Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Bagus


__ADS_3

"Senang banget sepertinya habis jalan sama Leo? Dari tadi senyum-senyum aja, ngak cape apa itu tulang pipinya?"


"Kak Nadya apaan sih, senyum itu kan sebahagian dari ibadah. Kakak mau lihat aku manyun aja gitu?"


"Bukan gitu juga kali Jes, cuman dari kamu nyampe rumah kelihatan senang banget gitu beda dari sebelum- sebelumnya atau jangan-jangan....kamu sama Leo..???"


"Ya ngaklah kak"


"Tapi aku kok ngak percaya ya?" Nadya memandangi Jesselyn penuh selidik.


"Tapi ngak masalah sih kalau kamu sama Leo punya hubungan, secara dia kan anak yang baik ditambah wajahnya yang ganteng," Nadya memuji penampilan Leo yang memang tampan.


"Udah ah kak, jangan dibahas terus. Oh iya aku ke kamar mandi dulu kebelet soalnya"


"Cepetan nanti ngompol disini lagi. Hahaha.... "


Jesselyn berlari ke kamar mandi dengan tas yang masih menggantung di lehernya. Nadya masih berada diruang tamu tidak sabar menunggu Jesselyn hanya untuk menggodanya.


"Hahaha...bakal gue godain terus tu anak," Nadya tertawa mengingat wajah polos Jesselyn yang memerah saat digodanya tadi.


"Sejak kapan ada pasien rumah sakit jiwa di sini?" Leon yang baru saja tiba dirumah disambut dengan tawa aneh dari Nadya.


"Mumpung masih gejala awal mending langsung periksa ke dokter sana."


"Siapa yang gila, enak aja bilangin aku gila. Tapi mau tahu ngak kak?"


"Ngak"


"Ihh.... Kak Leon gitu amat..." Nadya berdecak kesal atas respon yang diberikan kakaknya


"Memang ada apaan?"


"Tadi Jesselyn habis jalan sama Leo dan ketemu mamanya juga, yang paling pentingnya lagi setelah sampai rumah dia senyum - senyum terus kak. Katanya Leo dan mamanya juga muji dia cantik.


Terus kak, Leo bilang dia putri ma........."

__ADS_1


"Sekarang dia dimana?" memotong kalimat Nadya yang tak henti bicara.


"Ada di kamar mandi kak, bentar lagi juga datang."


Leon menengadah ke langit-langit rumahnya seakan memikirkan sesuatu dan berlalu meninggalkan Nadya yang terlihat bingung akan sikap kakaknya.


"Aneh, belum juga selesai ngomong da main pergi gitu aja" Nadya mendengus kesal melihat Leon pergi ke kamarnya yang ada di lantai atas.


"Aku ke kamar dulu ya kak capek soalnya pengen istirahat" kata Jesselyn setelah kembali dari kamar mandi.


"Hem.... ya udah deh sana, aku disini aja nungguin mama. Sebelum kamu sampai rumah mama pergi ke luar katanya ada yang mau dia beliin buat kamu karena besok pulang ke kampung, sekalian makan siang diluar sama papa. Mereka mau kencan soalnya hari ini tanggal mereka jadian dulu." tutur Nadya panjang.


"So sweet banget ya kak mereka?"


"Bukannya Leo juga sweet sama kamu Jes?"


"Mulai lagi deh kak, aku naik keatas aja deh"


Tanpa menunggu lagi Jesselyn langsung menuju kamarnya, ia merasa Nadya terlalu berpikiran jauh mengenai Leo. Ia memang menyukai Leo tapi rasa sukanya saat ini hanya sebatas teman.


Ceklek


"Kenapa? Semalam kamu berani bentak-bentak aku kenapa sekarang seperti orang ketakutan, Hah?"


"Ng...gak, siapa yang takut? Kalau ngak punya urusan mending kakak keluar dari kamar aku," Jesselyn begitu gemetaran saat mengucapkan kalimatnya dan tidak menyangka berani berkata seperti itu. "Maaf kak" ucap Jesselyn tiba-tiba menundukkan kepalanya.


