Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 20


__ADS_3

Saat tiba di Airport Rama memutuskan untuk pulang ke rumah, dari dalam lubuk hatinya yang terdalam Rama sangat merindukan Aishe yang di luar jangkauan mata nya selama beberapa hari ini, Rama tiba tepat jam menunjukan pukul yang sudah larut, Rama mendapati Aishe yang tengah tertidur pulas, Rama yang sangat merindukan Aishe, rasanya ingin sekali Rama mencium dan memeluknya tapi bayangan Baim dan Aishe kwmbali terngiang – ngiang di benak Rama yang sulit Rama untuk terima, akhirnya Rama hanya merebahkan tubuhnya memunggungi Aishe dan ikut tidur tanpa menyentuh Aishe sedikit pun.


Adzan subuh berkumandan, Aishe yang terbangun melihat sosok lelaki yang di cintainya tengah tidur pulas di sampingnya “Jam berapa dia pulang, aku sangat merindukannya” bisik Aishe dengan menatap lekat wajah Rama, tepat pukul 06.00 pagi Aishe membangunkan Rama sesuai kebiasaan Rama, Aishe mengusap lembut wajah Rama seperti biasa, namun Rama yang tersadar menghempaskan tangan Aishe dan beranjak dari pembaringan ke ruang ganti.


Aishe sedih mendapat perlakuan kasar dari Rama, Aishe kembali mengusap air matanya dan segera menyediakan sarapan kesukaan Rama, di dapur Aishe yang tengah sibuk tiba – tiba mendengar handphone Aishe berdering, dia melihat ada pesan dari sahabatnya Ema yang membagikan sebuah berita tentang “Model Top dan Wakil Direktur muda ternama “ dan dengan sangat jelas foto Rama dan Tasya sedang bergandengan tangan di sebuah mall di Hongkong sangat mesra. Aishe tetap menguatkan dirinya untuk tidak menangis dan ingin menanyakan hal tersebut ke Rama.


Rama yang sudah siap ke kantor menghiraukan sarapan buatan Aishe, "Sayang sarapan dulu yaa..”ucap Aishe dengan lembut dan senyum tipis.


Rama hanya membalas dengan tatapan sinis.


“Sayang sini salam dulu,” ucap Aishe dengan meraih tangan Rama tapi Rama tidak mengizinkannya.


“Sudah lah, wanita sepertimu baik di hadapanku tapi di belakang kau sangat murahan, tak ada bedanya dengan wanita club di luar sana, murahan !!” ucap Rama dengan tajam


Aishe tidak bisa menerima ucapan Rama dan segera meraih handphone miliknya dan memperlihat kan foto Rama dan Tasya, “Bagaimana dengan mu ??? foto kamu dengan dia di Hongkong ?!” ucap Aiishe tegas


Rama hanya memberi tatapan tajam dan berlalu dari hadapan Aishe, kepergian Rama membuat Aishe menangis, mengingat kembali ucapan Rama sejak awal mereka menikah “Aku akan membuat kamu menyesal menikah denganku”, ucapan Riima yang mendukung Rama untuk berpoligami”, Aishe juga mengingat semua moment manis saat Rama dan Aishe tertawa, pelukan dan makan bersama.


Berita terpopuler sedang di tayangakn di berbagai media tentang Rama dan Tasya, sebagai sahabar Ema dan Cika tahu betul bagaimana perasaan Aishe akhirnya mereka segera menemui Aishe untuk mengetahui keadaannya. Sedangkan Rama yang sedang perjalanan menuju Kantor kembaki memukul ganggang stir mobil sport miliknya “Siial, siapa yang berani menyebar foto berdua ku dengan Tasya saat di Hongkong”. Gerutu Rama


...****************...


Rama tiba di kantor dan memanggil Sinta ke ruangannya, “Sinta hal apa yang penting saat aku tidak ada di kantor” ucap Rama datar


“Tidak ada tuan, hanya saja tuan Salim mencari tuan” balas Sinta

__ADS_1


“Ok, kembalilah” balas Rama


“Sial, Papa sudah tahu” batin Rama


Rama meraih handphone yang berada di saku jas miliknya lalu membaca pesan singkat tuan Salim “Kamu dan Aishe kerumah, Papa tunggu malam ini !”.


