aleea.


"Tanyakan semua yang ingin kau tanyakan padaku Aleea, aku tau kau pasti menyimpan banyak pertanyaan sejak kemarin," ucap Nathan pada Aleea.


"Kau benar, tapi yang paling penting adalah tentang hubunganmu dengan Vina," balas Aleea.


"Sudah berkali-kali aku katakan padamu jika aku dan Vina tidak ada hubungan apapun, kenapa kau tidak mempercayaiku Aleea?"


"Bagaimana aku bisa percaya padamu Nathan, kalian bahkan bermesraan di tempat kerja!" balas Aleea.


"Kau sangat berlebihan, aku sama sekali tidak merasa jika aku bermesraan dengan Vina," ucap Nathan.


"Kau bahkan membiarkannya memanggilmu hanya dengan namamu, bukankah terlihat jelas jika dia dan pegawai lain di kantormu sangat berbeda?"


"Tentu saja berbeda, Vina bekerja langsung di bawahku, dia juga sering pergi bersamaku untuk urusan pekerjaan, aku dekat dengannya hanya untuk menjaga hubungan kita sebagai partner kerja, tidak lebih dari itu," jelas Nathan.


"Tidak bisakah kau lebih menjaga jarak dengannya Nathan? setidaknya perlakukan dia seperti kau memperlakukan pegawaimu yang lain," tanya Aleea.


"Tidak bisa, itu hanya akan membuatnya merasa tidak nyaman di kantor dan aku tidak ingin hal itu terjadi," jawab Nathan.


"Lalu bagaimana denganku? apa kau lebih memilih membuatku merasa tidak nyaman dan bersedih dengan hubunganmu dan Vina?" tanya Aleea.


"Tolong berhentilah ikut campur dalam pekerjaanku Aleea, aku memang dekat dengan Vina tapi perempuan yang aku cintai hanya kau, bukan Vina," ucap Nathan.


"Tapi aku cemburu melihatmu bersama Vina, Nathan!"


Nathan menghela nafasnya panjang lalu mendekatkan dirinya pada Aleea.


"Aku mencintaimu Aleea, cukup percaya hal itu saja, apapun yang aku lakukan di luar sana sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang hatiku rasakan karena aku hanya mencintaimu," ucap Nathan sambil memeluk Aleea.

__ADS_1


Aleea hanya diam dalam pelukan Nathan tanpa mengatakan apapun.


__ADS_2