
Putri merasa malu ,dia masih terdiam dan menundukan kepalanya. Rasanya kejadian di masa lalu nya membuatnya terpukul .
Tapi arya yang merasa penasaran , berusaha menenangkan putri tak sedikitpun memberikan penekanan untuk menceritakan apa yang sebenarnya pernah terjadi terhadap calon istrinya itu.
Mendekatkan diri ke tubuh putri , memberikan pelukan hangat dengan usapan usapan lembut di kepalanya . Sebelum memikirkan rangkaian kata bujuk rayu kepada putri untuk menceritakannya ,hanya itu yang dapat dia lakukan.
"Tiap orang punya masa lalu yang membuat dirinya merasa sedih ,bukan cuma kau saja. Sudah jangan menangis lagi" melepaskan pelukan nya mengusap lembut airmata yang membasahi pipi putri
dengan sedikit canggung putri mengusap wajahnya dengan kasar.
"Maafkan aku kak"
"Apakah aku boleh mengetahui nya??
Putri masih terdiam tidak menjawab
"Baiklah ,jika kau tak ingin menceritakannya. Aku tidak memaksa"
"Maafkan aku kak, aku rasa mungkin jika tidak di jodohkan tidak ada satupun laki-laki yang mau menikahiku "menjawab dengan wajah sendu dan berkaca-kaca menatap arya.
Arya mengkerutkan keningnya "Alasannya ??
"Dia..... " belum melanjutkan ucapannya putri kembali menangis
"Aku hampir di lecehkan kak " kembali menangis dengan sesegukan
"Dia ? Siapa dia ? Arya masih menanggapi penuturan putri dengan santai . Dia berusaha selembut mungkin mengorek informasi agar putri dapat berkata sepenuhnya yang dia alami
__ADS_1
"Temanku kak "
Arya menyodorkan air mineral ,"Di minum dulu gih ,udah jelek makin jelek wajahmu mewek terus"
"Makasih kak"
ternyata dia tak seburuk yang ku fikirkan.*batin putri
"Masih hampirkan ? Semua belum terjadi kan ? " ucap arya lembut yang masih menatapi wajah polos putri
" iya kak "
" sudahlah lupakan saja, dulu tak ada yang melindungimu. Tapi sekarang kau punya aku " ucap arya dengan tersenyum simpul
" Tak akan ada lagi yang berani mengganggumu , kau tenang saja " imbuh arya
putri hanya mengangguk , dia masih bingung mau berkata apa. Dia tak pernah menyangka ternyata arya tak seburuk yang dia nilai sebelumnya.
"baik kak ,kak arya tunggu disini saja. Aku buatkan dulu sarapan di bawah"
"Cuci wajahmu dulu sebelum keluar kamar, nanti mereka pikir aku melakukan macam-macam denganmu"
"Baik kak"
setelah kekamar mandi mencuci wajahnya putri pun keluar kamar menuju dapur membuatkan sarapan untuk arya.
Arya kembali merebahkan diri di kasur berukuran big size milik putri . Dengan kedua tangan di bawah kepalanya arya menatap langit langit dinding kamar putri .
__ADS_1
*siapa dia ?? beraninya mencoba menyentuh gadisku . jangan harap kau selamat . Lihat saja nanti !!
πππππππππππππππ*
Putri kembali ke kamar membawa nampan berisi makanan . Hanya satu piring nasi goreng yang ada di nampan itu .
" ini kak makanan nya , maaf ya membuatmu menunggu " meletakkan nampan di meja
" hmm " tak perlu banyak bicara arya beranjak bangun dari tempat tidur menuju sofa . sebelum memakan nya dia mengkerutkan keningnya " kenapa hanya satu ?? "
" eh , kurang ya kak ?? Maaf biar aku buatkan lagi "
" bukan itu maksutku !!
" Terus ??
" Kau diet ?? "
pertanyaan arya membuat putri menepuk jidatnya sendiri
dasar bodoh !! bagaimana bisa aku membuatkan makanan kak arya melupakan makanan untuk diriku sendiri !!*batin putri
"maaf kak aku lupa" dengan polosnya ucapan itu dengan mudah lolos di ucapkan putri
"sudah sudah ,kita makan berdua saja"
"tidak usah kak ,nanti aku bisa meminta pelayan untuk membuatkan sarapan untukku"
__ADS_1
tapi arya tetap menyuapkan makanan untuk putri
"ini perintah!!! "