Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Tapi Suka Kan?


__ADS_3

...๐ŸŽถ..........โ€ฆ.โ€ฆ........โ€ฆ....๐ŸŽถ..........................๐ŸŽถ...


...I run and run away from all I see...


...Aku lari dan melarikan diri dari semua yang aku lihat...


...Whispered the night...


...Berbisik pada malam...


...That someday my tears will flow...


...Bahwa suatu hari air mataku akan mengalir...


...in this blue rain...


...Dihujan biru ini...


...If I cry if I smile...


...Jika aku menangis jika aku tersenyum...


...Will my life still go on?...


...Apakah hidupku masih akan berlanjut?...


...If I try if I chase...


...Jika aku mencoba jika aku mengejar...


...Will my love still go on?...


...Apakah cintaku masih akan berlanjut?...


...Somehow I canโ€™t get out of here...


...Entah kenapa aku tak bisa keluar dari sini...


...Sometimes I need you near me...


...Terkadang aku butuh kau di dekatku...


...Keep me right, keep my breathe...


...Jaga aku jaga nafasku...


...Till the end of story...


...Sampai akhir cerita...


...Let me wait, if youโ€™re late...


...Biarkan aku menunggu, bila kau terlambat...


...Till my words find your ears...


...Sampai kata-kataku menemukan telingamu...


...๐ŸŽถ..........โ€ฆ.โ€ฆ........โ€ฆ....๐ŸŽถ..........................๐ŸŽถ...


"Itu orang goblok atau gimana sih? Sudah tau hujan malah main basket, sendirian lagi," kata seorang pengendara yang melewati lapangan basket.


"Hahaha...habis putus cinta kali, makanya jadi gila sekarang!" jawab sipengemudi disampingnya.

__ADS_1


"Kasihan banget!"


Pukul 7.30 malam hujan deras mengguyur sumua yang ada di luar rumah. Malam yang begitu tidak bersahabat bagi seseorang yang sedang memantul-mantulkan bola ditangannya ke lantai yang basah akibat hujan.


Sudah tiga puluh menit sejak hujan turun namun Leon masih bertahan di lapangan basket. Seolah tidak menghiraukan air yang membasahi tubuhnya ia terus memainkan bola ditangannya.


Sejenak Leon menghentikan permainannya. Mengusap kasar wajahnya yang basah, menarik panjang nafasnya dan melanjutkan permainannya lagi.


Melampiaskan kemarahan dan sakit yang ia rasa di dadanya. Marah karena merasa begitu sulit untuk melakukan dan mengatakan apa yang ada dihatinya. Sakit melihat orang yang telah berhasil mendobrak pintu besi hatinya, tersenyum pada pria lain.


****


"Bentar lagi juga pulang kak, diakan bawa mobil," ucap Jesselyn.


"Justru karena kak Leon bawa mobil, seharusnya ngak ada masalah walaupun hujan."


"Iya sih, kak. Tapi mau gimana lagi?" mengangkat kedua bahunya.


"Salah aku juga, aku baru ingat sama telpon kak Adit tadi sore. Karena ngantuk jadi ketiduran dan lupa sama pesan kak Adit."


"Ya udah kak, kita tunggu aja sampai hujannya reda," ucap Jesselyn melihat keluar dari jendela.


"Tapi gimana kalau yang kak Adit bilang tadi beneran, Jes?" tanya Nadya khawatir. Nadya paham betul jika sampai Adit meneleponnya maka sesuatu pasti sedang terjadi.


"Memangnya kak Adit ngomong apaan, kak? Serius banget kayaknya?" Jesselyn penasaran melihat raut wajah Nadya yang begitu khawatir.


Nadya menatap wajah Jesselyn lekat ingin mengatakan sesuatu. Tapi ia bingung dan tidak yakin jika apa yang dikatakan Adit juga seperti yang diharapkan kakaknya.


Nadya masih ingat saat tengah malam Adit meneleponnya dan memintanya keluar rumah tanpa diketahui papa dan mamanya. Saat itu setelah Nadya membuka pintu rumah ia mendapati Adit tengah memapa Leon, meringis kesakitan karena terjatuh saat ikut balapan motor. Ingatan Nadya juga masih jelas saat Adit memintanya untuk menjemput kedua sahabat itu karena motor Leon tiba-tiba hilang saat mereka asik bermain futsal hingga larut malam.


Dan kali ini Nadya tidak tahu apa yang mungkin sedang terjadi dengan Leon, yang jelas ia harus melakukan seperti apa yang dikatakan Adit di telepon.


"Jes, aku bisa minta tolong?" tanya Nadya hati-hati karen tidak yakin jika Jesselyn akan menyanggupinya.


"Sebentar," Nadya berlari kearah dapur dan mencari apa yang ia butuhkan. "Ini dia!" ucap Nadya dan kembali menemui Jesselyn.


"Kak Nadya mau kemana?"


"Bukan aku tapi kamu," menatap serius Jesselyn. "Ini!" Nadya memberikan payung yang ia bawa dari dapur pada Jesselyn.


"Buat apa, kak?" tidak mengerti maksud Nadya memberikannya payung.


