
Nathan masih berada di tempat pesta bersama Vina sampai pesta selesai tepat pukul 12 malam.
Setelah bercengkrama dengan semua yang ada disana, Nathan dan Vinapun meninggalkan acara pesta bersama para tamu yang hadir disana.
"Datang ke pesta seperti ini selalu menyenangkan, bertemu banyak orang dan menambah banyak wawasan baru dari orang-orang hebat," ucap Vina saat ia dan Nathan sudah berada di dalam mobil.
"Kau benar, kau juga bisa mengasah bahasa asingmu dalam pertemuan seperti ini," balas Nathan.
Vina menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Tidak hanya senang karena bertemu dengan banyak orang hebat, tapi juga karena ia bisa menghabiskan banyak waktunya bersama Nathan di luar kantor.
"Bagaimana jika kita ke bar?" tanya Vina.
"Tapi besok pagi kita harus ke kantor Vina," jawab Nathan.
"Hanya sebentar saja Nathan, aku janji tidak akan lama," ucap Vina berusaha membujuk Nathan.
"Mmmm.... baiklah," ucap Nathan yang akhirnya mengendarai mobilnya ke arah bar.
Sesampainya di bar, mereka segera duduk bersebalahan di meja bartender lalu memesan 2 gelas minuman beralkohol.
Namun Vina sengaja ingin membuat dirinya mabuk malam itu agar Nathan tidak meninggalkannya.
"Sudah Vina, kau terlalu banyak minum," ucap Nathan yang menahan Vina untuk memberikan gelasnya pada bartender.
"Aku sangat senang malam ini Nathan, jadi jangan menahanku!" balas Vina.
Tak butuh waktu lama, Vinapun ambruk. Ia menjatuhkan kepalanya di meja bartender dengan memejamkan matanya.
"Kita pulang sekarang," ucap Nathan yang segera beranjak dari duduknya.
"Aku tidak mau pulang, aku ingin terus bersamamu Nathan," balas Vina masih dengan kedua mata yang tertutup.
"Seharusnya aku menahanmu untuk tidak minum terlalu banyak," ucap Nathan sambil berusaha membuat Vina beranjak dari duduknya.
Dengan sempoyongan, Vina beranjak dari duduknya. Nathanpun berusaha untuk menjaga agar Vina tidak jatuh dan segera membawanya keluar dari bar untuk masuk ke dalam mobil.
"Seharusnya kau menikah denganku Nathan, bukan dengan perempuan lain," ucap Vina sambil menahan tangan Nathan yang akan menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
"Mama tidak akan menyukai perempuan sepertimu Vina, itu kenapa aku tidak menikah denganmu," balas Nathan.
"Perempuan seperti apa yang mamamu suka Nathan? perempuan yang hanya duduk di rumah sambil menghabiskan uangmu?" tanya Vina dengan kedua matanya yang sayu.
Nathan hanya menggelengkan kepalanya, enggan untuk menjawab pertanyaan Vina.
Nathan kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan bar untuk mengantar Vina pulang ke rumahnya.
Sepanjang jalan Vina mengatakan banyak hal dan mempertanyakan banyak hal pada Nathan, namun Nathan hanya sesekali tersenyum dan menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apapun.
Sesampainya di rumah Vina, Nathan segera merogoh kunci rumah yang ada di dalam tas Vina lalu membuka rumahnya dan membawa Vina masuk.
Nathan segera membaringkan Vina di atas tempat tidur sebelum akhirnya Nathan keluar dari rumah Vina. Karena terlalu mabuk, Vina tidak menyadari kepergian Nathan yang seharusnya dia cegah saat itu.
"Aaarrgghh kepalaku sangat pusing, sepertinya aku juga terlalu banyak minum," ucap Nathan sambil memukul kepalanya beberapa kali untuk menjaga kesadarannya.
Nathan kemudian mengendarai mobilnya pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Nathan segera berjalan masuk ke dalam rumah.
"Nathan!" panggil Aleea yang sejak tadi duduk di ruang tamu untuk menunggu kepulangan Nathan.
