
Lagi - lagi dalam perjalanan Rama dan Rima hanya sibuk membahas wanita - wanita yang suka menempel pada Rama, "Semuanya terdengar memiliki kelebihan yang aneh, seksi ? memakai pakaian branded ?membuat ku ingin muntah," batin Aishe yang hanya diam dan melihat pemandangan sepanjang perjalnan.
Mereka bertiga tiba di sebuah butik milik desainer ternama, Rama lebih dulu berjalan dan Aishe mengikuti nya, Desainer tersebut kagum dengan kecantikan Aishe yang natural.
“Nyonya Rama ? you are so beautiful, tuan Rama sangat beruntung memilih anda “ ucap Desainer tersebut
“Makasih “ balas Aishe dengan senang
Sedangkan Rama dan Rima hanya diam dan tidak peduli apa yang desainer itu katakan, mereka masih dengan wajah datar nya.
Di ruang meeting tersebut selain desainer juga hadir seorang manager wedding organizr yang akan mengatur tempat dan segala perlengkapan pesta pernikahan mereka.
“Jadi konsep yang seperti apa yang tuan dan nyonya Rama ingin kan ?” tanya WO
“Dia seperti nya menyukai kemewahan like a princess, atau outdoor booking satu pulau, gimana Aaishe ?” tanya Rima yang juga ikut memberi saran dalam acara pernikahan mereka dengan nada sinis nya.
“Yaa ampun kakak beradik sama watak nya, judes dan suka menjatuh kan” batin Aishe
“Ram, mau konsep yang gimana ?’ tanya Aishe ke Rama
Rama hanya sibuk dengan handphone nya dan menjawab “ I really don’t care “ membuat Aishe geram.
“Baik lah, apakah nyonya Salim punya konsep yang di beritahukan ke pada anda ? karena saya belum sempat berbincang – bincang masalah konsep pernikahan dengan nya “ tanya Aishe
“Aduh, ribet, pilih sendiri kan kamu yang nikah, kolot banget” ucap Rima
WO tersebut menjelas kan konsep yang pernah di inginkan untuk pernikahan anaknya oleh nyonya Salim, sedangkan Aishe yang mendengarkan penjelasan WO tersebut hanya memberi masukan bahwa dia ingin nampak sederhana saja, selanjutnya desainer mengajak Aishe untuk mencoba gaun yang sudah di rancang untuk Aishe.
“Rama, why she’s always say ask to mama ? she’s di don’t have decision” gerutu Rima
__ADS_1
“Ram, dengar kakak, apakah kamu harus menikahi nya ? look at that ? OMG “ ucap Rima
“Kak, I really really dislike her but ini permintaan mama dan papa, aku hanya anak lelaki mereka, tanggung jwab ku berat” balas Rama
“I know Ram, tapi nggak harus kaya gini,” ucap Rima
“Kita akan lihat sampai mana dia akan bertahan, aku juga sangat tidak menyukai nya” ucap Rama dengan sinis
...****************...
Aishe yang periang terlihat pendiam menjelang hari pernikahan nya, ayah dan bunda Aishe sedikit khawatir “Bun, apakah ini pilihan yang tepat untuk anak kita ?” tanya pak Santoso
“Iya ayah, ayah tenang saja, doa kita banyak keberkahan yang akan menjaga Aishe kita” jawab ibu Tias untuk menang kan suami nya
“Sebentar lagi anak yang manja itu akan menjadi milik orang lain, ayah berharap dia bisa berbahagia “ ucap Santoso
...****************...
Rima berada di rumah sedang berdebat dengan mama nya, Rima tidak terima memiliki adik ipar yang kolot seperti Aishe.
