Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 10


__ADS_3

Mendengar syarat Rama, papa dan mama Sarah ikut syok dengan syarat Rama.


“Apa ? Rama, kenapa secepat itu, tinggal lah dulu beberapa hari di rumah mama, mama masih ingin bersama Aishe yah?” ucap ibu Sarah


“Ma, Rama beli rumah untuk di tempati bukan di kosongin ma, lagian kan dekat bukan di luar negeri ma,” jawab Rama


"Tapi Ram...." ucap ibu sarah yang terhenti saat tuan Salim menepuk nepuk pundak istrinya itu.


"Sudahlah ma, biarkan Rama dan Aishe menempati rumah mereka, berikan mereka ruang agar mereka segera memberikan kita cucu, Rama juga ada benarnya, sudah saatnya mereka mandiri" jelas Tuan Salim.


“Ma, nanti Aishe akan rajin datang berkunjung ke sini ya, mama tenang saja “ balas Aishe


Mendengar penjelasan Aishe dan suaminya, ibu Sarah akhirnya tersenyum dan memeluk Aishe, seakan tidak rela berpisah dengan menantu kesayangannya itu.


“Kita berangkat Ma, assalamualaikum” ucap Aishe


“Hati – hati yah, Aishe, Rama jaga menantu mama” balas ibu Sarah


“Iya Mam” ucap Rama


Di perjalanan Aishe meminta izin ke Rama untuk menepikan mobil di sebuah toko perbelanjaan, Rama kembali membatin “Shoping ? apakah ini watak asli wanita ini ?".


Sesampai nya di Airport, Aishe berlari mencari Amira dan akhir nya ketemu dan Aishe memeluk Amira untuk meluapkan rasa rindu dan termasuk segala masalah yang di hadapinya, Aishe menangis sesegukan dalam pelukan kakak nya itu.


“Hei kenapa menangis ? kakak akan kembali lagi” ucap Amira


“Kakak, Aishe nggak mau sendiri…” rengek Aishe


“Kenapa sendiri, ada Rama bersamamu” Balas Amira

__ADS_1


Rama hanya tersenyum mendengar Amira, sedangkan dan batin Rama kembali berceloteh setelah melihat Aishe menangis sesegukan di tinggal kakak nya “Cengeng skali wanita ini, saat beradu kata denganku dia tampak garang“ tersenyum sinis.


Sebelum berangkat Amira membisikkan Aishe “Dalam rumah tangga itu wajib untuk ikhlas dan Aishe hanya perlu menunjukan ke suami Aishe kalau Aishe itu patut untuk di sayangi, caring dan sweet, pernikahan itu bukan tujuan Aishe tapi perjalanan, kamu harus bisa memenangkan hati Rama untuk menikmati perjalanmu sayang".q¹


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aishe tiba di sebuah rumah yang terbilang mewah di kawasan elit, Aishe melihat pekarangan rumah yang hanya warna hijau tanpa ada tanaman berwarna lain,


“Rumah ini ada tiga kamar, di lantai atas satu dan di bawah dua, dapur nya akan kamu tahu sendiri nanti nya, “ ucap Rama


"Baiklah, aku memilih kamar bawah saja" balas Aishe


"Apa maksudmu?" tanya Rama


"Kenapa bertanya, apakah kau ingin sekamar denganku?" balas Aishe


"Apakah kau tidak ingin ?" ucap Rama yang melangkah mendekat Aishe dengan senyum sinisnya.


sedangkan Rama melangkah dengan cepat dan menyudutkan tubuh Aishe sampai ke dinding, Rama perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Aishe yang sudah memerah, spontan Aishe memalingkan wajahnya, Rama tersenyum dan membisikkan ke telinga Aishe "Kau malu ? untuk apa, aku sudah melihat semuanya bahkan sudah mencicipinya sayang" ucap Rama dan segera berlalu meninggalkan Aishe yang masih syok di tempatnya, Rama kembali tersenyum tipis dan membatin "Welcome home Aishe, hari - harimu akan di mulai".


