
Halo semua! Semoga sehat selalu kan?
Thor bikin karya baru lagi nih, mampir ya. Judulnya Dendam Si Kembar.
Aku kasih sneak peak yaaa buat intip-intip. Mampir dan semoga suka yaaa …
***
Kamu Bukan Anakku!
Riza dan Sekar duduk bersimpuh di hadapan Darius, ayah dari Riza.
“Ayah, saya mencintai Sekar. Restuilah kami.”
“Dasar anak tak tau diuntung!” Darius menendang guci yang ada di dekatnya. Benda antik senilai milyaran itu hancur berkeping.
“Kau kubesarkan seorang diri setelah ibumu meninggal. Dengan semua fasilitas terbaik yang bisa seorang ayah berikan. Begini balasanmu? Menikahi anak pembantu?” Darius memekik di hadapan wajah anaknya.
“Saya mencintai Sekar. Dia memang anak Bik Yem, tapi dia adalah wanita luar biasa. Ayah hanya perlu mengenalnya.”
__ADS_1
“Sekali pembantu tetap pembantu, Riza. Kamu nggak liat itu? Apa yang kamu liat dari perempuan rendahan macam dia, hah?”
Air mata Sekar menetes. Ya, dia memang anak Bik Yem. ART yang puluhan tahun mengabdi di rumah keluarga besar Darius Anantara.
“Kamu Sekar, kalau bukan karena mendiang istriku sangat menyayangi Bik Yem, kamu sudah kulenyapkan.”
“Ayah!” Riza berkata keras. Ia bisa menahan diri saat dirinya dimaki. Namun melihat wanita yang dicintainya direndahkan, emosinya menggelegak.
“Sekar adalah satu-satunya wanita ysng kucintai.”
“Paling ia hanya ingin hartamu. Berapa yang kamu inginkan Sekar. Sepuluh milyar? Dua puluh milyar? Saya akan transfer sekarang juga jika itu bisa membuat kamu menjauhi Riza.”
“Pak Darius yang saya hormati, Mas Riza, hal terakhir yang saya inginkan adalah permusuhan. Mas, mungkin kita yang terlalu memaksakan kehendak. Pak Darius benar, Sekar nggak pantas bersanding dengan Mas. Pak Darius, saya memang anak pembantu, tapi in syaa Allah saya bisa hidup tanpa uang dari Bapak.”
“Sekar …” Riza bangkit untuk mendekati Sekar. Dua orang bodyguard bertubuh besar langsung menahannya.
“Terserah, yang penting kamu pergi dan jangan pernah bertemu anak saya lagi! Dasar anak pembantu tak tau diuntung. Kamu tau ibumu sudah mati dari dulu kalau tidak kutolong untuk operasi?”
Sekar membayangkan wajah ibunya yang baru sebulan lalu meninggal dunia. Operasi pengangkatan tumor memang berhasil membuat ibunya hidup beberapa tahun namun ternyata tumor mengganas dan menyebar.
__ADS_1
Ibunya butuh dana pengobatan yang besar. Awalnya Sekar ingin memohon bantuan pada Darius, namun ibunya berkata agar Sekar bekerja di sana. Sekar yang seorang lulusan terbaik S1 terpaksa membuang jauh-jauh gelar sarjananya dan menjadi pembantu. Sama seperti ibunya.
Ia ikhlas menjalani demi ibunya dan mengingat keluarga Darius juga banyak berjasa membiayai sekolah hingga kuliah. Sekar bekerja dengan tekun, hanya butuh beberapa minggu Sekar diangkat menjadi kepala pelayan di rumah bak istana milik keluarga Anantara. Di sana ia bertemu dengan Rizal, anak majikan yang baru pulang dari sekolah di Amerika.
Riza lah yang pertama kali terpesona pada gadis desa berseragam hitam putih yang dengan sopan tidak berani menatapnya. Sekar tahu diri siapa dirinya dan siapa Riza. Bagaikan bumi dengan langit begitulah status sosial yang mereka sandang.
Tapi tidak dengan Riza. Sepanjang usia dewasanya, banyak wanita kalangan atas yang menempel. Namun tidak ada yang menarik hati. Riza bukan playboy karena begitulah Bunda mendidik dirinya. Walau wanita-wanita menyodorkan dirinya, Riza hanya menanggapinya sebatas teman.
Sekar berbeda. Kesederhanaan dan sikap apa adanya membuar Riza penasaran. Diam-diam ia memerhatikan kepala pelayan yang sigap bergerak ke sana kemari mengawasi pekerjaan pasukannya. Mulai dari tim pembersih rumah, tim dapur, para tukang kebur dan supir. Semuanya sopan dan hormat bahkan sangat menyayangi Sekar.
Dan jangan dipikir Sekar langsung mau bersanding dengan Riza. Gadis itu menghindar ketika menyadari anak majikannya berminat kepadanya. Ia langsung mengundurkan diri dan mencari pekerjaan kantoran di kota lain.
Riza tetap mencari Sekar hingga ke kampung. Bik Yem menemui dan menasihati agar Riza menjauhi Sekar. Riza tidak mau mendengar dan malah sering mengunjungi Bik Yem yang dulu pernah menjadi pengasuhnya.
Lama kelamaan hati Sekar luluh dengan perhatian Riza. Bik Yem berpesan agar berhati-hati. Darius pasti tidak menyetujui hubungan mereka.
Namun Riza kekeuh pada pendiriannya dan memantapkan Sekar untuk memperjuangkan cinta mereka. Beberapa hari sebelum Bik Yem meninggal, Riza melamar Sekar dan saat ini mereka duduk bersimpuh memohon restu dari Darius.
***
__ADS_1