“Ma, kita ini keluarga terpandang, masih banyak yang bisa menjadi menantu mama yang lebih baik dan berkelas” ucap Rima
“Diam kamu, mama tahu mana yang terbaik untuk anak – anak mama, termasuk memilih kan jodoh untukmu dan adik mu, Rima!!” balas ibu Sarah dengan amarah
“What ? no mam, no, kenapa sih mama tidak pernha dengar pendapat kami sebelum mengambil keputusan “ ucap Rima
“Rima, kenapa setiap bertemu mama, kamu memberi mama tekanan tanpa tahu dasar keputusan yang mama buat untuk hidup kamu dan R ama” balas ibu Sarah
“Oh fine, Rima akan pergi, Rima muak pulang hanya mendengar ocehan mama, sialhakn pilih itu menantu kesayangan mama yang baik menurut mama, tapi Rima tidak akan terima dia sebagai adik ipar Rima.” Ucap Rima.
__ADS_1
...****************...
Tuan Santoso dan tuan Salim sedang bertemu dengan membahas bisnis investasi, sedangkan Rama melihat nya tersenyum sinis, Rama mengarahkan kamera handphone miliknya dan mengirim pesan ke pada Aishe “Temui aku di taman”.
Aishe dan Rama bertemu di taman dekat rumah Aishe, Rama memperlihat kan foto saat ayah Aishe dan tuan Salim menandatangani kontrak. “So, apakah kamu masih ingin menikah dengan ku, melihat kenyataan ayah mu sudah menjual mu?” ucap Rama sinis
“Ayah tidak menjual ku, ayah membuat kontrak karena ayah mampu menjalan kan tanggung jawab “ ucap Aishe dengan kesal
“Tanggung jawab ? seperti nya selain kolot, kau juga bodoh tidak tahu membaca situasi, baik lah jika kau masih keras kepala ingin menikah denganku, aku pastikan kau akan menyesali nya dengan memilihku” ucap Rama dan berlalu
Aishe mendengar ucapan Rama merasa hati nya sesak, karena Aishe tidak bisa melakukan apapun mengingat ayah mengidap sakit jantung.
Aishe pulang dengan wajah sedih, Amira menyadari adik nya nampak risau mendekati nya dan memberi kan saran yang terbaik, Amira mengajak Aishe ke sebuah mall untuk berbelanja sepuas nya, nonton dan time zone, setelah puas dengan segala aktifitas "We time nya" mereka akhirnya pulang, di perjalan Amira memulai percakapan dengan menanyakan pertemuan Aishe dengan Rama saat di taman.
“Bagaimana dengan Rama, apa dia,,,,,,,?” tanya Amira
“Kak, dia semakin benci dengan aku, dia melihat ayah taken kontrak di kantor tuan Salim, kak apa yang Aishe akan lakukan ?” jelas Aishe
“Aishe, kakak yakin, selama hati Rama terbuat dari daging, ciptaan Allah, nanti nya akan lunak dan sadar bahwa apa yang di pikirkan saat ini itu salah, batu saja yang terlihat kokoh dan kuat bisa lapuk Aishe, apa lagi hati, jadi be a postif thinking ok ?” balas Amira
“Humm” timpal aishe
...****************...
Di kediaman milik keluarga Salim telah menyiapkan kamar pengantin untuk Rama, semua nya di hias dengan mewah, sesuai dengan isntruksi nyonya Salim, Rima yang melihat mama nya tidak suka, “Ma, kenapa sih, dikit dikit Aishe lagi, Aishe lagi, anak mama Aishe atau aku sih ma ? care banget sama dia “ ucap Rma dengan kesal lalu pergi.
Sedang kan nyonya Salim hanya menghela nafas berat nya melihat tingkah laku Rima yang selalu membuat masalah. Persiapan pernikahan semakin dekat, Aishe di sibukkan dengan belajar menggunakan high heels bersama Amira, seperti biasa Aishe memiliki banyak keluhan yang membuat semua orang tertawa yang mendengar celoteh nya.
Di tempat lain Rama tidak fokus kerja dengan mengingat pernikahan nya tidak akan lama lagi, dia memutuska untuk bertemu Tasya, kekasihnya. Rama meraih handphone di saku jas nya dan mengirim pesan ke Tasya “Baby aku ingin ketemu, makan malam di tempat biasa,“.
__ADS_1