
ANAK PUNGUT GAK SEHARUSNYA DI SAYANG SEPERTI LAYAKNYA ANAK KANDUNG. DEMI ANAK PUNGUT SEORANG AYAH RELA MENGUSIR ANAK KANDUNGNYA SENDIRI.
PERGI DARI KEHIDUPAN KAMI, LO CUMA ANAK PUNGUT:LEON ARGANTA.
Deg!! Seperti di sambar petir, rasanya hati Laura seperti di tisuk oleh ribuan jarum. Nafasnya tak beraturan menandakan shok yang sangat besar. Sakit hati terbesar yang pertama kali pernah ia rasakan. Seluruh tubuhnya bergetar, bagaimana jika Leon tau? Mungkin Leon akan lebih sakit hatinya dari dirinya.
"Sayang" panggil Leon yang tidak mendapati Laura berada di dalam.
Laura buru buru mengusap air matanya dan menyembunyikan secarik kertas yang berada di tangannya. Namun telat, Leon sudah mengetahui jika Laura menyembunyikan kertas itu.
Leon menyergitkan dahinya, "Kamu nyembunyiin apa? Coba liat" Leon mencoba merebut Kertas yang Laura sembunyikan di belakang punggungnya, "Kamu juga, kenapa nangis", Laura semakin terisak ketika Leon mengatakan itu. Tak tahan lagi.
"Sini coba liat, gak boleh ada rahasia rahasia" ucap Leon tegas, Laura perlahan memberikan kertas origami berwarna biru itu kepada Leon, dengan cepat Leon mengambilnya dan membaca isi tersebut.
__ADS_1
Leon tersenyum nanar, matanya memerah seperti menahan tangis "Ohh.
"Hiks.... Hiks.... " Laura semakin menjadi jadi. Leon membawa Laura kedalam dekapannya mencoba menguatkan satu sama lain, "Aku udah tau ko, gak usah nangis.
Leon menyimpan dagunya di puncak kepala Laura, tak terasa tetesan air mata meluncur dan berdiam tepat di puncak kepala Laura. Ya Leom menangis, dia juga manusia yang bisa merasakan patah hati.
"Aku tau kamu pasti sakit banget ya?" Laura mendongak menatap Leon.
"Kata siapa? Ya nggak dong, kan Leon kuat" Leon tersenyum, namun Laura juga tau kalo senyuman itu bukan senyuman bahagia maupun senang melainkan kehancuran.
Leon menghela nafas berat, dan menatap istrinya lekat, "Kalo di bilang aku hancur, ya hancur La. Anak mana yang gak hancur setelah mengetahui kalo dia bukan anak kandung orang tuanya. Tapi kalo aku rapuh, mungkin kamu juga ikutan rapuh dan bakalan terus kepikiran ini terus. Aku gak mau itu terjadi, Lauraku harus terus tersenyum, terus bahagia gak boleh sedih. Oke" Leon tersenyum kembali dan mengusap air mata Laura yang berada di bawah matanya.
"Aku mencoba kuat demi kamu. Jadi suami, aku harus bisa jadi contoh buat istri dan anak anak aku kelak.
__ADS_1
Hati Laura mencelos bahagia, begitu bersyukur dirinya mendapatkan suami seperti Leon ini. Bagaimana jadinya dulu kalau seandainya ia tidak jadi menikah dengan Leon, mungkin dirinyalah yang akan merasakan rugi begitu besar.
"Aku beruntung banget punya kamu, jangan pernah pergi dari aku. Tetap sama aku terus sampai kita punya baby Shera dan baby Shaka. Sampai rambut kita memutih dan sampai melihat cucu cucu kita lahir" Laura tersenyum simpul membayangkan akan semua itu.
"Iya sayang aku janji.
"Nanti sepulang sekolah mau anter aku ke rumah mama nggak? Aku mau bilang makasih sama mereka, udah saatnya aku hidup tanpa mereka."
"K -kamu yakin??
"Iya kenapa enggak, tapi aku juga bakalan sering main ke rumah mama, dan aku juga bakalan tebus semua jasa mereka kelak" ucap Leon.
"Yaudah, aku temenin yah" Laura tersenyum hangat.
__ADS_1
"Udah jam setengah enam, kita makan dulu, tuh makanannya keburu dingin, udah itu ganti baju langsung kesekolah deh" suruh Leon, Laura mengangguk.