
Leon beranjak menuju kamarnya.
Ia merasa apa pun yang akan ia katakan tidak akan ada gunanya. Ia masa bodoh dengan apa yang mamanya katakan tadi, sehingga ia asal mengiyakannya saja.
"Tante harap kamu bisa akrab dan dekat dengan Leon ya nak, dia memang agak cuek dan keras kepala orangnya tapi sebenarnya dia anak yang baik kok."
"Semoga ya tante?"
"Ya udah, kamu ganti baju tidur kamu kita pergi ke pasar sekarang."
"Baik tante!"
Lena dan Jesselyn pergi berbelanja kebutuhan dapur disalah satu pasar tradisional. Disana mereka tidak lupa membeli beberapa jajanan pasar. Keduanya sangat menikmati kegiatan mereka tersebut. Sedangkan Leon telah berangkat ke kampusnya dengan motor kesayangannya yang diberikan papanya saat ia berusia delapan belas tahun.
Keesokan harinya seperti yang sudah direncanakan, Bagas mendaftarkan Jesselyn ke sekolah barunya dan membeli perlengkapan sekolah setelahnya.
***
"Pagi om, tante?" sapa Jesselyn yang kini telah memakai seragam sekolah barunya.
"Pagi sayang, kamu cantik banget dengan seragam sekolahnya,"puji Lena.
"Iya kan pa?"
Bagas tersenyum sambil memperhatikan orang yang dimaksud.
"Pagi semuanya...
__ADS_1
Tumben da pada ngumpul jam segini?"
"wah..." seketika Nadya melihat kearah Jesselyn yang kini tengah berdiri disampingnya.
"Kenapa kak Nad?"
"Kamu cocok banget dengan seragamnya.
Aku jadi pengen balik SMA lagi deh..."
Hahaha...
Bagas tertawa mendengar keinginan putrinya tersebut sedangkan Lena hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka duduk menikmati sarapan sambil mendengar celotehan Nadya yang mengenang masa-masa saat ia SMA.
Leon yang juga telah siap berangkat ke kampus menghampiri mereka di meja makan. Tanpa sengaja Jesselyn dan Leon saling bertatapan.
"Pagi kak Leon?" sapa Jesselyn
"Hem..."
Irit amat sih kak sama kata-katanya? ucap Jesselyn dalam hati.
Pagi ini merupakan salah satu pagi yang langka bagi keluarga Bagas, pasalnya sangat jarang bagi mereka untuk menikmati sarapan bersama seluruh anggota keluarga.
Setelah menyelesaikan sarapan meraka bersiap untuk melakukan rutinitas mereka diluar kecuali dengan sang nyonya rumah.
__ADS_1
"Hati- hati ya, pa bawa mobilnya?"
"Iya ma" sahut Bagas sembari memeluk istrinya yang kemudian masuk ke dalam mobilnya. Jesselyn yang akan diantar oleh Bagas pun berpamitan dengan Lena dan mencium tangannya.
Saat hendak memasuki mobil Nadya masih menyempatkan diri untuk menggoda Jesselyn.
"Jes, sukses ya buat hari pertamanya!" seru Nadya mengacungkan jempol.
"Iya kak, makasih dan doain aku ya?"
"Tenang aja semua pasti lancar kok.
Pasti banyak yang bantuin kamu kok Jes, apalagi kamu kan cantik, pasti banyak yang suka."
Belum sempat Jesselyn mengatakan kalimatnya, Nadya sudah berlari menuju mobil salah satu temannya yang ia tumpangi ke kampus pagi ini.
"Jes, ingat omongan aku pasti banyak yang suka sama kamu disekolah nanti" teriak Nadya dari jendela mobil tersebut.
Leon yang juga sedang memakai helmnya mendengar apa yang dikatakan Nadya. Ia hanya berdecak malas dan seketika mengarahkan pandangannya ke arah Jesselyn yang berdiri disamping pintu mobil yang terbuka.
Ia melirik penampilan Jesselyn dari atas hingga ke bawah sekilas dan langsung menyalakan motornya.
"Ma, Leon pergi"
"Iya nak, hati- hati ya?"
Leon langsung pergi tanpa berpamitan dengan papanya, Bagas yang menyadari hal tersebut hanya menghela nafas dan menyalakan mesin mobil, ia berangkat setelah Jesselyn masuk ke mobil. Ia akan terlebih dahulu mangantar Jesselyn ke sekolah dan kemudian berangkat ke kantornya.
__ADS_1
...Jangan lupa untuk support cerita ini ya teman-teman dengan memberikan like dan komentar yang mendukung....
...Terimakasih...❤️❤️❤️...