
Salam hangat ❤️.
Di perusahaan Pratama Group.
Alfan yang serius melakukan pekerjaannya di depan laptop melihat lewat dokumen yang dikirim oleh karyawan nya lwat email.
Helen memasuki perusahaan banyak karyawati yang menyapanya tapi ia acuhkan wajah nya yang di angkat nya menunjukan ke angkuhannya kalau ia akan menjadi nyonya Pratama Group. para karyawati yang menyapanya tidak sepadan dengan dirinya baginya.
Helen masuk ke ruangan Presdir masuk tanpa permisi langsung nyelonong masuk itu sudah kebiasaannya, buat apa selang mengetuk pintu kalau ia sebentar lagi akan menjadi istri nya seorang Presdir.
" Sayang..... aku kangen sama kamu. " ucap Helen menghampiri Alfan lalu memeluknya dan belakang dagunya ia letakkan di bahu Alfan.
Alfan tidak menghiraukan kedatangan Helen ia tetap fokus pada layar laptop yang ada di depannya.
" Sayang, apa kamu tidak kangen sama Helen yang paling cantik ini. " ucap Helen yang terus bergelayut manja.
Lagi lagi Alfan bersikap acuh, Helen mendengus kesal ia langsung berdiri hadapan meja Alfan lalu menutup laptop itu.
" Helen apa yang kamu lakukan. " Tukas Alfan.
" Aku tidak ingin laptop ini menganggu kamu, gara gara laptop aku di acuhkan. " Ucap Helen manja lalu duduk di pangkuan Alfan lalu mengalungkan tangannya ke leher Alfan.
__ADS_1
" Bisa tidak kamu tidak berperilaku seperti ini. " ucap Alfan yang merasa jengah dengan sikap Helen, biasanya Alfan menyukai kelakuan manja Helen tapi sekarang tidak ia sekarang merasa hambar apabila di dekat Helen.
" Kok kamu seperti itu, biasanya kamu menyukai dengan sikap aku seperti ini. " ucap Helen.
" Sayang, kita ke Mall yuk sudah lama kita tidak jalan jalan ada model terbaru di mall sayang, tas, high heels, baju, berlian ayo kesana aku tidak pengen ketinggalan model yang aku pengen. " ucap Helen menarik tangan Alfan.
Helen selalu seperti itu ia bertemu dengan Alfan karena ada maunya apa yang keinginannya harus terwujud Alfan keturunan terkaya di Indonesia jadi ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kekayaan Alfan untuk kesenangan dirinya.
" Kamu tidak lihat aku sedang kerja. " ucap Alfan.
" Tidak perlu, kamu kan seorang Presdir di sini ngapain kamu susah susah kerja suruh aja asisten kamu si Rio itu. " ucap Helen.
" Dasar wanita materialistis, kamu datang menemui ku hanya ingin blackcard ku saja. " Gumam Alfan.
Alfan membuka dompetnya lalu menyerahkan satu blackcard ke Helen, sambil tersenyum kecil.
" Makasih sayang muach muach. " ucap Helen sembari mencium pipi Alfan.
Rio masuk ke ruangan Presdir, Ia melihat Helen yang memegang satu Blackcard Rio hanya menatap dingin ke arah Helen.
" Ya udah aku pergi dulu, semangat terus kerjanya sayang cari uang yang lebih banyak untuk nyenengin kekasih kamu ini. " ucap Helen lalu keluar dari ruangan Presdir.
__ADS_1
Di saat Helen keluar beberapa karyawati menggosip kan tentang Helen yang terkenal wanita materialistis, ada juga yang tahu kalau Helen sering berkencan dengan om om tetapi karyawati itu tidak ingin memberitahu ke Alfan cukup diam saja.
Helen berjalan lenggak-lenggok sambil menunjukkan blackcard nya, ia berniat pamer kepada semua karyawati. Yang lain pada menatap nya.
" Apa lihat lihat mau ini juga? nih gue kasih lihat ya ngelihat saja Kalian merasa untung ya kan karena kalian tidak akan bisa memiliki blackcard ini hanya gue yang bisa memiliki sedangkan Lo pada terkesan kurang mampu gitu ya oppsss. " Ucap Helen dengan wajah angkuhnya
" Sampe kapan Lo duduk di situ sampe tua? ya elah itu namanya gak nikmatin hidup coba kaya gue sering nyalon, shopping sepuasnya memanjakan diri. " ucap Helen lalu berjalan sambil mengibaskan rambutnya.
Yang mendengar ucapan Helen banyak menggeleng gelengkan kepalanya, ada juga yang merasa kesal.
" Kesal nya gue sama nenek sihir itu sombongnya gak ketulungan pengen gue cabik cabik tuh mulut Ama tubuhnya. " ucap salah satu karyawati.
Di dalam ruangan Alfan duduk santai Sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kehormatannya sambil mengetuk bolpoin ke mejanya.
" Bos apa tidak salah memberikan Blackcard dengan gampangnya ke nona Helen, biasanya bos memberikan kartu yang lain. " ucap Rio.
Alfan hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil.
Terimakasih ❤️.
__ADS_1