Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Mantunya Om Bagas


__ADS_3

Masa ospek telah usai, dunia perkuliahan yang sesungguhnya telah dimulai.


Semua mahasiswa baru tak terkecuali Jesselyn merasa antusias menyambut hari baru mereka sebagai seorang mahasiswa. Tidak hanya dari dalam kota, ternyata ada banyak mahasiswa dari luar kota juga bahkan dari pelosok yang yang melanjutkan studi mereka ke ibukota.


Seperti biasanya, Adit sang senior dikampus selalu menebarkan pesonanya kepada para juniornya yang perenpuan. Dan hari ini Adit sengaja berkeliling difakultas ekonomi dan berhenti tepat di depan ruangan Jesselyn untuk menyapa para juniornya.


Adit yang sudah mengetahui jika Jesselyn adalah orang yang dulu sudah pernah ia temui sengaja berpura-pura tidak mengenalnya seperti yang dilakukan oleh Jesselyn.


Bukan tanpa sebab, Leon meminta Adit agar tidak memberitahu jika Jesselyn berada dikampus yang sama dengannya. Leon ingin agar Jessely sendiri yang mengetahui keberadaan Leon.


Tapi bukan Adit namanya kalau tidak melakukan hal-hal diluar dugaan. Dia sengaja meminjam laptop Leon dengan alasan mengerjakan tugas kuliahnya yang belum selesai. Bukannya mengerjakan tugas ia malah tebar pesona.


Ia sengaja tidak mengangkat telpon dari Leon yang sedari tadi menghubunginya karena membutuhkan laptopnya juga. Adit hanya mengiriminya pesan singkat yang mengatakan jika dirinya sedang berada di fakultas ekonomi.


Leon yang membaca isi pesan Adit hanya menggelengkan kepalanya, ia mengerti apa yang sudah direncanakan oleh sahabatnya itu.


"Ck, gila lo?" ucap Leon sendiri setelah membaca pesan dari Adit.


Leon berdiri, menyandang ransel hitamnya dan berjalan menuju tempat dimana Adit berada.


Lima belas menit kemudian Leon tiba tepat dimana Adit berada. Suasana yang tadinya sudah cukup berisik karena kehadiran Adit semakin bertambah riuh saat Leon menghampiri Adit.


"Lihat deh itu cowok keren banget, seperti oppa-oppa di drama Korea!"


"Ganteng banget tu cowok, mimpi apa aku semalam ketemu cowok setampan dia?"


"Ngak nyesal gue pilih kuliah di kampus ini, bisa cuci mata gratis!"


Masih banyak lagi kalimat-kalimat pujian yang diucapkan para mahasiswa yang baru pertama kali melihat Leon. Para gadis-gadis yang tadinya mengerubungi Adit teralihkan akan pesona dan ketampanan Leon yang menurut para gadis tersebut tiada duanya.


"Halo kak, namaku Amel, mahasiswi baru dikampus ini," sapa salah satu mahasiswi baru.


"Oh, hai," balas Leon singkat tak ingin memperpanjang percakapan mereka.


Adit yang mendengar ucapan Leon hanya tertawa sekaligus mengasihani mahasiswi yang bernama Amel tersebut.


"Pelit banget sih lo Yon, tanya balik apa kek gitu, kasihan tau anak orang lo cuekin."


"Lo yang budeg, ngak dengar tadi gue balik nyapa dia?"


"Maksud lo oh, hai gitu? dasar lo cowok dingin, kalau terus begini yang ada cewek-cewek pada minggat bro?"


"Terserah lo mau ngomong apa, mending sekarang balikin laptop gue."


"Ambil aja sendiri, ada didalam tas gue."


"Tas lo mana?" tanya Leon penasaran karena Adit tidak menggendong tasnya.


"Ya dikelas lah, hahahaa...."


"Wah...gila lo Dit, ngerjain gue lo. Tau gitu gue ngak nyamperin lo kesini tadi."


Hahaha...


Leon tertawa bahagia karena berhasil mengerjai Leon. Ia puas akhirnya bisa membalas Leon yang membohonginya mengenai Jesselyn.

__ADS_1


"Impas bro, lo juga ngerjain gue soal doi, sok ngak kenal lagi," ucap Adit merasa puas mengerjai Leon.


"Gila lo, gue cabut ke kelas," ucap Leon kesal mendengar tawa Adit.


"Santai bro, dosennya juga ngak masuk hari ini. Mending kita kongko-kongko di cafe depan kampus, gimana?" ajak Adit sambil mengejar langkah Leon.


"Ngak, lo aja sendiri."


"Parah lo Yon, ya kali gue nongkrong sendiri, yang ada gue dihinggapin lalat."


"Oke, tapi lo yang traktir?" ucap Leon tanpa memperdulikan Adit yang masih setia menebar senyuman sambil berjalan.


"Percuma lo anak om Bagas, punya ortu kaya tapi minta ditraktir, kalau om Bagas tau pasti malu tu punya anak seperti lo, Yon?"


"Ya udah, kalau lo mau, daftar aja buat jadi anak bokap gue, siapa tau lagi ada lowongan."


"Ada-ada aja omongan lo Yon, lagian gue juga ngak mau jadi anak om Bagas," jawab Leon menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Bukannya selama ini lo pengen banget?" tanya Leon penasaran.


"Itu kan kemarin-kemarin Yon, beda kalau sekarang. Kalau sekarang sih gue pengen daftarin diri buat jadi mantunya om Bagas aja. Hehehe..."


