
Setelah membaca surat yang di tinggalkan Aishe untuk Rama, membuat Rama sangat geram dan meremas kertas tersebut dengan amarah dan menggerutu “Baiklah, ini yang kamu inginka, pergi tanpa izinku, waktu untuk berpikir ?? jangan coba menguji kesabaranku Aishe, memelas maaf darimu, mimpi kau Aishe, well, back to your mother, jangan harap aku akan menjemputmu” , ego Rama.
Keesokan hari nya, Rama ke kantor dengan suasana berubah menjadi mencekam, tatapan Rama seakan ingin memangsa semua karyawan yang berada di kantor, tak ada hal baik dalam kantor yang terjadi, Rama hanya marah dan melempar apapun yang tidak sesuai dengan keinginannya, Sinta salah satu korban uring –uringan Rama.
“Sinta, buatkan aku kopi” perintah Rama
“Baik tuan” Balas Sinta dengan gugup
Rama kembali menghancurkan gelas kopi yang di tengteng nya “Sinta kopi ini kau beri racun ? kenapa pahit sekali, cepat ganti” ucap Rama
“Baik tuan," Ucap Sinta tegang, dia berlari ke dapur kantor dan segera membuat kopi yang baru.
"Silahkan tuan” ucap Sinta kembali
“Sinta, apakah ibumu tidak pernah mengajarkan kamu membuat kopi yang enak ? ganti “ ucap Rama
“Sinta, tidak akan ada pria yang ingin menikahi mu jika caramu membuat kopi seperti ini” timpal Rama kembali
“Sinta aku ingin makan siang tanpa nasi dan tidak boleh berbau amis, dan bukan makanan yang berlemak, harus makanan yang sehat”
“Sinta apakah kau bodoh, bagaimana bisa aku lunch dengan makanan hambar seperti ini, ganti”
“Sinta apakah kau mendengarkan aku? Bagaimana bisa aku makan hanya garpu, seperti ini wajib dengan sumpit, ganti”
Sinta yang sedari tadi ingin menangis karena kelelahan dan emosi yang di tahan dalam hati nya sudah tidak terbendung lagi, Sinta menangis sesegukan di meja kerjanya, sedangkan para karyawan lain melihat Sinta hanya bisa memberi Sinta semngat dari jauh. Group chat perusahaan sudah di hebohkan dengan perilaku Rama yang sedang berantem dengan istri nya, para karyawan melakukan acara doa bersama kedamaian untuk nyonya Aishe berada sisi tuan Rama agar bisa membuat suasana kantor menjadi tempat yang tenang dan bekerja sesuai fungsinya.
Dering telfon kembali berbunyi, “Sinta cepat keruanganku “ ucap Rama
__ADS_1
Sinta hanya mampu menyeka air matanya dan berlari keruangan Rama,“Aku ingin kau mengurus semua pelayan di rumahku untuk kembali bekerja dan hari ini, sediakan juga sopir yang baru untuk ku, aku lelah menyetir” perintah Rama
“Baik tuan, ada lagi?” tanya Sinta kembali
“Kenapa, perintahku terlalu sepele ?” balas Rama sinis
“T-t-idak tuan, baik, permisi” ucap Sinta dengan berlari menjauh dari ruangan neraka tersebut dengan menghela nafas nya.
Tuan Salim masih belum mengetahui keadaan kantor karena tuan Salim sedang dalam perjalan dinas keluar Negri, Rama pulang kerumah dengan sopir pribadinya yang baru, mendapati rumah dalam keadaan bersih dengan para pelayan, namun korban uring – uringan Rama saat dirumah adalah mang Dadang penata halaman rumah Rama, dan pak Sapri sopir pribadi Rama yang baru.
“Mang Dadang, ke ruangan kerja saya sekarang” ucap Rama melalui henditalk nya
“Baik tuan” balas mang Dadang
Mang Dadang sudah memasuki ruang kerja Rama dengan jalan menunduk, tidak berani untuk menikmati kemegahan rumah tersebut karena dia tahu jika rumah tersebut dipenuhi dengan kamera CCTV.
