Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 207 (S2)


__ADS_3

Salam hangat ❤️.


Luna mengetuk pintu kamar Alfan, Alfan membuka pintu sontak terkejut.....


Luna melihat Alfan hanya menggunakan celana B*xer, Ia bertelanjang dada.


" Aaaa.... " Teriak Luna memejamkan matanya.


Alfan yang juga terkejut melihat Luna yang ada di depan kamarnya, dengan cepat Alfan menutup pintu kamarnya memasang kaos santai di rumah lalu membuka pintu kamar nya lagi.


Lagian nih orang sakit memakai pakaian kek mau mandi aja, Orang sakit Bukanya rebahan di tempat tidur memakai baju panjang pake selimut ini malah tidak dasar aneh. Gumam Luna mulutnya komat Kamit.


Alfan yang melihat Luna bergumam kedengarannya matanya masih terpejam mulutnya terus berkomat Kamit membuat Alfan tersenyum kecil.


" Sudahlah buka mata kamu. " Ucap Alfan menyandarkan tubuhnya di Pintu.


" Tidak mau, aku tidak ingin mata ku yang polos melihat yang tidak tidak. " Balas Luna yang masih memejamkan matanya kedua tangannya masih memegang nampan.


" Buka lah aku sudah memakai baju. " Ucap Alfan lagi.


Luna membuka matanya, lalu menyerahkan nampan itu ke Alfan.

__ADS_1


" Nih untuk kamu, makan yang banyak supaya lekas sembuh." Ucap Luna lalu meninggalkan Alfan.


" Tunggu, Masuk lah suapin aku. " Ucap Alfan.


Luna membalikan badannya menatap Alfan heran.


" Apa aku nggak salah dengar, kamu mau minta suapin sama aku. " Ucap Luna menunjuk dirinya sendiri.


" Iyalah, Bukanya orang sakit harus di manja. " Ucap Alfan.


" Kamu itu siapa nya aku? lagian baru kenal juga hdehh. " Gerutu Luna.


" Siapa tau kita bisa lebih akrab dengan cara kamu menyuapi aku makan. " Ucap Alfan lagi.


" Ya sudah kalau nggak mau kembalikan makanan ini ke dapur. " Ucap Alfan meletakkan nampan ke atas meja yang di dekat pintu kamarnya.


Ini orang kelakuan kek anak kecil, malah pake merajuk segala lagi nggak ingat usia .Batin Luna.


" Baiklah akan aku suapin. " Ucap Luna.


Luna masuk ke dalam kamar Alfan, Alfan menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Suapan demi suapan sudah di makan Alfan. Bubur ada yang belepotan di pinggir bibir Alfan Luna mengambilkan tisu melap sudut bibru yang belepotan.

__ADS_1


Wajah Luna dengan wajah Alfan hanya berjarak beberapa Centi, hembusan nafas Alfan begitu terasa di wajah Luna, Alfan menatap lekat wajah Luna, seketika pandangan bertemu Luna menatap lekat bola mata Alfan.


Luna merasa detak jantung nya saat berdekatan dengan Alfan merasa lebih cepat detak jantungnya berdegup kencang. Alfan juga merasakan hal yang sama.


Di depan pintu Ada yang mengintip siapa lagi kalau bukan Naisya, Dira.


" Lihat Dira, mereka baru kenal sudah sedekat itu pandangannya juga lama. " Bisik Naisya ke Dira.


" Iya mom, Kayaknya cocok kak Luna Ama kak Alfan. " sahut Dira.


" Iya iyalah Mereka cocok, Luna juga cantik Alfan ganteng sangat serasi. " ucap Naisya Sambil tersenyum melihat anaknya sedekat itu sama wanita yang ia inginkan.


" sebaiknya kita turun sebelum ketahuan sama mereka. " Ucap Naisya menarik tangan Dira.


Luna tersadar segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Nah habiskan aku mau keluar. " ucap Luna merasa canggung.


" Aku sudah kenyang, Terimakasih sudah mau menyuapi ku. " Ucap Alfan.


" Iya sama sama. " Balas Luna tanpa melihat ke Alfan lalu keluar dari kamar.

__ADS_1


Terimakasih ❤️.


__ADS_2