Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 17


__ADS_3

Rama mendekatkan wajahnya dengan wajah Aishe “ Tadi, aku liat teman – teman mu sangat paham tentangmu “ ucap Rama dengan memberi tatapan sinis.


“K-an mereka teman ku, jadi wajar” balas Aishe dengan gugup


“Aku tidak suka, aku ingin semua tentang mu hanya aku yang bisa mengetahui nya” balas Rama


“Baiklah, aku akan....” ucap Aishe


Aishe belum menyelesaikan ucapan nya Rama dengan sigap menutup bibir Aishe dengan ciuman, ciuman yang lembut, membuat Aishe terdiam dan masih merasa gugup dengan perubahan Rama yang sering terjadi dan menjadi terasa aneh untuk Aishe, melihat Aishe yang masih syok Rama menghentikan ciuman nya “Aishe bernafas” ucap Rama pelan dengan senyum tipis nya.


Aishe yang masih bingung tersadar dengan ucapan Rama dan kembali menghembuskan nafas nya, Aishe sangat malu dan bersiap untuk lari tapi Rama tiba – tiba menghentikan langkah Aishe lalu Rama menggendong nya dan membawa Aishe ke kamar tempat surga rumah mereka, Rama melakukan penyatuannya kembali dengan Aishe, penyatuan kali ini dengan perasaan dengan perlakuan Rama yang begitu lembut, membuat Aishe yang gugup ikut hanyut dan berinisiatif melakukan lebih dulu, kali ini Rama mengalah dengan membuat Aishe melakukan apa yang diinginkan perasaannya.


Aishe mendominasi dengan mencium lembut pipi Rama dan leher jenjang Rama, membuat Rama memejam kan mata dengan kelembutan bibir Aishe, Rama sudah tidak bisa mengontrol semua perlakuan Aishe padanya, “Sayang kau semakin pintar” bisik Rama, sedangkan kesadaran Aishe sudah menipis dengan posisi Rama yang sudah meraba seluruh area sensitif Aishe.


Sebagai lelaki Rama hanya memberi Aishe kesempatan sekali dan setelah itu Rama kembali mendominasi, Rama mengukuh tubuh Aishe dan melakukan penyatuan yang indah, membuat suasana ruangan menjadi ******* untuk kesekian kalinya.


...****************...


Ke esokan hari nya, Aishe mendapat undangan makan siang dari Baim, Ema dan Cika di sebuah Cafe, Aishe sudah meminta izin ke Rama sedangkan Rama yang mendengar Baim akan ikut hadir, akhirnya Rama mengurungkan niat nya ke kantor, Aishe yang tengah bersiap untuk bertemu dengan Ema, Cika dan Baim, sudah berlarian menuju pintu.


“Suamiku aku pergi dulu ya “ ucap Aishe dengan tergesa – gesa


“Bukannya lunch ?” tanya Rama


“Iya tapi banyak hal yang akan kami bicarakan, semua pekerjaan rumah sudah selesai, kami berencanan kumpul lebih awal” balas Aishe dengan memakai kets kesayangannya.


“Baiklah” ucap Rama datar


Aishe sedang melangkahkan kakinya dan masuk kedalam mobil, sedangkan Rama yang tadinya berjalan mengikuti langkah Aishe juga ikut kedalam mobil yang Aishe gunakan.


“Loh, mobil sayang kan di sana ?” ucap Aishe


“Aku bosan memakai mobil itu, aku mau kamu yang mengantarku ke kantor “ balas Rama

__ADS_1


“Tapi kan.....” ucap Aishe


“Tapi kenapa ?” balas Rama


“Oke baiklah” ucap Aishe


“Ingat hati – hati, kalau mobil ini lecet, satu goresan biaya perbaikannya pke M” balas Rama


“What ??? M ?? ya ampun” ucap Aishe


Aishe mengendarai mobil sangat pelan, seakan Aishe baru belajar menyetir, sedangkan Rama melihat aishe menahan tawanya, “Kamu mau makan di cafe mana ?” tanya Rama


“Di Cafe ####” balas Aishe


“Baiklah kita ke cafe” ucap Rama santai


“Kamu nggak ke kantor ?” balas Aishe yang syok


“Kamu ??!” ucap Rama dengan sinis


“Nggak, udah telat, kamu nyetir nya kaya keong” ucap Rama


Mendengar jawaban Rama, Asihe menggerutu dalam hati “Dasar aneh, kalau cepat dia protes, bawel, kalau lambat masih bawel, aduhh kenapa mesti ikut sih, ntar suasananya jadi canggung lagi hmmmmm”. Rama melihat Aishe yang memberikan tatapan kesal menyembunyikan senyum nya “Ternyata seru juga bikin dia marah “ batin Rama.