“Maaf tuan, t-t-idak tuan” balas mang Dadang dengan gugup
“Rumput di halaman seperti nya sudah mulai tumbuh liar, apakah mang Dadang tidak bekerja sesuai dengan tugas mang Dadang?” ucap Rama kembali
“Maaf tuan, s-s-sa-y-a kerja sesuai dengan tuan perintahkan setiap harinya” balas mang Dadang dengan gugup
“Baiklah, ikut saya” ucap Rama
Lalu Rama bergegas keluar ruangan menuju halaman dengan membawa sebuah mistar/ruler sedangkan mang Dadang yang berjalan mengikuti langkah Rama hanya bisa menelan ludah dan menyeka keringat dingin yang mengalir di wajah nya karena sudah tahu maksud dari tuan nya itu.
“Lihat rumput di halaman ini” ucap Rama sambil menacapkan mistar tersebut
__ADS_1
“Apakah mang Dadang melihatnya?” ucap Rama kembali
“I-i-iya tuan, maaf” balas Mang Dadang
“Rumput nya sudah melewati batas 1 cm, aku tidak mau tahu, aku ingin besok semua nya sudah rata “ ucap Rama lalu kembali melangkah ke dalam rumah nya
“I-i-iya tuan,” balas mang Dadang dengan gugup.
Dari kejauhan pak Sapri melihat mang Dadang dan tuan nya itu berbincang tidak punya keberanian mendekat, saat Sapri melihat Rama memasuki kembali istana nya, Sapri memberanikan diri mendekati Dadang dan bertanya, “Maaf mang, saya Sapri sopir barunya tuan, tadi tuan kenapa ya ?” tanya pak Sapri
Dadang menghembuskan nafas nya berat “Seperti nya tuan uring – uringan di tinggal nyonya, aku di suruh motong rumputnya wajib rata seetinggi 1 cm pak, coba gimana bisa ngukur rumput saat di potong, aduhh pusing aku” ucap mang Dadang sambil menepuk nepuk jidat nya.
“Uwalahhh mang, aku juga hari in di omeli terus sama tuan, hanya karena ada debu yang nempel di mobil, belum lagi sehari ini tuan 5 kali gonta ganti mobil, mana markirnya di 3 tempat yang berbeda mang, padahal aku baru kerja 7 jam “ucap pak Sapri sambil melihat jam dan juga menepuk nepuk jidatnya
“Kita senasib yaa pak” ucap mang Dadang
“Iya mang” ucap pak Sapri dan mereka berdua bersamaan mengembuskan berat nafasnya.
“Tapi mang kapan nyonya pulamg ?” tanya pak Sapri
“Nah itu yang aku nggak tahu, aku Cuma lihat nyonya keluar membawa koper, selebihnya nggak tau lagi dah, selama ini aku hanya berada di halaman, nggak berani masuk rumah, liat wajah nyonya aja bisa beruntung dalam sehari itu hmmm” jelas mang Dadang
“Ohh gitu yaa mang, semoga aja nggak ada masalah yaa.. aamiin “ balas pak Sapri.
Rama hanya menghabis kan waktu dalam ruang kerja nya membaca buku dan mengingat Aishe, dengan sesekali melihat layar telfon nya, Rama berharap Aishe menelfon untuk minta di jemput tapi bayangan Aishe di buyarkan oleh Rama yang masih tetap kekeh dengan ego nya, Rama ke dapur untuk membuat kopi karena para pelayan sudah tidak bekerja saat larut, Rama mencoba menggunakan mesin pembuat kopi yang tersedia namun Rama merasa masih berbeda dengan buatan Aishe yang memiliki ciri khas “Dia membuat kopi menggunakan resep apa ya, kok bisa beda rasa nya, kopi di dapur kan yang juga dia gunakan” gerutu Rama.
🌷🌷🌷
__ADS_1
telat update karen aktfitas padat, i am so sorry 🌷🌷