
Semoga terhibur ☺️.
Diana merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit langit kamarnya ia berpikir merencanakan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
ia mengambil handphone yang berada di atas nakas lalu mengetik benda pipih berbentuk persegi tersebut.
On call
" *Mel gimana Lo udah mau Nerima tawaran gue?. " Tanya Diana.
" Iya gue mau, tapi kalau sampe gue di pecat Ama bos Lo harus Carikan pekerjaan untuk gue gimana. " balas Amel.
" Lo tenang aja Mel urusan pekerjaan mah gampang. " ucap Diana.
" Oke kalau begitu gue setuju. " ucap Amel.
" Jadi kapan nih kita beraksi. " tanya Amel.
" Ya mulai besok lah, ya udah gue tutup dulu telponnya. " ucap Diana.
End call.
Diana tersenyum menyeringai.
🍭🍭🍭
Di tempat lain jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam.
Kali ini Naisya memasak makanan untuk Suaminya, ia mengambil cilemek dengan sigap ia memotong sayuran di sela sela Naisya memasak Suaminya datang menghampiri nya memeluk dari belakang sambil meletakkan dagunya di bahu istrinya.
__ADS_1
" Kok mas kesini Alfan udah tidur mas. " tanya Naisya sambil mengaduk aduk masakannya di wajan.
" baru saja dia tidur lalu mas langsung kesini. " ucap Adit Sambil mencium leher Naisya.
" Mas jangan ganggu aku deh duduk di sana aja mas. " balas Naisya merasa geli dengan kelakuan suaminya.
" Mas mau bantu kamu sayang. " ucap Adit.
" Ngebantuin apa mau mengusilin. " gerutu Naisya.
" Mau ngebantuin sayang, mas tidak melakukan macam macam di sini, kecuali di kamar nanti mas memintanya lagi. " bisik Adit ke telinga istrinya dengan suara lembut.
" dasar Suami otak mesum itu aja pikirannya nggak ada pikiran lain apa. " celetuk Naisya.
" Ada pikiran lain. " sahut Adit.
" Apa?. " ucap Naisya.
" Sama aja mas. nggak ada bedanya. " tukas Naisya.
" beda kok sayang, beda kata beda arti. " ucap Adit tak mau kalah.
" Sini mas bantuin, " ucap Adit mengambil pisau meracik bawang.
1 jam kemudian.
Selesai makan malam sepasang suami istri itu kembali ke kamar nya.
" Mas aku capek jangan macam-macam, jangan buat istri mu dosa nolak suaminya. " ucap nya seraya memejamkan matanya.
__ADS_1
" Mas tidak melakukannya, mas mau istirahat, " ucap Adit memeluk erat tubuh istrinya.
Keduanya pun terlelap dalam tidurnya menuju mimpi masing masing.
☘️☘️☘️
Seperti biasanya Naisya bangun lebih awal memasak makanan untuk suaminya setelah memasak ia menyiapkan pakaian suaminya.
Naisya mengantar suaminya sampai halaman rumah.
" Sayang mas berangkat dulu ya. " ucap Adit mencium kening istrinya.
" Iya mas hati hati, Jaga mata mas ada Mak lampir tuh di kantor awas aja sampe kepincut. " Ucap nya dengan nada penuh penekanan.
" Iya istriku sayang, " ucap Adit lalu berangkat ke perusahaan.
Di perusahaan seperti biasanya karyawan berlalu lalang memasuki lobby perusahaan Adit dan Alex baru saja sampai di perusahaan lalu menuju lift khusus presdir.
Adit Menuju ruangan, Diana yang melihat langsung menyapa Orang yang paling penting di perusahaan ini.
" Pagi tuan, " sapa Diana Tersenyum.
Adit hanya mengangguk kan kepalanya sedangkan Alex menatap dengan tatapan dingin ke arah Diana, Diana Tersenyum sinis ke arah Alex.
Diana menghampiri meja Amel, Amel yang tengah fokus dengan pekerjaannya tapi di ganggu oleh Diana.
Duarrr...
" Eh Lo ngagetin aja, " ucap Amel sontak terkejut.
__ADS_1
" Lo ingat Kan kata gue hari ini kita mulai rencananya. " ucap Diana.
.