Sesampai nya diparkiran cafe tersebut, Aishe menghembuskan nafas nya “Akhirnya sampai juga dengan selamat, kalau tidak, aku akan di bantai nya kalau sampai mobil ini lecet” batin Aishe.


“Aishe are you okey ?” ucap Rama


“Hu’um yes, sure,” balas Aishe dengan mode bingung


Rama yang melihat Aishe kembali menyunggingkan senyum nya yang sangat tipis, Rama dan Aishe segera memasuki Cafe dan mencari posisi Ema, Cika dan Baim, saat Aishe melihat Ema dan Cika seperti biasa kehebohan terjadi, Rama kembali membatin “Ketemunya kemarin sekarang ketemu lagi, loncat loncat, peluk – peluk, serasa belum ketemu 10 tahun hmmm wanita ini “. Sedangkan Baim yang tadi nya terlihat ceria melihat kedatangan Aishe saat itu sedikit lebih diam karena kedatangan Rama, sorot mata Rama seakan – akan ingin memangsa nya, karena itu Baim yang juga biasa nya heboh menjadi sedikit lebih kalem.


“Aishee ayo makan, aku lapar nungguin kamu, kamu lama sekli” ucap Cika

__ADS_1


“Ayo, ayo, makan makan” balas Aishe ceria


Rama kembali merangkul Aishe dan mempersilahkan Aishe duduk di samping Rama, sedangkan Baim sedikit menjaga jarak dan duduk berada di antara Cika dan Ema, “Kamu nggak papa makan di tempat seperti ini ?” ucap Aishe ke Rama, Rama yang mendengar kata kamu, memberi tatapan tajam ke Aishe.


“E-eh maksud aku, suamiku sayang, tidak apa-apa kan makan di tempat seperti ini?” tanya Aishe kembali


Ema, Cika saling bertatapan penuh isyarat dan senyum - senyum layaknya mereka yang sedang berada di posisi Aishe.


“its oke” jawab Rama dengan senyum


“Kalau tidak sesuai selera sayang, nanti aku masakan kembali saat di rumah” balas Aishe dengan tersenyum manis.


Ema dan cika kembali tersenyum melihat Aishe bahagia sedangkan Baim hanya tersenyum masam melihat perlakuan Rama yang menurut Baim, membuat Aishe tidak nyaman. Saat semua menikmati makan siang dengan ngobrol ringan tiba – tiba dari kejauhan lelaki dengan jas casual, tidak kalah tampan nya dengan Rama mendekati mereka, “Aishe ?” ucap Imran


“Bang Imran ?” ucap Aishe


“Iya saya” balas Imran


Rama melihat Aishe berjabat tangan dengan Imran kembali mengaktifkan mode datar nya “Siapa lagi lelaki ini, si perempuan cengeng ini ternyata punya banyak kenalan lelaki hmm” batin Rama.


“Apa saya mengganggu ?” tanya Imran


“Oh tidak abang, silah kan ikut gabung bersama kami” balas Aishe


“Oh iya makasih,” balas Imran dengan duduk tepat di hadapan Aishe.


“Sudah pesen ?” tanya Imran


“Iya abang sudah, gimana abang mau pesan apa ?” balas Aishe


“Hmm jus saja, abang nggak bisa lama – lama, oh yaa pesan lagi, nanti abang yang traktir kalian semua hari ini” ucap Imran tanpa memperhatikan Rama, Imran hanya terus menatap Aishe.


“Tidak usah abang, hari ini Aishe yang teraktir untuk merayakan pernikahan Aishe” ucap Aishe

__ADS_1


“Menikah ? kamu menikah ?” tanya Imran syok


“Iya abang, ohh sorry, kenalkan he’s my husband Rama” ucap Aishe dengan memperkenalkan Rama kepada Imran


__ADS_2