Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 26


__ADS_3

Rama melihat wajah istri nya yang pucat itu tidak ingin memaksa seperti biasa nya, Rama sadar ingin mengubah sikap kasar nya ke Aishe dan menuruti semua keinginan nya, Rama ingin menjadikan Aishe wanita paling bahagia di dunia ini, “Baiklah sayang, ayo kita ke kamar istrahat” balas Rama


Pagi hari Rama menemukan Aishe sedang menangis sesegukan di dapur “Hey sayang, kenapa menangis ?”tanya Rama dengan mengusap lembut pipi Aishe, "Aishe rindu Ayah sama Bunda, aku sudah telfon ayah tapi tidak di angkat juga” balas Aishe dengan menangis sesegukan


“Yaa sudah ayo kita ke rumah bunda sama ayah, aku akan mengantarmu” ucap Rama lembut


"Benarkah ? baiklah, ayoo" ucap Aishe polos, dengan segera mengusap air mata nya dan berjalan ke pintu utama, Aishe hanya mengenakan pakaian rumah dan setelan hijab yang biasa di kenakan saat di rumah untuk berberes saat itu sedang berlari ke dalam mobil dan membuat Rama kebingungan “Aishe, tidak ganti baju dulu ?” tanya Rama


“Tidak, aku mau segera bertemu mereka” jawab Aishe manja


“Baiklah, tunggu sebentar, aku ambil kunci mobil nya dulu” ucap Rama


Rama yang saat itu juga hanya mengenakan setelan casual membatin “Ada apa dengan dia, tidak biasanya dia meninggalkan rumah dalam keadaan tidak rapi, walau ke rumah orang tua biasanya dia sangat rapi” batin Rama


Sesampai di rumah kedua orang tua Aishe, dia berlari dan menekan bel, ibu Tias terkejut saat membuka pintu rumah nya, melihat Aishe yang berdiri di depan pintu bersama suami nya,“Assalamualaikum bundaa, bundaaa” teriak Aishe


“Sabar sayang” ucap Rama


“Waalaikumsalam sayang, ehh Aishe ka.....” balas ibu Tias dengan membuka pintu rumah nya


Ibu Tias belum menyelesaikan ucapan nya Aishe sudah masuk ke rumah, Aishe brlari menuju dapur sedangkan Rama melihat nya keheranan dan ibu Tias pun berpikir yang sama, “Ehh silahkan masuk nak Rama” ucap ibu Tias


“Iya Bunda” balas Rama


“Maafin Aishe yaah yang tidak punya sopan santun kalau dirumah, soal nya dia kalau bunda masak kari ayam, indra penciuman nya sangat tajam, makanan favorit dia” jelas ibu Tias


“Iya bunda nggak papa, Rama yang mau minta maaf, sudah mengganggu Bunda sepagi ini, “ ucap Rama

__ADS_1


“Bunda seneng kok” balas ibu Tias


“Bun, aku rindu masakan kari buatan bunda, hemmm harum nya,” ucap Aishe sambil memegang mangkuk yang berisi kari ayam dan berjalan menuju ruang tamu


“Hey sayang yang sopan, kok makan di sini, minta mbok siapin, kita makan bersama, masa iya Rama kamu nggak ajak” ucap ibu Tias


“Nggak usah Bunda, Aishe hanya mau bertemu Ayah, Ayah di mana sih, di telfon nggak pernah angkat” ucap Aishe


Rama mendengar Aishe hanya bisa membatin dan memperhatikan tingkah Aishe didepan bunda nya “Anak ini aslinya begini saat dirumah nya sendiri, sedikit jahat, makan sendiri, mana tu kari liat nya enak lagi” batin Rama yang menggertu


“Loh kok Cuma kari nya yang di santep, ayam nya nggak ?” tanya ibu Tias


“Nggak bunda, ayam nya amis” jelas Aishe


“Loh kok amis, ayam itu baru bunda beli sam mbok di supermarket, nggak amis kok” ucap ibu Tias


“Sudah ah, Aishe mau pulang, Ayah nggak ada, sibuk terus nggak perhatian sama anak nya, bye assalamualaikum” ucap Aishe dengan ketus dan meninggalkan ruangan tersebut berjalan menuju mobil