Di sudut lain, Ema dan Cika yang sudah berada di rumah Aishe berusaha menenangkan Aishe, “Aishe walaupun kamu tidak ingin cerita tapi kami tahu ini berat untukmu, jangan menanggungnya sendiri” ucap Ema dengan memeluk Aishe


“Aishe jangan salahkan dirimu Aishe, ayolah jangan diam saja, Rama yang salah sudah bersama wanita lain di Hongkong” ucap Cika dengan memeluk Aishe.


“Tidak apa –apa, tidak ada masalah” ucap Aishe dengan tenang dengan menahan air matanya.


“Aku siap – siap dulu ya, untuk makan malam di rumah Papa dan Mama mertuaku, aku tidak mau telat “ ucap Aishe


“baiklah Aishe, everything gonna be ok” balas eEma dan Cika, dan mereka berpelukan.


...****************...


“Rama, bagaimana kau menjelaskan tentang artikel itu !?” tanya tuan Salim


“Apa yang kamu lakukan di Hongkong” tanya tuan Salim kembali


“Itu hanya accident Pa, itu kerjaan reporter yang sedang mencari makan” jawab Rama


“Papa dont care about reporter, yang Papa tanyakan apa yang kamu lakukan di Hongkong dan mengapa kamu kesana dengan perempuan lain !!!!” ucap tuan Salim.

__ADS_1


Rama hanya diam mendapat amukan tuan Salim.


!


“Kamu tahu, yang kamu lakukan sudah merusak nama baik Papa, Mama, mertuamu dan nama baik perusahaan kita, Papa kecewa sama kamu” ucap tuan Salim


“Maaf Pa, ini salah Aishe, saat itu Aishe keluar rumah sebelum mendapat izin dari Rama, untuk bertemu teman Aishe, teman Aishe lelaki tapi Papa Mama demi Zat yang nyawaku ada padaNYA, dia hanya teman Aishe, tidak lebih.” Ucap Aishe dengan tangisnya, Aishe berjalan mendekati Rama dan memegang tangan Rama “Sayang, maafkan Aishe, dari ujung kepala hingga kaki, Aishe tidak bermaksud lancang” ucap Aishe dengan sesegukan.


Tuan Salim mengangguk - agguk tanda memahami situasi yang sebenarnya terjadi di rumah tangga anaknya itu.


“Rama, Aishe sudah minta maaf, kita sebagai seorang pemimpin keluarga, Khalifa tidak boleh bertindak sebelum mengetahui masalah dengan jelas “ ucap tuan Salim.


Rama melihat air mata Aishe yang berjatuhan merasa hatinya teriris,”Aishe i am sorry” ucap Rama yang berat dengan tatapan sendu ke Aishe, lalu mencium kening Aishe.


“Rama, suami istri itu selalu saling melengkapi, Papa tidak akan sampai tahap ini jika tanpa Mama, jadi Papa mau ini masalah terakhir Papa dengar” jelas tuan Salim.


...****************...


Di tempat lain Baim menjelaskan semuanya kepada Ema dan Cika tentang permasalahan yang terjadi antara Baim dan Aishe, setelah itu Baim pun berencana untuk mengajak Cika taarufan, mereka berinisiatif untuk membantu Aishe menjelaskan ke Rama kesalah pahaman tersebut. Setelah makan malam dirumah tuan Salim Rama dan Aishe pulang kerumah mereka, dengan suasana yang masih canggung, Rama masih dengan mode datar nya sedang kan Aishe juga mulai diam menunggu Rama menjelaskan sosok Tasya, tapi mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Keesokan harinya,“Tuan, ada yang ingin bertemu” ucap Sinta


“Siapa? Cancel pertemuan untuk hari ini” balas Rama


“Tapi ini katanya mendesak tuan” ucap Sinta

__ADS_1


mendengar ucapan Sinta, Rama menyerngitkan alisnya.


__ADS_2