"Kamu tahu kan kalau mama orangnya khawtiran? Aku takut terjadi apa-apa sama kak Leon. Aku ngak mau kak Leon diomelin papa lagi karena buat mama khawatir. Jadi, tolong kamu temuin kak Leon di lapangan basket." Nadya mengatupkan kedua tangannya memohon.


"Ngak!" tolak Jesselyn. "Kak Nadya aja, aku ngak mau."


"Tapi kak Adit mintanya kamu yang kesana,"pinta Nadya memelas. Bentar lagi papa sama mama pulang dan nanyain kak Leon gimana? Kalau kamu yang kesana aku kan bisa bilang kalau kamu lagi istirahat dikamar dan kak Leon sedang nyelesaiin skripsinya juga dikamar.


"Aku bilang enggak, kak!" tolak Jesselyn lagi.


"Ayo dong, Jes? Bentar lagi papa sama mama pulang? Tadi mama bilang mereka cuman makan malam sama rekan bisnisnya sebentar."


"Maaf kak, Jesselyn ke kamar dulu buat istirahat." Jesselyn berlari meninggalkan Nadya. Masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Jesselyn melemparkan tubuhnya keatas kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Nadya menggaruk kepalanya melihat Jesselyn pergi meninggalkannya.


****


Disebuah restoran sepasang suami istri yang baru saja selesai mengadakan acara makan malam dengan rekan-rekan bisnis mereka, masih duduk manis menanti hujan reda. Hujan lebat dan jalanan licin menjadi alasan mereka belum pulang juga.


"Gimana, ma? tanya Bagas karena melihat istrinya sudah mulai mengantuk.


Hoammmm

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi aja, pa. Hujannya masih deras," ucap Lena disela-sela ia yang sedang menguap menahan kantuknya.


"Kalau gitu papa pesan satu cangkir kopi lagi ya?" mengulas senyuman meminta ijin istrinya.


"Ngak!" tolak Lena tegas. "Sudah dua gelas, pa? Konsumsi kafein berlebihan ngak baik buat kesehatan. Papa mau buat mama cepat jadi janda? Mama belum siap."


"Hahaha! Mama ada-ada saja. Ya sudah, ngak jadi!" ucap Bagas menuruti istrinya. "Kalau gitu papa minta yang lain aja nanti dirumah," ucap Bagas dengan seringai diwajah.


Lena tersenyum dan mencubit pinggang suaminya itu karena merasa geli mendengar perkataan pria yang sudah dua puluh tahun lebih menemani hidupnya. Lena sangat bangga dan bersyukur memiliki Bagas sebagai suaminya. Meskipun sudah cukup lama berkeluarga, tapi Bagas masih saja seperti saat mereka berpacaran dahulu. Sikap perhatian dan romantisnya tidak berubah sama sekali.


****


"Tidurlah...tidurlah..." ucap Jesselyn bagai sedang menghipnotis. Ia membungkus tubuhnya dengan selimut agar suara derasnya hujan tak didengarnya. Mengguling-gulingkan tubuhnya seperti anak kecil.


Brukkkk


"Aw!"Jesselyn terjatuh ke lantai dan meringis kesakitan. Ia membuka selimut yang membungkusnya dan berjalan kearah jendela kamarnya.


"Belum pulang juga," ucap Jesselyn mengintip keluar dari balik gorden.


Gadis itu melorot kebawah, bersandar kedinding dan memeluk kedua lututnya. Ia merogoh saku piyamanya dan mengeluarkan ponsel. Beruntung masih ada beberap kontak yang tersimpan dimemori ponselnya, jadi dia dapat menghubungi mereka dengan nomor yang baru.


Jesselyn mengirim pesan yang ia ketik begitu cepat.


Ting


Ting


Ting


Beberapa pesan masuk ke ponselnya. Setelah membaca semuanya kembali ia mengetik dan mengirimnya.


Tapi aku takut, kalau kak Leon malah jadi marah gimana? (isi pesan yang dikirim Jesselyn)


No body knows, Jes. (Neta)


Yup! Si Neta bener, Jes. Siapa tahu kak Leon memang butuh kamu. (Dela)


Tapi kak Leon kalau marah seremnya ngalahin guru matematika kita dulu. (Jesselyn)


Tapi suka kan? (Neta)


Hahaha...aku sih mana baiknya buat kamu, jes! (Dela)


Ting


Ting


Ting


Berderet pesan masuk ia terima dati Neta dan Dela.


Hmmm


Jesselyn bangkit berdiri masih menggenggam ponselnya. Kembali melihat kearah luar dari balik gorden.


Dilihatnya jam pada ponselnya sudah lewat pukul delapan malam.


Kembali Jesselyn melorotkan tubuhnya, memeluk kedua lututnya dan menjatuhkan kepalanya diatas lututnya.


Kira-kira Jesselyn hatinya gimana ya??? Ada yang tahu?๐Ÿค”๐Ÿค”


...Tapi apapun itu, terimakasih masih ngikutin kelanjutan cerita ini. Jangan lupa like+komennya+vote+fave!!!!๐Ÿ˜๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2