“Sudah nak, maafin Aish yah, tapi Bunda sudah tahu kok, kamu jaga baik - baik Aish kedepan nya lebih intens lagi ya?” ucap ibu Tias


“Tahu?? Mati aku, bunda tahu kalau aku dan Aishe baru saja baikan ? Aishe cerita sama bunda nya masalah keluarga kami? Aduh Aisheeeee” batin Rama,


“Nak Rama ?” ucap ibu Tias yang menyadarkan Rama dari lamunanya


“Ehh maaf Bunda, iya bunda, Rama permisi dulu” ucap Rama dengan mengejar Aishe


Saat perjalan pulang, Aishe kembali menangis sesegukan, membuat Rama bingung “Aishe kenapa nangis lagi?” tanya Rama

__ADS_1


“Aku mau ketemu Ayah, Ayah sibuk kerja dan dinas, bikin males” bals Aishe dengan sesekali menyeka air mata nya


“Sudah sudah, kalau gitu kita ke rumah Papa aja yah, Oapa nggak sibuk kok, anggap saja Papa itu Ayah, kan sama” ucap Rama lembut dan berusaha menenangkan Aishe


“Cengeng nya istriku ini,”batin Rama


Setiba nya dirumah tuan Salim, Aishe hanya menyapa sebentar dan meminta izin untuk ke kamar istrahat, Rama kembali kebingungan dengan tingkah Aishe yang tidak biasa nya tidur pagi, sedangkan ibu Sarah dan tuan Salim merasa biasa saja.


Tuan salim dan Rama bergegas ke kantor, sedangkan Aishe masih lelap dalam tidurnya, Rama berpamitan sedangkan ibu Sarah menyarankan semua pelayan untuk tidak berisik menantu kesayangannya sedang istrahat, pikiran ibu Sarah yang sudah melanglang buana karena Aishe terlihat sangat lelah, ibu Sarah berpikir itu adalah tindakan dari pergulatan mereka semalam, Rama dan Aishe.


Aishe seharian hanya ibadah, makan dan tidur lagi, Rama pulang kerja pun mendapati istrinya juga sedang tertidur, walau begitu Rama sangat bahagia, dia mengecup kening Aishe. Saat sedang makan malam bersama, suara bel berbunyi, pelayan yang telah membuka pintu memberi tahukan jika yang berkunjung adalah tuan Santoso, mendengar kata Santoso Aishe kembali ceria dan berlari memeluk ayahnya,“Ayah, Aishe kangen banget sama ayah” ucap Aishe manja


“Ayah sudah datang, Aishe tidak marah lagi kan?” tanya Ayahnya


“Iya ayah,”ucap Aishe yang masih memeluk ayah nya


“Hemm ternyata Aishe sangat manja sama ayah nya” batin Rama.


“Eh tuan Santoso, mari kita makan bersama, tidak biasanya kita kumpul seperti ini” ajak tuan Salim, begitupun ibu Sarah mengajak ibu Tias untuk ikut acara makan malam mereka. Suasana senda gurau begitu terasa, mereka sangat bahagia, terutama untuk tuan Salim tidak biasanya berada di moment kekeluargaan.


...****************...


beberapa saat kemudian, acara makan malam usai, Tuan Santoso sudah berpamitan terdengar suara teriakan “Mama, I am coming “ teriak Rima


Ibu Sarah dan tuan Salim mendekati sumber suara,”Welcome back sayang” ucap ibu sarah


“Rima,” ucap tuan Salim dan memeluk putrinya itu

__ADS_1


Rama dan Aishe yang sedang berada di lantai atas pun ikut menuju ke sumber suara, Rima memeluk Rama, sedangkan untuk Aishe Rima tidak di pedulikan“Mama, Papa kenalin yaa dia Kenzo, calon suami Rima” ucap Rima dengan senyum bahagia


Kenzo yang tiba – tiba muncul dengan sopan “Assalamualaikum, I am Kenzo, nice to meet you” ( Assalamualaikum, saya Kenzo, senang bertemu anda ) ucap Kenzo sambil menyalami semua yang berada di temapt itu.


__ADS_2