
Dokter menjelaskan jika keadaan Aleea baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Nathan kemudian duduk di samping ranjang Aleea dan tak lama kemudian Aleeapun mulai mengerjapkan matanya.
"Aleea....."
"Nathan....."
"Apa kau masih merasa sakit?" tanya Nathan yang dibalas gelengan pelan oleh Aleea.
"Aku melihatnya lagi Nathan, laki-laki yang semalam mengikutiku," ucap Aleea.
"Kalian bertemu lagi? apa dia mengatakan sesuatu padamu?" tanya Nathan.
"Tidak, dia hanya memanggilku dan mengejarku lalu aku berlari karena aku takut," jelas Aleea.
"Lalu kenapa kau tiba-tiba pingsan?" tanya Nathan.
"Itu karena....... aku melihat kecelakaan di depan rumah sakit, aku mendengar suara klakson dan teriakan orang-orang saat kecelakaan itu terjadi, kepalaku sangat sakit saat itu, tapi aku berusaha untuk terus berlari walaupun akhirnya aku tumbang juga," jelas Aleea.
"Apa kau tau penyebab kepalamu sakit Aleea? pasti ada sesuatu yang membuat kepalamu tiba-tiba sakit bukan?" tanya Nathan.
"Mmmm..... sepertinya kepalaku sakit saat aku mengingat beberapa kejadian di masa lalu, terutama kejadian kecelakaan yang membuatku hilang ingatan," jawab Aleea.
"Apa kau masih belum mengingatnya dengan jelas, Aleea?" tanya Nathan yang dibalas gelengan kepala oleh Aleea.
"Hanya saja..... setiap aku mendengar suara klakson dan keributan, kepalaku seperti memaksaku untuk mengingat kejadian di masa lalu, pada akhirnya kepalaku akan terasa sangat sakit," ucap Aleea.
__ADS_1
"Jangan terlalu memaksakan dirimu Aleea, kau hanya akan membahayakan dirimu jika terlalu memaksa untuk mengingat masa lalumu," ucap Nathan.
"Aku mengerti, tetapi terkadang beberapa hal terjadi tanpa bisa aku hindari, seperti yang baru saja terjadi," balas Aleea.
"Mulai sekarang jangan pernah pergi keluar sendirian, bisa jadi seseorang itu mungkin masih mengawasimu!" ucap Nathan.
"Tapi..... kenapa dia masih mengincarku? apa mungkin sebenarnya dia adalah seseorang yang mengenalku?"
"Tidak mungkin Aleea, tidak ada siapapun yang mengenalmu disini," jawab Nathan.
"Tapi bisa jadi dia seseorang mengenalku dan kebetulan sedang berlibur disini juga, itu bukan hal yang mustahil bukan?"
"Sudahlah, kau terlalu banyak melantur, jika memang dia mengenalmu, dia tidak akan mengikutimu diam-diam!" ucap Nathan.
"Aaaahh iya, kau benar," ucap Aleea dengan menganggukkan kepalanya pelan.
"Kau sangat berlebihan," balas Aleea.
"Kalau begitu diam saja disini bersama pasien lainnya!" ucap Nathan lalu berjalan pergi begitu saja.
Nathan membawa langkahnya kembali ke ruangannya. Saat baru saja masuk ke ruangannya, ia mendengar ponsel Aleea yang berdering dan melihat nama Evan yang ada pada layar ponsel Aleea.
"Halo Evan!"
"Kemana saja kau dari tadi? aku sudah menghubungimu berkali-kali tapi....."
"Aleea tiba-tiba pingsan, jadi aku keluar untuk melihat keadaannya," ucap Nathan memotong ucapan Evan.
__ADS_1
"Pingsan? kenapa? apa yang terjadi padanya?" tanya Evan khawatir.
"Sepertinya ada beberapa hal yang memicu ingatannya kembali dan hal itu membuat kepalanya sakit lalu pingsan," jelas Nathan.
"Apa ada sesuatu yang sudah dia ingat?" tanya Evan.
"Tidak, dia masih tidak mengingat apapun selain suara samar yang sering dia katakan," jawab Nathan.
"Jadi, bagaimana dengan permintaanku padamu? apa kau sudah melakukannya?" lanjut Nathan bertanya.
"Aku sudah mencari tahu semua hal tentang Bryan Aditya, dia adalah anak pengusaha yang cukup terkenal, dia sempat kuliah disini selama hampir dua tahun lalu pindah ke Paris dan sampai sekarang dia masih berada disana," jelas Evan.
"Apa kau yakin Evan?" tanya Nathan memastikan.
"Tentu saja, apa kau meragukanku?" balas Evan.
"Tidak, aku percaya padamu, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan!" ucap Nathan.
"Memangnya apa hubungannya dengan Aleea? aku sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun tentang hubungannya dengan Aleea!" tanya Evan penasaran.
"Aku akan menjelaskannya padamu nanti, tidak sekarang," jawab Nathan.
"Tapi....."
"Terima kasih Evan, bye!"
Klik.
__ADS_1
Nathan mengakhiri panggilan Evan begitu saja.