Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Penjelasan Rania


__ADS_3

Hari telah berganti, Nathan sudah berada di tempat kerjanya hari itu. Sepanjang hari Nathan memikirkan tentang hubungan Aleea dan Rania.


Hal itu tentu saja membuat Nathan tidak bisa fokus dengan pekerjaannya, meski begitu, Nathan bisa menyelesaikan meeting yang dipimpinnya dengan cukup baik dengan bantuan Evan.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 siang saat Nathan baru saja keluar dari ruangan meeting.


"Apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan Nathan? Apa ada masalah?" Tanya Evan yang menyadari jika Nathan tidak begitu fokus hari itu.


"Aku akan menjelaskannya padamu setelah aku memastikannya," jawab Nathan.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Nathan berdering, sebuah panggilan masuk dari Rania.


"Halo, apa kakak masih ada di kantor?" Tanya Rania setelah Nathan menerima panggilannya.


"Iya, kenapa?" Balas Nathan.


"Rania ingin bertemu kakak, ada sesuatu yang penting yang ingin Rania katakan pada kakak," ucap Rania.


"Kebetulan kakak juga ingin bertemu denganmu, tunggu saja kakak di rumah, kakak akan segera kesana setelah pulang kerja," balas Nathan.


"Apa kakak akan datang bersama kak Aleea?" Tanya Rania.


"Tidak, kakak akan kesana sendirian," jawab Nathan.


"Baiklah kalau begitu."


Panggilan berakhir. Nathan kembali masuk ke ruangannya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum akhirnya ia pulang.


"Aku harus pulang cepat Evan, periksa laporan ini dan berikan hasilnya padaku nanti malam," ucap Nathan sambil memberikan sebuah map pada Evan.


"Oke," balas Evan.


Nathan kemudian berjalan pergi dan segera mengendarai mobilnya meninggalkan kantor untuk pergi ke rumah orang tuanya.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Nathanpun sampai di rumah orang tuanya.


"Kak!" Panggil Rania dari taman yang berada di samping halaman rumah.


Nathanpun membawa langkahnya ke arah Rania dan dengan cepat Rania menarik tangan Nathan untuk mengajaknya ke taman belakang.

__ADS_1


"Ada apa Rania? Kenapa kau mengajak kakak kesini?" Tanya Nathan.


"Rania ingin membicarakan masalah penting dan rahasia pada kakak," jawab Rania berbisik.


"Tentang apa?" Tanya Nathan penasaran.


"Tentang kak Aleea," jawab Rania yang membuat Nathan begitu terkejut.


"Jadi benar Rania mengenal Aleea?" Batin Nathan bertanya dalam hati.


"Apa kakak sangat mencintai kak Aleea?" Tanya Rania dengan raut wajah yang serius.


"Tentu saja, dia istri kakak," jawab Nathan.


"Jujurlah pada Rania kak, sudah berapa lama kakak dan kak Aleea berhubungan?" Tanya Rania.


"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu? Apa kau benar-benar mengenal Aleea?" Balas Nathan bertanya.


"Jawab dulu pertanyaan Rania kak, Rania ingin memastikan sesuatu dulu," ucap Rania.


"Kakak dan Aleea sudah saling mengenal dan dekat sejak 3 tahun yang lalu," ucap Nathan berbohong.


"Apa selama itu juga kalian menjadi sepasang kekasih?" Tanya Rania.


"Apa kakak menyukai kak Aleea sejak kalian pertama kali bertemu? Apa...."


"Apa yang sebenarnya kau ketahui Rania? Katakan saja pada kakak dan jangan banyak bertanya!"


"Kak Aleea bukan perempuan baik-baik kak, dia tidak sebaik yang terlihat!" Ucap Rania yang semakin membuat Nathan terkejut.


"Apa maksudmu Rania? Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?" Tanya Nathan.


"Maaf jika apa yang Rania katakan akan menyakiti hati kakak, tapi Rania harus mengatakan hal ini pada kakak, Rania juga akan mengatakan semua yang Rania tau pada mama dan papa agar mereka tidak tertipu dengan wajah polos kak Aleea," ucap Rania.


"Katakan saja pada kakak apa yang membuatmu berpikir seperti itu tentang Aleea, Rania!"