Aishe yang sudah sadar dari syoknya, mengehembuskan nafasnya "Aishe kau harus tenang, kau pasti bisa menghadapinya" dengan melirik foto Rama yang terpajang di dinding rumah, Aishe melanjutkan aktifitasnya dengan sibuk memperhatikan setiap ruangan dengan menggerutu “Rumah ini bagus, luas tapi seperti penjara, hanya ada dua warna hitam dan putih, hmm, aku harus mengubah nya supaya nyaman”.


"Kenapa ?? tak semegah rumah papa ?” ucap Rama yang mengagetkan Aishe


“Tidak, hanya saja tidak sesuai selera “ jawab Aishe


“Aku sanggup memberimu istana yang lebih megah dari milik papa tapi aku sengaja membeli nya rumah ini untuk perempuan matre sepertimu, supaya membuat mu jera” ucap Rama


“Ini kunci nya” timpal Rama kembali

__ADS_1


“Bukan itu maksudku…..” jawab Aishe


"Stop, aku mau keluar” ucap Rama


“Mau kemana ?”tanya Aishe


“Bukan urusan mu” jawab Rama


Akhir nya Aishe memasuki kamar dan menata pakaian nya, serta menuju dapur, dapur yang sangat megah namun isi kulkas hanya ada beberapa buah dan roti persiapan breakfast, pelayan di rumah itu sengaja Rama berhentikan agar memberi pelajaran ke Aishe, justru Aishe lebih senang tanpa pelayan karena Aishe suka memasak dan bersih – bersih.


Aishe berinisiatif ke toko karena perutnya tiba - tiba merasa keroncongan karena makan terlalu sedikit di rumah tuan Salim, Aishe membuat sandwich ala kadarnya dengan bahan seadanya yang tersediandi kulkas, setelah merasa kenyang Aishe ke kamar dan tidak lupa Aishe juga menyimpan makanan untuk Rama, jam sudah menunjuk pukul 01.00 dini hari, aishe sudah tertidur sedangkan Rama yang pulang larut merebah kan diri di kursi ruang tamu “Dimana wanita cengeng itu, sudah tidurkah dia”. ucap Rama.


Rama sambil memegang kepala nya mencium aroma masakan di meja makan, Rama berjalan menuju ruangan makan dan membuka tempat masakan yang terbuat dari keramik, ternyata itu masakan kesukaan Rama, Rama makan dengan lahap “Enak juga sandwich buatan si cengeng itu”.


Setelah makan, rama kembali ke dalam kamar, melihat Aishe yang sedang tertidur pulas, dengan memakai baju tidur lumayan tipis, leher dan pundak putih mulus Aishe terlihat jelas, Rama hanya menelan slavina nya, Rama duduk dan menggerutu dalam hati “Rama stop, jangan lihat, jangan luluh dengan wajah nya, jangan sentuh dia... kau pasti bisa, dia wanita licik dan matre, ayolah Rama, " akhirnya Rama tidur dengan memunggungi Aishe.


Pagi menjelang, Aishe sudah menyiap kan segala kebutuhan Rama, sarapan dan menyetrika pakaian Rama, Aishe juga memasang dasi Rama, walau di antara mereka tidak ada percakapan, semuanya masing sibuk dengan memberi tatatpan yang datar.


"Sini aku pasang" ucap Aishe datar


"Hmm" balas Rama


Rama terlalu tinggi untuk Aishe akhirnya dia menjinjing tapi aishe pun tidak sampai, melihat Aishe kesusahan Rama menunduk dan wajah, spontan Wajah mereka menjadi sangat dekat.


“sudah, biar aku saja, kaki mu terlalu pendek, leherku sakit“ ucap Rama dengan nada sinis


"Iihhhhhh dasar suami tidak tahu terimah kasih, untung surga terletak di bawah kaki suami, kalau tidak tidak sudah ku cincang mulut pedas nya itu" gerutu aishe yang sebalnya level 9. ( level cabe kali hihihi by author ).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Rama ke kantor dengan style yang masih sama, hanya saja semenjak menikah Rama sudah tidak terlalu menjadi pusat perhatian untuk kaum hawa karena status nya sudah berubah, setibanya di ruang kantor handphone rama berdering dan melihat nama Tasya di layar handphone nya.


__ADS_2