"Kenapa kau disini Aleea?" tanya Nathan yang baru menyadari jika ada Aleea di ruang tamu.
"Tidurlah Aleea, aku juga ingin segera tidur," ucap Nathan yang berjalan menaiki tangga, namun dia hampir saja terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangannya dengan baik.
"Apa kau mabuk Nathan?" tanya Aleea yang menyadari bau alkohol dari Nathan saat ia menahan Nathan agar tidak terjatuh.
"Tidak," jawab Nathan singkat dengan kedua mata yang sayu.
Aleea hanya menghela nafasnya panjang lalu membantu Nathan untuk masuk ke kamar dan membaringkan Nathan di atas ranjang.
Aleea juga melepas sepatu dan jas yang Nathan kenakan sebelum Aleea keluar dari kamar Nathan.
Sedangkan Nathan sudah tertidur tanpa ia sadar bagaimana ia bisa berakhir di atas ranjangnya.
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi saat Aleea keluar dari kamarnya. Aleea sedikit terkejut saat tidak melihat Nathan di meja makan karena biasanya selalu ada Nathan di meja makan saat Aleea baru saja keluar dari kamarnya.
Aleea kemudian berjalan menghampiri bibi di dapur.
__ADS_1
"Apa Nathan sudah berangkat bi?" tanya Aleea pada bibi.
"Belum non, bibi belum melihat tuan Nathan keluar dari kamar," jawab bibi.
"Astaga, dia pasti masih tidur," ucap Aleea yang segera berlari kecil ke arah kamar Nathan.
Tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, Aleea segera membuka pintu kamar Nathan dan segera mendekati Nathan yang masih nyenyak di tempat tidurnya.
"Nathan bangunlah, kau terlambat!" ucap Aleea berusaha membangunkan Nathan.
Seketika Nathan membuka matanya dan begitu terkejut melihat Aleea yang ada di hadapannya.
"Aleea, apa yang kau lakukan disini?" tanya Nathan sambil memijit kepalanya yang masih terasa pusing.
"Lihatlah, ini sudah pukul 7 tapi kau baru bangun!" ucap Aleea sambil menunjuk jam dinding di kamar Nathan.
"Astaga aku terlambat," ucap Nathan yang segera beranjak dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi.
Aleea kemudian menyiapkan pakaian kerja Nathan sebelum ia keluar dari kamar Nathan.
Tak lama kemudian Nathanpun sudah siap untuk pergi ke kantor dengan berlari kecil menuruni tangga.
"Aku sudah menyiapkan bekal untukmu karena kau pasti tidak akan sempat sarapan di rumah," ucap Aleea sambil memberikan bekal pada Nathan.
"Tidak perlu Aleea, aku buru-buru," balas Nathan yang segera berlari keluar rumah, mengabaikan Aleea yang berdiri dengan tas bekal yang sudah ia siapkan untuk Nathan.
Lagi-lagi Aleea hanya menghela nafasnya melihat Nathan yang mengabaikannya.
**
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang saat Aleea keluar dari rumah bersama supir untuk pergi ke kantor tempat Nathan bekerja.
Aleea sengaja mendatangi kantor Nathan untuk memberikan makan siang yang sudah ia siapkan untuk Nathan.
Sesampainya di kantor, Aleeapun segera menanyakan ruangan Nathan pada resepsionis dan Aleeapun segera membawa langkahnya sesuai dengan petunjuk resepsionis.
Dengan penuh senyum Aleea berjalan ke arah ruangan Nathan setelah ia keluar dari lift. Namun Aleea hanya diam untuk beberapa saat ketika ia melihat Nathan dan Vina dari luar ruangan Nathan yang hanya dibatasi dinding kaca.
__ADS_1
Aleea melihat dengan jelas bagaimana Nathan dan Vina tampak sangat dekat saat itu, apa lagi dengan posisi Vina yang duduk di meja kerja Nathan dan Nathan yang berdiri di hadapan Vina membuat siapa saja yang melihatnya akan mengerti jika terjadi sesuatu diantara mereka berdua.