Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Mimpi Yang Sama


__ADS_3

Karena merasa lelah dan ngantuk Jesselyn merebahkan tubuhnya di sofa dan tertidur. Wajahnya yang manis terlihat begitu kelelahan, seragam sekolah yang menempel ditubuhnya sudah acak-acakan ditambah dasi yang sudah tidak sempurna lagi.


Lena menatapnya dengan seksama, tanpa ia sadari air matanya mengalir membasahi pipinya. Ia menghapus air matanya beranjak meninggalkan Jesselyn menuju kamar Leon yang terbuka.


"Kenapa ma?" tanya Leon saat mamanya mengetok pintu kamarnya.


"Lagi apa nak?"


"Nonton aja sih ma, ada perlu sama Leon?" penasaran karena mamanya hanya berdiri di depan pintu karena biasanya Lena langsung nyelonong masuk kamarnya.


"Dia ketiduran lagi di sofa ngak mungkin mama yang angkat kan? Wajahnya kecapean banget mama ngak tega banguninnya, kamu ngertikan maksud mama?"


"Iya ma Leon ngerti" Leon mengalihkan pandangannya kembali ke laptop yang ada di depannya.


"Kalau gitu mama kebawah dulu masak buat makan malam nanti" ucap Lena meninggalkan kamar Leon.


Saat Lena sibuk di dapur dengan ritual memasaknya, Leon sudah berdiri di hadapan Jesselyn. Ia mengangkat dan menggendongnya seperti sebelumnya. Ia berjalan pelan agar tidak membangunkannya. Saat Leon akan meletakkan tubuh Jesselyn di atas ranjang, kembali matanya terbuka. Leon yang melihatnya hanya diam dan tidak bergerak.


"Hem...ini mimpi lagi kan?" Jesselyn meracau dalam tidurnya yang setengah sadar. Ia memalingkan kepalanya kesebelah kanan, tanpa ia sadari bibirnya mengenai lengan Leon yang bagian atas. Leon yang merasakan sentuhan bibir Jesselyn dikulitnya karena hanya memakai baju lengan pendek begitu kaget dan langsung menarik tangannya dengan pelan.


Ia menutup pintu kamar itu dan berjalan cepat masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Pukul setengah delapan malam semua anggota keluarga menikmati makan malam mereka. Nadya biasanya pulang hari Sabtu tapi kali ini ia pulang di hari Jumat. Ia tiba di rumah tepat sebelum makan malam dimulai.


Karena belum merasa ngantuk Nadya, Jesselyn dan Leon masih berada di ruang tamu menonton acara komedi yang tayang setiap hari. Lena menemani Bagas untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang ia bawa ke rumah.


"Tumben kak Nadya pulangnya hari Jumat, ngak ada tugas ya kak?" tanya Jesselyn ingin tahu


"Tugas sih banyak Jes, tapi aku lagi kangen rumah makanya pulang."


"Bilang aja lo da bosan tinggal di tempat itu dan pengen balik lagi kerumah," Leon menimpali percakapan diantara kedua gadis tersebut.


"Ngak tuh malah seru banget loh tinggal di kos-an. Kak Leon belum pernah ngerasain mandi pakai air galonkan?" tantang Nadya yang pernah mandi air galon karena keran air di kos-annya menetes sedikit-sedikit. Leon yang mendengarnya hanya manggut-manggut dengan mata menatap televisi.


"Lancar kak, tadi siang teman-teman aku juga kesini buat ngerjain tugas kelompok. Leo juga ada tadi kebetulan guru buat kita satu kelompok.


"Oh..., si Leo suka kali sama kamu Jes, buktinya sering jemput kamu dan anterin kamu pulang sekolah?"


"Kak Nadya ada-ada aja. Leo memang baik, tadi aja aku ditraktir es krim sama dia."


"Tu kan? aku bilang juga apa, pasti dia suka kamu Jes, bener ngak kak Leon?"


"Bukan urusan gue, lagian kalau masih kecil mending belajar yang benar bukan mikirin cowok," jawab Leon ketus.

__ADS_1


Nadya dan Jesselyn yang mendengarnya hanya bisa saling bertukar pandang.


"Tapi tahu ngak kak Nad, kemarin dan tadi itu aku mimpiin hal yang sama loh kak, tapi mimpinya seperti kenyataan banget," Jesselyn dengan semangat menceritakan yang dikiranya mimpi pada Nadya.


"Ada yang suka kamu kali Jes, bisa jadi cowok yang ada di mimpi kamu itu Leo. Bisa jadi kan? Bener ngak kak Leon?


Leon yang mendengarnya hanya menaikkan kedua bahunya sembari berdiri hendak menuju kamarnya.


"Kok Leo terus sih kak, bisa aja kan karena sering nonton drama korea jadi mimpi begitu?"


"Mungkin aja sih, yang ngak mungkin itu kalau cowok di mimpi kamu ya kak Leon? Hahahaa...."


Nadya tertawa dengan apa yang baru saja ia katakan, Jesselyn yang mendengarnya hanya terdiam tidak percaya apa yang dikatakan Nadya sedangkan Leon yang tidak tahan dengan tawa Nadya langsung menuju kamarnya.


Leon membaringkan tubuhnya di ranjang, sebuah senyuman tersimpul di bibirnya namun senyumnya berubah saat mengingat apa yang baru saja dikatakan Nadya.


Ia pun menutup matanya memaksa dirinya untuk tidur walaupun belum mengantuk.


*Karena terkadang sesuatu yang kita pikir tidak mungkin, justru itu yang terjadi *


...Happy reading....❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2