Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Mendalami Kebohongan (2)


__ADS_3

Nathan memanfaatkan keadaan Aleea untuk membuat hubungannya dengan Aleea membaik. Nathan mencoba menarik Aleea kembali padanya dan membuat Aleea mencintainya, meksipun ia sendiri harus berpura-pura untuk mencintai Aleea.


Sudah pasti apa yang Nathan lakukan hanyalah untuk kepentingannya sendiri, tetapi meskipun begitu, perasaan dalam hatinya tidak bisa berbohong.


Entah kenapa ia merasa bersedih saat menyadari jika dirinyalah penyebab Aleea mengalami hilang ingatan.


Namun Nathan tidak ingin perasaan sedih itu mempengaruhinya, baginya rencananya tetap harus ia jalankan untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Aku menyesal Aleea, aku benar-benar menyesal karena sudah menyakitimu dan aku tidak ingin mengalami penyesalan yang lebih besar daripada yang aku rasakan saat ini," ucap Nathan.


Untuk beberapa saat Aleea terdiam, ia berusaha mencerna ucapan Nathan dengan baik agar ia tidak salah paham dengan apa yang Nathan katakan padanya.


"Dulu kita adalah pasangan yang saling mencintai meskipun kita sering bertengkar karena masalah yang sama, sampai akhirnya kita bisa menjalani pernikahan kita dan dengan bodohnya aku sengaja melukaimu, tapi aku tidak melepaskanmu karena masih ada cinta dalam hatiku untukmu Aleea!"


Nathan berusaha meyakinkan Aleea saat pikiran Aleea masih dipengaruhi oleh memori singkatnya tentang kecelakaan yang terjadi padanya.


"Nathan..... aku..... aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, aku....."


"Tidak perlu terlalu memikirkannya Aleea, yang kau harus tau sekarang adalah aku menyesal atas semua hal buruk yang aku lakukan padamu, aku minta maaf dan aku harap kita bisa memulai kembali hubungan kita seperti dulu," ucap Nathan memotong ucapan Aleea.


"Kenapa? kenapa tiba-tiba kau mengatakan hal ini? apa kau sedang merencanakan sesuatu?" tanya Aleea.


Nathan tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Aleea.


"Aku tidak akan menyalahkanmu jika aku memang seburuk itu di matamu, setelah apa yang terjadi, pasti sulit bagimu untuk mempercayaiku," ucap Nathan.


"Aku hanya tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal ini," balas Aleea.


"Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba Aleea, aku sudah memikirkan hal ini sejak lama dan aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menyampaikannya padamu karena aku yakin kau pasti akan meragukanku!" ucap Nathan.


"Kau ingat apa yang terjadi di Paris kemarin bukan?" lanjut Nathan bertanya.


Aleea hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. ia mengingat semua hal yang terjadi di Paris saat mereka berlibur, mulai dari orang suruhan mama Nathan, kedatangan Vina dan alergi yang dialami Nathan.


"Setelah semua yang aku lakukan padamu, kau masih merawatku dengan baik, aku bahkan melihatmu sangat mengkhawatirkanku saat itu dan hal itu membuatku sadar jika aku tidak bisa melepaskanmu," ucap Nathan.


Aleea masih terdiam, ia tidak menyangka jika Nathan akan mengatakan hal itu padanya setelah banyak hal buruk yang Nathan lakukan padanya.


"Aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai ucapanku Aleea, tapi selama aku yakin jika aku masih mencintaimu, aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku," ucap Nathan yang mengerti keraguan Aleea.

__ADS_1


"Dan kau juga harus tau, aku memutuskan untuk mengikuti acara ini bukan karena mama, tapi karena aku ingin kembali dekat denganmu," lanjut Nathan yang semakin membuat Aleea terdiam.


Melihat Aleea yang hanya terdiam, Nathan yakin jika saat itu Aleea benar-benar sedang memikirkan semua ucapannya.


Nathan kemudian meraih tangan Aleea dan menggenggamnya.


"Aku minta maaf Aleea, meskipun aku tau sulit bagimu untuk memaafkanku, hanya izinkan aku untuk membuktikan semua ucapanku padamu, izinkan aku untuk menunjukkan kesungguhanku padamu, bagiku itu sudah cukup," ucap Nathan.


Aleea menarik tangannya dari genggaman Nathan. Ia tidak bisa memutuskan apapun saat itu.