"Sejak kapan lo suka sama Nadya? Awas lo macem-macem, bisa dicakar lo sama dia," ucap Leon yang terkejut.


"Sabar bro, gue suka emang sama Nadya tapi suka gue seperti ke adik gue sendiri. Gue udah anggap Nadya seperti adik gue, jangan pikir yang aneh-aneh dulu," jelas Adit.


"Terus maksud lo jadi mantu bokap gue apaan?"


"Hehehe... Adek lo yang satu lagi bro," jawab Adit menaik-turunkan alisnya .


"Jesselyn, bro!" Jawab Adit memberitahu Leon.


Mendengar siapa yang dimaksud Adit, seketika merasa panas dingin. Leon menatap Adit dengan mata melotot tak percaya akan apa yang ia dengar.


Leon hanya diam, tidak merespon ucapan Adit sama sekali. Ia terus berjalan menuruni tangga fakultas ekonomi dan berniat pulang karena dosen yang tidak datang, ditambah lagi dengan suasana hatinya yang tidak karuan karena perkataan Adit.


Saat menuruni tangga mereka berpapasan bahkan Leon yang tidak konsentrasi dengan jalannya menabrak gadis yang sedang dibicarakan Adit bersama seorang temannya yang juga dikenal oleh Adit saat ospek hari pertama.


Brukk.....


"Aw..."pekik Jesselyn saat tubuhnya terjatuh karena ditabrak seseorang.


"Sorry gue ngak sengaja," ucap Leon refleks.


"Kak Leon...????" ucap Jesselyn heran melihat keberadaan Leon di kampusnya.


"Hai Jes, kalau kenal Leon berarti sudah ingat sama kak Adit dong?" tanya Adit mengambil alih dan mengulurkan tangannya pada Jesselyn.


"Maaf kak Adit soal kemarin," ucap Jesselyn pada Adit dengan matanya yang tak lepas menatap Leon yang hanya berdiri tanpa ingin membantunya.


"Ayo diri"


"Makasih kak Adit"


"Santai aja, kamu ngak kenapa-kenapa kan? Ada yang sakit, luka, atau memar gitu?" tanya Adit sembari mengelilingi tubuh Jesselyn.

__ADS_1


"Ngak kok kak"


"Syukur deh, sorry ya si Leon memang gitu, matanya kadang kagak dipake kalau jalan."


"Gue jalan pakai mata, dia sendiri yang ngak lihat jalan," sahut Leon yang sedari tadi merasa kesal pada Adit karena sok perhatian kepada Jesselyn.


"Gue pulang deluan, malas gue lama-lama disini."


"Ya udah pulang sono, gue masih mau ngobrol dengan calon pengantin gue," ucap Adit tersenyum dengan matanya yang tak lepas dari wajah Jesselyn.


Dengan perasaan kesal tak karuan yang bahkan ia tidak tahu mengapa akhirnya Leon pergi meninggalkan Adit yang masih setia menatap wajah Jesselyn. Sinta yang berada disamping Jesselyn pun seakan tak terlihat wujudnya bagi Adit.


"Jes, gue ke kelas deluan ya, hati-hati sama kak Adit, orangnya rada aneh aku lihat," bisik Sinta di telinga Jesselyn.


"Jangan dong, aku takut?"


"Kalau takut dan ngak tahan lagi tinggal lambaikan tangan kamu aja nanti, kan gampang?" bisik Sinta lagi bercanda.


"Ya udah deh, salah aku sendiri kemarin bohongin kak Adit dengan berpura-pura ngak pernah lihat dia sebelumnya


"Ya udah, aku pergi ya?"


Sinta meninggalkan Jesselyn bersama dengan Adit ditangga. Sinta bukan tipe orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain, sehingga dia lebih memilih pergi ke kelasnya.


"Maaf ya kak Adit?" ucap Jesselyn yang menyadari kesalahannya.


Bukannya marah Adit malah tertawa karena melihat ekspresi Jesselyn yang ketakutan.


"Hahaha...lucu banget sih wajah kamu kalau lagi ketakutan. Lupain aja, aku sudah maafin kok saat aku tahu kamu orang yang pernah aku temui dulu di rumah Leon."


"Makasih kak," ucap Jesselyn merasa lega. "Jadi kak Leon juga kuliah dikampus ini ya kak?"


"Iya, kamu ngak tahu?"


"Ngak kak, om dan tante juga ngak kasih tahu aku soalnya," jawab Jesselyn apa adanya.


"Jadi selama tiga hari ospek kamu ngak pernah lihat Leon?"


"Ngak juga kak, waktu lihat kak Adit jadi kakak pandu, aku juga ngak kepikiran sama kak Leon."


"Wah...ternyata kamu sama luar biasanya dengan si Leon," ucap Adit heran. "Ya sudah, kamu masuk kelas sana keburu dosen kamu masuk."


"Iya kak, sekali lagi maaf ya kak?"


"Santai aja, sana masuk!"


Jesselyn berlari meninggalkan Adit menuju ruangannya. Ia masih belum percaya kalau ternyata dia kuliah di kampus yang sama dengan Leon, bahkan tidak seorang pun yang memberitahunya soal itu.


"Ck, Dasar lo Yon, diembat orang baru tahu rasa lo," ucap Adit dalam hatinya saat melihat Jesselyn berlari meninggalkannya.


...Happy reading ya......


...jangan lupa kasih jempolnya!!!...


...❤️❤️❤️❤️ buat kamu....

__ADS_1


__ADS_2