Leon berjalan kearah pintu tempat Jesselyn berdiri sedari tadi. Ia membuat Jesselyn semakin ketakutan karena posisi mereka yang begitu dekat.


"Kakak mau apa?" meringis kesakitan karena pergelangan tangannya diremas begitu kuat oleh Leon.


"Anak kecil itu harusnya belajar bukan malah pacaran diluar sana," Leon menekan kalimatnya.


"Bukan gitu kak, aku....aw...sakit kak? Lepasin kak. Maaf kak, maaf semalam aku bentak kakak lagian kan kak Leon yang mulai?"


"Bagus kalau kamu sadar" Leon melepaskan tangannya dari pergelangan Jesselyn dan berbalik ke meja belajar Jesselyn lagi.

__ADS_1


Ia mengambil sebuah kotak kecil yang ia letakkan saat tiba di kamar Jesselyn.


"Bukan buat pacaran!" memberikan kotak yang ternyata berisi sebuah ponsel ke tangan Jesselyn. "Satu lagi, buka mata kamu kalau ada yang bicara sama kamu."


"Ngak usah kak, nanti aku belinya pakai uang tabungan yang dikasih tante aja," menolak ponsel pemberian Leon.


"Kalau gitu kamu buang aja, selesai kan?" Leon pergi meninggalkan kamar Jessselyn dengan kedua tangannya yang terkepal.


Jesselyn berjalan mengikutinya dari belakang untuk mengembalikan ponsel yang di berikan Leon tadi. Tanpa sadar ia ikut masuk ke dalam kamarnya Leon, menarik tangannya dan...


Cup


Leon terjatuh saat akan berbalik akibat tarikan tangan Jesselyn. Jesselyn menimpa tubuh Leon, untung saja Jesselyn memalingkan wajahnya ke kanan karena tanpa sengaja Leon mencium pipi kirinya. Namun karena terkejut ia refleks memutar kepalanya dan....


Cup


Kini bibir Jesselyn menempel di bibir Leon. Tak satupun dari mereka yang berani bergerak, mereka hanya saling memandangi mata satu sama lain. Jesselyn merasa jantungnya berdegup kencang tak beraturan, tubuhnya berdesir, ia menutup matanya merasa kalah akan tatapan mata Leon.


"Kamu mau sampai kapan seperti ini" Leon bicara seperti orang yang sedang bergumam karena posisi bibir mereka.


"Ma..maaf kak. Ta...tadi aku ngak sengaja narik tangan kakak. Aku tadi hanya mau balikin ponsel pemberian kak Leon. Ma...maaf kak, maaf," Jesselyn mengangkat tubuhnya dan bicara terbata-bata saat menjelaskannya pada leon.


"Kalau itu terjadi dengan cowok lain gimana? Kamu ngak takut?"


"Ngak bakalan kak, ngak bakalan terjadi sama cowok lain, maaf kak," jawab Jesselyn gugup.


"Bagus!"


"Aku balik ke kamar dulu kak" Jesselyn berdiri dan langsung berlari menuju kamarnya. Ia juga masih memegang ponsel yang ingin ia kembalikan tadi.


"Bodoh banget sih Jes, kenapa ngak hati-hati, kamu juga ngak sadar masuk ke kamar kak Leon. Kalau dia marah gimana? Ini pipi sama bibir juga, berani amat sih?" memukul pelan pipi dan bibirnya. "Harusnya bukan seperti tadi, harusnya ciuman pertama itu sama orang yang aku suka dan suka aku juga?" gerutu Jesselyn tak henti.


Jesselyn merutuki dirinya yang begitu ceroboh atas apa yang baru saja terjadi. "Untung besok aku ke kampung coba kalau masih disini, akh......"


...Terimakasih sudah mampir......

__ADS_1


...Like dan komennya dipersilahkan.....


...❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2