Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Penjelasan Nathan


__ADS_3

Nathan fokus mengendarai mobilnya sampai ia tiba di tempat tujuannya. Nathan menghentikan mobilnya di sebuah taman yang berada tidak jauh dari rumah orang tuanya.


"Kenapa kita kesini kak?" tanya Rania tak mengerti.


"Ada sesuatu yang harus kau tau yang tidak boleh di dengar oleh orang lain, termasuk mama dan papa, Rania," jawab Nathan sambil melepas sabuk pengamannya lalu membawa pandangannya pada Rania.


"Apa ini tentang kak Aleea?" tanya Rania yang dibalas anggukan kepala oleh Nathan.


"Kakak sengaja memintamu untuk tidak memberitahu mama dan papa tentang Aleea karena ada hal lain yang sengaja kakak sembunyikan dari semua orang, termasuk Aleea sendiri," ucap Nathan.


"Apa maksud kakak? Rania tidak mengerti," tanya Rania dengan mengernyitkan keningnya.


"Apa kau tau siapa yang menabrak Aleea saat di Paris?" tanya Nathan memastikan yang dibalas gelengan kepala oleh Rania.


"Kakak, kakak yang menabrak Aleea saat itu," ucap Nathan yang membuat Rania begitu terkejut.


"Tidak mungkin, Rania memang tidak melihat dengan jelas mobil yang menabrak kak Aleea saat itu karena Rania segera pergi, tapi tidak mungkin itu kakak, kak Nathan pasti berbohong bukan?" ucap Rania tak percaya.


"Kakak tidak berbohong Rania, kakak tidak sengaja menabraknya karena dia tiba-tiba berlari ke arah jalan raya dan karena kecelakaan itu Aleea mengalami amnesia permanen yang membuatnya kehilangan seluruh ingatannya seumur hidupnya," jelas Nathan.


Rania menggelengkan kepalanya pelan, sulit baginya untuk mempercayai apa yang baru saja Nathan katakan padanya.


"Kakak akan menceritakan semuanya padamu asalkan kau berjanji untuk menjaga rahasia ini dari semua orang Rania, termasuk Aleea dan mama papa," ucap Nathan.


"Apa kak Aleea tidak tahu tentang kecelakaan itu?" tanya Rania.


"Dia tidak tau jika kakak yang menyebabkan kecelakaan itu, dia hanya tau jika dia mengalami kecelakaan dan hilang ingatan," jawab Nathan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana sebenarnya hubungan kak Nathan dengan kak Aleea?" tanya Rania.


"Sebenarnya semua yang Aleea ketahui saat ini adalah kebohongan yang sengaja kakak ciptakan, tentang hubungan kita di masa lalu, tentang rencana pernikahan kita dan tentang kehidupan Aleea yang sekarang, semua itu adalah kebohongan yang sengaja kakak siapkan bersama Evan."


"Jadi maksud kakak, kakak sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan kak Aleea sebelumnya?" tanya Rania yang dibalas anggukan kepala oleh Nathan.


"Tapi kenapa kak? kenapa kak Nathan melakukan semua ini?" tanya Rania tak mengerti.


"Saat itu kakak benar-benar bingung Rania, kakak merasa bersalah karena sudah menabraknya dan membuatnya hilang ingatan, kakak juga tidak mungkin meninggalkannya begitu saja dan seperti yang kau tau mama selalu mendesak kakak untuk segera menikah, jadi kakak menyiapkan semua skenario ini bersama Evan," jelas Nathan.


Nathan sengaja memberi tahu Rania tentang dirinya yang merasa bersalah agar Rania bersedia merahasiakan hal itu dari semua orang, meskipun sebenarnya Nathan sama sekali tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi saat itu.


"Jadi sebenarnya yang jahat disini adalah kak Nathan, bukan kak Aleea," ucap Rania dengan menatap Nathan dengan tatapan kecewa.


"Kau boleh melihat kakak sebagai seorang kakak yang jahat Rania, tapi kakak melakukan semua ini karena rasa bersalah kakak yang sudah membuatnya hilang ingatan," ucap Nathan.


