
Salam hangat ❤️.
Acara selanjutnya berdansa, Alfan dengan Luna pun berdansa walau ada merasa canggung di antara keduanya.
Helen yang melihat cemburu, Ada om om yang berperut buncit rambutnya ada uban menghampiri Helen yang sedang memantau Alfan Luna dari kejauhan.
" Nona Cantik mau kah kamu berdansa dengan saya. " Ucap Om itu sembari mengulurkan tangannya.
" Saya tidak mau berdansa dengan kamu, saya tidak Sudi berdansa apalagi dengan kamu yang udah tua. " Ucap Helen Ketus.
" Ayolah Nona, kalau mau akan saya kasih uang tapi temani saya malam ini sampai besok. " Rayu Om.
" Maaf om saya tidak bisa. " Ucap Helen matanya terus memperhatikan Luna Alfan berdansa.
Mau sih mau siapa juga yang nolak uang apalagi dari om om yang kelihatan banyak duitnya, tapi gue ingin memberikan pelajaran sama cewe itu jika tidak ada cewe itu udah gue terima tawaran dari om om itu. gumam Helen.
Selesai berdansa di persilahkan mencicipi makanan yang sudah di sediakan Secara prasmanan.
__ADS_1
Luna yang menjauh dari tempat keramaian, Helen yang melihat langsung beranjak dari tempat duduknya mengikuti Luna.
Luna yang sedang mengangkat telpon, Helen berdiri di belakang Luna sambil melipat kedua tangannya di atas dadanya.
Luna selesai menelpon lalu membalikkan tubuhnya ia terkejut melihat wanita yang tiba tiba ada di belakangnya yang tidak pernah ia kenal nya.
" Senang bertemu kamu di sini. " Ucap Helen Tersenyum kecil.
" Memang nya Anda siapa? apakah pernah berjumpa sebelumnya?. " Tanya Luna sambil menautkan kedua alisnya.
" Oh tidak baru kali ini bertemu! Perkenalkan nama ku Helena kekasihnya Alfan. " Ucap Helen mengulurkan tangannya sambil menampakkan wajah angkuhnya.
" Anda jangan banyak omong, Saya minta jauhin Alfan jangan mencoba coba mendekati nya. Silahkan pulang sendiri jangan minta antar sama Alfan jadi cewe jangan manja nih saya kasih uang buat taksi. " Ucap Helen.
" jangan Nyolot bisa tidak, Wahai nona saya tidak akan pulang sendiri dia yang menjemput saya maka dia juga yang harus mengantarkan pulang." Balas Luna.
" Lo beraninya sama gue hah. " Ucap Helen yang bicara tidak seperti tadi anda, saya kini Lo gue.
__ADS_1
" Kenapa gue harus takut, emang nya Lo siapa hah sama sama makan nasi darah sama merah ngapain gue takut cuihhh. " Ucap Luna Tersenyum sinis.
" Gue minta jauhin Alfan sebelum gue bertindak lebih jauh " Tukas Helen.
Alfan datang menghampiri kedua wanita yang bertengkar.
" Ada apa ini. " Ucap Alfan ia menoleh ke arah Helen yang ada juga di acara ini.
" Helen kenapa kamu ada di sini. " Ucap Alfan.
" Apa kamu lupa beberapa hari yang lalu bukanya aku dan kamu ingin bareng ke acara ini, tapi kenapa ada wanita ini. " Ucap Helen bergelayut di lengan Alfan.
" Helen, apa kamu tidak ingat aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa apa jadi berhentilah bersikap agresif seperti ini. " Ucap Alfan melepaskan tangan Helen dari lengannya.
" Luna lebih baik kita pergi dari sini, jangan bertemu dengan wanita ini lagi. " ujar Alfan.
" Kesihan, ngaku ngaku jadi kekasih nya Eh oops mantan nya ya malu banget pastinya apalagi di hadapannya gue. " Ejek Luna ke Helen Tersenyum senang.
__ADS_1
Terimakasih ❤️.