Dear Me Jesselyn Anastasya

Dear Me Jesselyn Anastasya
Diembat Orang


__ADS_3

Dert...


Derrttt…..


"Ganggu tidur aja sih, lagi mimpi indah juga tadi," Nadya menggerutu sambil mengangkat telpon dari seseorang yang sedari tadi menghubunginya tanpa melihat nama sipenelepon. 


"Kalau nelpon lihat- lihat waktu kali, tau ngak ini jam berapa? Punya sopan santun ngak sih? Ganggu orang tidur aja!" Nadya begitu kesal dan hampir meninggikan suaranya.


"Bukain pintu, bawel banget sih jadi orang" Jawab sipenelepon.


Nadya langsung melihat nama kontak yang sedang berbicara dengannya dan tersenyum sembari menyunggingkan bibirnya. 


"Buka aja sendiri, tumben minta dibukain pintu?"


"Bawel banget sih, cepat bukain pintunya? Aku lupa bawa kunci rumah tadi pagi."


"Lupa bawa kunci kan tinggal masukin password rumah aja kali! Ribet amat sih kak, makanya kira- kira dong kalau mau pulang malam," mengucek matanya karena begit mengantuk.


"Bukain pintu aja susah amat sih? Kalau password rumah ngak diganti aku juga da masuk dari tadi. Lagian kenapa tiba- tiba diganti dan kerjaan siap lagi?"


"Serius diganti kak? Kirain becanda ternyata papa marah beneran kali ini.


Ya udah kak, tidur diluar aja buat malam ini. Hahahaa…" Nadya tertawa kecil membayangkan kakaknya tidur diluar malam ini.


"Ngak lucu! Cepat buka kalau ngak aku bilangin mama kalau kamu bolos kuliah sama teman- teman kamu semalam hanya buat nonton konser," ancam Leon pada adik satu-satunya itu.


"Iya…iya… Ngancem aja taunya," Nadya beranjak dari tempat tidurnya menuju kelantai bawah. Ia langsung membuka pintu rumah dan menyambut kepulangan sang kakak dengan senyum yang sulit diartikan. 

__ADS_1


"Kamu kenapa senyumnya kayak seram banget gitu?"


"Seram dong kak, tuh lihat aja jam di dinding," Tepat pada saat itu jam menunjukkan pukul dua belas malam, tepat tengah malam. 


"Jangan becanda Nad, ntar kesambet beneran baru tau rasa."


Leon meletakkan helm yang sedari tadi ia pegang diatas rak sepatu yang letaknya tak jauh dari pintu rumah.  Leon membuka sepatunya dan ketika ia akan meletakkannya dirak ia sekilas melihat sepatu kets berwarna putih yang belum pernah ia lihat berada dirak.


"Tadi suara motor kak Leon ngak kedengeran waktu datang. Biasanya kalau datang pasti berisik. Tumben malam ini adem suaranya?"


"Mesinnya aku matiin diluar gerbang tadi. Aku dorong sampe garasi biar ngak berisik."


"Oh gitu, kirain motornya diembat orang lagi," goda Nadya yang hendak menaiki tangga kelantai atas menuju kamarnya. 


"Password rumah siapa yang ganti?"


"Kenapa?"


"Mungkin biar kakak ngak bisa masuk dan tidur diluar malam ini," Ledek Nadya sambil naik kelantai atas.


"Emang aku salah apa?"


"Salah kakak apa? Kakak ngak tahu atau pura- pura ngak tahu? Papa marah banget loh kak."


"Marah kenapa coba?"


"Yakin kak Leon ngak ngelupain sesuatu?"

__ADS_1


"Ngak.." jawab Leon dengan gampangnya.


"Dasar kak Leon susah kalau diomongin.


Pikir aja sendiri kak, aku ngantuk besok ada kelas pagi. Bye…"


"Nad,"


"Nadya?" Panggil Leon


Leon masih ingin bertanya akan apa yang terjadi namun Nadya seolah sedang mempermainkannya .


Nadya tidak menyahuti panggilan dari Leon, dia dengan cepat menaiki tangga dan melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.


Setelah Leon mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur ia langsung beristirahat. Leon mulai memejamkan matanya dan tiba- tiba ia teringat akan perkataan Nadya tadi.


"Ah..masa bodoh dengan omongan Nadya.


Salah? Bukannya aku memang sering dianggap salah sama papa?"


Leon yang merasa sangat mengantuk akhirnya tertidur dengan nyenyak.


...Hai readers...salam kenal ya......


...***Terimakasih buat kunjungannya. jangan lupa ninggalin jejak ya......


...Jangan lupa untuk support cerita ini ya teman-teman dengan memberikan like dan komentar yang mendukung***....

__ADS_1


...Terimakasih...❤️❤️❤️...


__ADS_2