Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Hasil Yang Sama


__ADS_3

"Selamat ya, Dit! Kamu jadi juara kelas dan umum lagi, jangan lupa traktirannya juga ya, Dit?" ucap Wina memberi selamat.


"Dasar lo, Win. Di otak lo yang ada makanan mulu, itu rahang juga butuh liburan kali."


"Hahaha... Emang sekolah Dit ada acara liburannya?" Jesselyn yang sedari tadi berdiri saja akhirnya mengeluarkan suara. " Tapi aku salut Dit, walaupun kamu harus bantuin orang tua kamu jualan setelah pulang sekolah kamu tetap bisa juara dan mempertahankan prestasi kamu."


"Kalau kita tekun dan selalu menggunakan waktu dengan baik, apa sih yang ngak mungkin? Iya kan?" ujar Dito berdasarkan pengalamannya.


"Wah..wah...wah...," Sinta bertepuk tangan mendengar perkataan Dito yang menurutnya luar biasa untuk diucapkan seorang anak yang masih sekolah. "Gue ngak nyangka selain lo pintar ternyata bijaksana juga Dit."


"Kalian liburannya pada kemana?" tanya Wina.


"Kalau gue sih sudah jelas bantu jualan di warung."


"Kalau gitu gue kerumah lo aja, Dit. Soalnya gue ngak kemana-mana liburannya, dari pada bosan di rumah mending bantuin lo aja."


"Terserah lo aja Sin, perasaan tiap hari tanpa diundang lo juga datang kerumah buat nyicipin masakan ibu gue," jawab Dito yang sudah berteman dengan Sinta sejak SD dan tinggal bersebelahan.


"Kalau aku bakalan pulang kampung, rindu ibu soalnya."


"Enak dong, nanti jangan lupa bawa oleh-oleh waktu balik ya Jes?"


" Iya, nanti aku bawain rumput teki yang ada di halaman rumah ibu dikampung."

__ADS_1


Hahaha..


"Ada-ada aja sih Jes," Wina mendengus kecewa mendengar jawaban yang diberikan Jesselyn karena tidak sesuai dengan harapannya.


"Mending kita foto-foto aja buat moment-moment akhir kelas XI. Dua minggu lagi kita bakalan jadi senior soalnya."


Mereka berfoto dengan berbagai posisi. Dito yang menjadi juru kamera hanya pasrah dan sabar saat teman-teman perempuannya itu menyuruhnya banyak hal dan menunggu saat akan mengambil posisi terbaik dan ternyaman mereka. Memintanya untuk memotret berulang-ulang.


"Sayang banget ya, coba ada Leo pasti kita da ditraktir rame-rame," melihat hasil jepretan Dito. "Tapi mau gimana lagi dia harus jagain mamanya dirumah sakit."


"Emang mamanya sakit apa Dit?"


"Mamanya terken flu ringan kemarin sore karena kehujanan pulang belanja."


"Orang kaya emang gitu ya, flu aja pakai dirawat di rumah sakit," Sinta menggeleng -gelengkan kepala membayangkannya.


"Iya deh Jes, iya... aku paham. Ngomong-ngomong si ganteng apa kabarnya?" menaik turunkan alisnnya sambil tersenyum pada Jesselyn. "Jadi pengen liburan ke rumah si om Bagas gue buat cuci mata, dirumahnya kan ada yang seger-segar menyehatkan."


"Emang es dawet menyegarkan?" Wina tertawa hingga orang-orang yang ada disekitarnya terkejut mendengar suaranya.


"Maaf ya, dia emang gitu kalau lagi senang ketawanya jadi lepas kendali," Jesselyn meminta pengertian pada orang-orang yang berada di dekat mereka. "Oh iya, aku pulang deluan ya soalnya nanti malam ada acara keluarga jadi mau bantu tante Lena belanja ke pasar dulu."


"Kita juga sudah pada mau pulang. Hati-hati di jalan ya semua dan sampai ketemu di kelas tiga nanti," Wina melambaikan tangannya dan berlari menuju Sinta yang sudah terlebih dahulu berjalan ke arah parkiran tempat motornya berada.

__ADS_1


"Hah........." menghembuskan nafasnya panjang.


"Hasilnya masih sama dengan semester lalu bertahan di peringkat sembilan padahal sewaktu sekolah yang dulu selalu dapat lima besar. Tapi ngak kenapa deh setidaknya aku naik kelas dan ngak ada yang remedial saat ujian kemarin," Jesselyn menghibur dirinya karena semenjak di sekolah yang sekarang peringkatnya jauh berbeda dari sebelumnya.


Saat ia berjalan melewati post satpam menuju rumah, sebuah mobil sedan berwarna hitam mengkilat berhenti dan seseorang yang berada di kursi penumpang memanggil namanya.


"Jes..?"


"Tante?" menghampiri Lena dengan berlari kecil. "Tante mau kemana?" ia juga melihat Leon yang berada di kursi pengemudi.


"Mau belanja buat acara nanti malam, kita kan mau barbequean. Kamu langsung ikut tante aja ya ngak usah pulang ganti baju, nanti kelamaan."


"Iya deh Tante"


"Kamu duduknya di depan aja nanti dikirain orang Leon supir lagi, hahaha...."


Jesselyn menuruti perkataan Lena dan duduk di depan. Leon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena perintah mamanya yang pernah hampir jantungan saat Leon mengemudi dulu. Saat SMA Leon sering sekali ikut balapan dengan teman-temannya tanpa sepengetahuan Bagas dan Lena pastinya. Alhasil saat Lena menyuruh Leon mengantarkannya kemanapun Lena akan selalu jantungan, tapi tidak lagi untuk sekarang karen mungkin Leon mengerti jika mamanya sudah cukup tua.


Ada banyak yang dibelanjakan Lena buat acara nanti malam dan kebutuhan mereka beberapa hari kedepan. Jesselyn selalu setia mengekorinya dari belakang sambil memegang beberapa kantong plastik berisi belanjaan.


"Sepertinya sudah cukup Jes, kita balik ke mobil sekarang, takutnya Leon ninggalin kita karena kebosanan."


"Ayo, tante"

__ADS_1


...Happy reading ya......


...Terimakasih sudah baca ceritanya...❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2