"Lalu apa yang bisa kakak lakukan Rania? dia sudah kehilangan ingatannya, kakak akan semakin merasa bersalah jika membiarkannya berada di rumah sakit tanpa siapapun yang dikenalnya!" balas Nathan berusaha membela diri.


Rania menghela nafasnya kesal dengan mengalihkan pandangannya dari Nathan. Ia tidak menyangka jika sang kakak ternyata sudah membohongi semua orang, termasuk kedua orang tuanya.


"Tolong pikirkan masalah ini dari sudut pandang kakak Rania, kakak hanya merasa jika Aleea akan bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik jika dia menjadi istri kakak, dengan begitu kakak bisa menebus kesalahan kakak yang sudah membuatnya hilang ingatan," ucap Nathan.


Rania hanya diam tanpa mengatakan apapun. Ia berusaha berpikir dengan jernih tentang apa yang baru saja dia ketahui.


"Jadi sampai kapan kakak akan terus berbohong pada semua orang?" tanya Rania.


"Entahlah, kakak tidak terlalu memikirkannya, untuk saat ini kakak hanya berusaha memberikan kehidupan yang baik untuk Aleea," jawab Nathan.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan keluarga kak Aleea? teman-temannya? dan kehidupannya di masa lalu?"


"Kakak sudah mencari tahu semuanya dan sejauh yang kakak tahu dia hanya hidup sebatang kara karena kedua orang tuanya sudah meninggal, dia juga tidak memiliki banyak teman jadi kakak rasa kehidupannya yang sekarang jauh lebih baik daripada kehidupan yang sebelumnya," jawab Nathan.


Rania menghela nafasnya panjang, berusaha untuk berpikir positif tentang apa yang baru saja dia ketahui dari Nathan.


"Rania tidak menyangka jika takdir hidup kak Aleea sangat menyedihkan seperti ini, dia memiliki tunangan yang menghianatinya, dia kehilangan orang tuanya dan sekarang dia kehilangan kehidupannya yang sebenarnya," ucap Rania.


"Kau melupakan satu hal Rania, karena dia kehilangan ingatannya dia bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya dengan pernikahannya bersamaku," ucap Nathan.


"Kakak benar, mungkin ini adalah bagian dari takdir yang membawa kak Aleea keluar dari kehidupan masa lalunya yang berat," balas Rania dengan menganggukkan kepalanya pelan.


"Jadi maukah kau berjanji untuk merahasiakan semua ini termasuk dari Aleea dan mama papa?" tanya Nathan.


"Baiklah, Rania berjanji Rania akan melupakan semua yang kak Nathan katakan hari ini dan menganggap semuanya baik-baik saja seperti yang mama dan papa ketahui," jawab Rania.


"Terima kasih Rania, kakak percaya kau akan bisa menjaga rahasia ini dengan baik," ucap Nathan.


"Jadi yang mengetahui semua rahasia ini hanya Rania dan kak Evan?" tanya Rania yang dibalas anggukan kepala oleh Nathan.


"Tapi ada satu hal yang mengganjal di kepala Rania, bagaimana jika tiba-tiba Bryan bertemu dengan kak Aleea?" tanya Rania.


"Bukankah kau bilang Bryan sudah mengakhiri hubungannya dengan Aleea?" balas Nathan bertanya.


"Aaaahhh iya, sepertinya Bryan sangat marah saat tiba-tiba kak Aleea datang waktu itu, Bryan bahkan tidak menoleh sama sekali saat orang-orang berteriak karena kecelakaan yang terjadi saat itu," ucap Rania.


"Kau tidak perlu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya Rania, bersikaplah yang wajar seolah kau tidak tahu apapun, tentang apapun yang akan terjadi pada kehidupan Aleea, serahkan semuanya pada kakak," ucap Nathan.

__ADS_1


"Baiklah, mulai sekarang Rania akan menjadi adik ipar yang sangat baik untuk kak Aleea, setidaknya kak Aleea bertemu dengan laki-laki baik seperti kakak dan tidak akan kembali pada laki-laki brengsek seperti Bryan," ucap Rania dengan menganggukan kepalanya.


__ADS_2