Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Mulai Bersandiwara (2)


__ADS_3

Beberapa lama setelah Nathan mengendarai mobilnya, Nathan berbelok ke sebuah kafe, setelah memarkirkan mobilnya, ia keluar dari mobil bersama Aleea.


"Kenapa kita kesini?" tanya Aleea.


"Apa kau ada rekomendasi tempat lain?" balas Nathan bertanya.


"Tidak," jawab Aleea.


"Kalau begitu ikut saja, jangan banyak bertanya!" ucap Nathan lalu meraih tangan Aleea dan menggenggamnya.


Aleea yang terkejut segera menarik tangannya, namun Nathan semakin erat menggenggam tangan Aleea.


"Ingat Aleea, kita tidak tahu dimana orang itu berada, bisa jadi dia sedang mengawasi kita sekarang!" ucap Nathan berbisik.


Aleea hanya menghela napasnya kesal, tidak ada pilihan baginya selain menerima apapun yang Nathan lakukan padanya selama mereka berada di luar hotel.


Aleea dan Nathan kemudian masuk ke kafe itu. Saat baru saja masuk, pandangan Aleea tertuju pada etalase besar dengan berbagai macam pastry di dalamnya.


Aleeapun segera membawa langkahnya mendekat, bersama Nathan yang masih menggenggam tangannya saat itu.


"Aku mau ini!" ucap Aleea penuh senyum.

__ADS_1


"Pilih saja," balas Nathan.


Aleea kemudian memilih beberapa jenis pastry yang ada disana, sedangkan Nathan memesan minuman lalu memilih tempat untuk mereka duduk.


Dengan penuh senyum Aleea menatap beberapa jenis pastry di hadapannya, ia begitu antusias untuk mengamati pastry-pastry di hadapannya.


Tanpa ragu, Aleea mulai mencobanya satu per satu dan berusaha memahami komposisi apa saja yang ada di dalam pastry yang ia makan lalu mencatatnya di ponsel.


"Kenapa kau terlihat senang sekali? apa kau belum pernah memakannya sebelumnya?" tanya Nathan yang melihat Aleea tampak sangat bersemangat.


"Bukankah kau tau aku kehilangan ingatanku, jadi bagaimana aku bisa menjawab pertanyaanmu!" balas Aleea.


"Tapi....."


"Apa yang menarik dari hal itu? bukankah semua kue seperti itu?" tanya Nathan.


"Tentu saja tidak Nathan, kue memiliki banyak jenis dengan tekstur dan rasa yang berbeda," jawab Aleea.


"Apa kau juga belajar tentang kue di kelas memasakmu, Aleea?" tanya Nathan.


"Tentu saja, aku bahkan membuat......."

__ADS_1


Aleea seketika menghentikan ucapannya saat ia sadar jika ia hampir saja mengatakan rahasianya pada Nathan.


"Membuat apa?" tanya Nathan.


"Lupakan saja, lagi pula kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu? kau bahkan tidak pernah peduli sebelumnya!" balas Aleea.


"Tidak bisakah kita bersikap dan mengobrol seperti pasangan suami istri lainnya?" tanya Nathan dengan menurunkan volume suaranya.


Aleea kemudian membawa pandangannya ke sekitarnya, khawatir jika ada orang suruhan mama Nathan yang sedang mengawasi saat itu.


"Kau hanya akan membuat mereka curiga, Aleea!" ucap Nathan sambil memegang pipi Aleea, mengalihkan pandangan Aleea agar menatapnya.


Aleea seketika membulatkan matanya, menatap Nathan tajam atas apa yang baru saja Nathan lakukan padanya.


"Kita memang sedang bersandiwara, tapi tetap jaga sikapmu dan jangan melewati batas!" ucap Aleea pelan, namun dengan menatap tajam pada Nathan.


Nathan hanya tersenyum lalu menyeruput minumannya.


"Semakin sering kita berbisik seperti ini semakin orang suruhan mama mencurigai kita, kau tau!" ucap Nathan.


Aleea menghela napasnya panjang, kesal dengan keadaan yang mengharuskannya untuk terus bersandiwara dengan Nathan.

__ADS_1


Di sisi lain, Nathan hanya diam menatap Aleea di hadapannya. Entah kenapa hari itu ia begitu sering menatap Aleea tanpa ia sadari, bahkan terkadang tersenyum tipis karena hal kecil yang Aleea lakukan.


__ADS_2