"Kak Aleea berselingkuh kak, dia berselingkuh dari kakak," balas Rania.


"Berselingkuh? Dari mana kau tau?" Tanya Nathan.


"Di Paris Rania memiliki kekasih, namanya Bryan, Rania tidak tau jika ternyata Bryan sudah memiliki tunangan dan tunangannya itu adalah kak Aleea," jelas Rania yang kembali membuat Nathan terkejut.

__ADS_1


"Kau pasti salah orang Rania, tidak mungkin Aleea....."


"Tidak kak, Rania sudah memikirkan semua ini sejak semalam, itu kenapa Rania takut saat pertama kali Rania bertemu kak Aleea waktu di bandara, tapi yang membuat Rania heran kak Aleea sama sekali tidak terlihat seperti mengenal Rania, padahal kita pernah bertemu saat di Paris," ucap Rania berusaha menyakinkan Nathan.


"Kau bertemu dengan Aleea?" Tanya Nathan memastikan.


"Iya, saat itu Rania sedang bersama Bryan dan tiba-tiba kak Aleea datang, Rania yakin kak Aleea melihat Rania saat itu, kak Aleea dan Bryan bertengkar di trotoar lalu Bryan melempar cincin tunangan kak Aleea ke jalan raya dan kak Aleea mengambilnya lalu......"


Rania menghentikan ucapannya, ia ragu untuk melanjutkan ceritanya.


"Lalu apa Rania?" Tanya Nathan.


"Lalu.... Kak Aleea mengalami kecelakaan saat dia berusaha mengambil cincin yang Bryan buang ke jalan raya," jawab Rania.


Nathan menghela nafasnya panjang setelah ia mendengar semua penjelasan Rania. Kini ia mengerti apa yang membuat Aleea tiba-tiba berada di jalan raya saat itu, bukan karena ingin menyebrang tapi karena ingin mengambil cincinnya yang sudah dibuang oleh tunangannya.


"Kak Aleea pasti memiliki maksud lain dengan pernikahannya bersama kakak, mungkin dia hanya memanfaatkan kakak dan tidak cinta mencintai kakak," ucap Rania.


"Kau tidak tau apapun Rania, jadi berhentilah berpikiran buruk tentang Aleea," balas Nathan.


"Jika kak Nathan tidak melakukan tindakan apapun, Rania akan memberi tahu mama dan papa tentang semua ini, Rania tidak akan membiarkan kak Nathan menikah dengan perempuan yang salah," ucap Rania.


"Tidak Rania, jangan memberi tahu mama dan papa!" ucap Nathan cepat.


"Kenapa? apa yang membuat kak Nathan sangat tergila-gila pada kak Aleea? dia bahkan sudah berselingkuh dari kakak, atau mungkin selama ini justru kakak yang merupakan selingkuhannya!"


Nathan mengacak-acak rambutnya kasar karena kesal. Apa yang Rania katakan benar-benar membuatnya bingung harus bersikap seperti apa saat itu.


Nathan yang sudah merencanakan semuanya dengan detail tentu saja tidak ingin ada sedikitpun kesalahan dalam rencananya, apa lagi jika melibatkan kedua orang tuanya.


"Rania akan mengatakannya pada mama dan papa," ucap Rania yang segera beranjak dari duduknya namun dengan cepat Nathan menahan tangan Rania.


"Jangan pernah mengatakan pada mama dan papa tentang masalah ini atau kau akan benar-benar membuat kakak hancur saat ini juga!" ucap Nathan dengan menatap kedua mata Rania dengan tatapan tajam.


"Apa maksud kakak? Rania.... Rania hanya tidak ingin kakak bersama perempuan yang tidak baik," balas Rania yang sedikit ketakutan melihat sang kakak yang tiba-tiba menatapnya dengan tajam.


"Kakak tidak bisa menjelaskannya disini, ikut kakak," ucap Nathan sambil menarik tangan Rania.


"Nathan, Rania, apa kalian bertengkar?" tanya mama Nathan yang melihat Nathan menarik tangan Rania dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Nathan hanya diam lalu segera mengendarai mobilnya meninggalkan rumah orang tuanya.

__ADS_1


"Kemana kita akan pergi kak?" tanya Rania yang sedikit takut melihat sikap sang kakak yang tampak sangat serius saat itu.


__ADS_2