"Sekali lagi, aku tidak akan memaksamu Aleea, aku hanya butuh kau membiarkanku untuk menunjukkan kesungguhanku," ucap Nathan.


"Nathan, aku....."


"Aleea!"


Aleea menghentikan ucapannya saat tiba-tiba Tika datang dengan berlari ke arahnya.


"Apa yang terjadi padamu Aleea? apa kau baik-baik saja?" tanya Tika khawatir.


"Aku baik-baik saja Tika, maaf karena tiba-tiba meninggalkanmu sendirian," jawab Aleea.


"Tidak Tika, kau tidak mungkin berada disini sendirian," balas Aleea.


"Aku bisa mengatasinya Aleea, jangan khawatir!" ucap Tika.


"Aku akan tetap disini, lagi pula aku sudah baik-baik saja sekarang," balas Aleea sambil menurunkan kedua kakinya dari ranjang


"Apa kau yakin Aleea?" tanya Nathan memastikan.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu Aleea, aku akan sangat merasa bersalah jika terjadi sesuatu yang buruk padamu," ucap Tika.


"Aku baik-baik saja sekarang, kalian berdua jangan khawatir!" balas Aleea dengan membawa pandangannya pada Tika dan Nathan.


"Syukurlah kalau kau memang baik-baik saja, tetapi katakan padaku jika kau mulai merasa sakit ataupun lelah, oke!" ucap Tika yang dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Aleea.


Aleea, Nathan dan Tika kemudian berjalan meninggalkan ruangan medis untuk kembali ke tenda tempat mereka berjualan.


"Duduklah Aleea, kau hanya perlu membantu saat sedang ramai saja!" ucap Tika.

__ADS_1


"Apa semua stok sudah ada di etalase?" tanya Aleea.


"Sudah, kita hanya tinggal menunggu pelanggan datang," jawab Tika.


Menit-menit berlalu, berganti jam demi jam. Aleea dan Tika membicarakan beberapa hal, sedangkan Nathan masih merasa canggung pada Aleea setelah banyak hal yang ia katakan pada Aleea.


"Aku sudah memulainya lagi, kebohongan yang harus aku jalani dengan baik sesuai rencana, aku tidak boleh menyerah dan gagal kali ini," ucap Nathan dalam hati.


Nathan menghela napasnya panjang. Ia merasa terlalu banyak berbohong pada Aleea.


"Jika kau bosan, kau bisa pergi Nathan, kau bisa kembali lagi saat aku dan Tika membutuhkanmu," ucap Aleea pada Nathan.


"Tidak, aku akan berada disini sampai acara selesai," balas Nathan.


Semakin lama pelanggan yang datang semakin banyak. Aleea dan Tika sibuk melayani pelanggan dengan sesekali dibantu oleh Nathan.


Keadaan Aleea yang sebelumnya terlihat lemas, kini mulai kembali bersemangat bersama datangnya satu per satu pelanggan mereka.


Untuk beberapa saat, Aleea berusaha melupakan apa yang baru saja Nathan katakan padanya.


Meskipun semua yang Nathan katakan membuatnya bingung dan bimbang, namun Aleea berusaha menghiraukannya agar ia tetap fokus dengan bazarnya bersama Tika.


"Lupakan apapun yang Nathan katakan, mungkin dia hanya membual, entah apa alasannya," ucap Aleea dalam hati.


"Waaaahhh..... pastry best seller kita benar-benar sudah habis Aleea, apa kita perlu membuatnya lagi?" tanya Tika.


"Sepertinya kita harus membuatnya lagi Tika, karena nanti malam pengunjung pasti akan lebih banyak," jawab Aleea.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membuat adonannya di toko dan membawanya kesini, kau tetaplah disini bersama Nathan!" ucap Tika.


"Aku akan membantumu!" balas Aleea dengan cepat karena ia tidak ingin berada disana berdua dengan Nathan.


"Tidak Aleea, kau harus tetap disini untuk membantu Nathan melayani pelanggan, oke!"


"Tapi....."


"Aku pergi dulu, Nathan tolong jaga Aleea baik-baik!" ucap Tika memotong ucapan Aleea lalu berlari pergi dari tenda stand miliknya.


Kini, hanya ada Aleea dan Nathan di dalam tenda itu.

__ADS_1


__ADS_2