
Selamat membaca.
Adit dan Naisya sudah sampai di rumah lalu masuk ke kamar anaknya.
" Anak mommy sayang " Ucap Naisya yang mengambil anak nya dari pangkuan Bi Inem.
" Maafin mommy ya sayang, Mommy kelamaan ninggalin kamu " Ucap Naisya lagi yang terus menciumi Alfan.
" Ya udah Bi saya mau bawa Alfan ke kamar saya dulu " Ucap Naisya keluar dari kamar menuju kamar utama.
Adit yang keluar dari kamar mandi yang masih melilitkan handuk di pinggangnya.
Adit langsung menghampiri anak nya dan Naisya lalu menciumi nya.
" pasang dulu baju kamu mas " Ucap Naisya.
" Bentar lagi sayang, Mas mau menciumi dia " ucap Adit lagi terus menciumi yang rambut nya masih basah dan terus menetes ke wajah Alfan.
" Tu kan jadi basah wajah nya kena air yang jatuh dari rambut kamu " gerutu Naisya berjalan yang menggendong anak nya menuju kasur.
" pasang dulu baju nya baru mas boleh deketin Alfan " Ucap Naisya dengan tatapan tajam.
Adit menghembuskan nafas nya dengan kasar.
" iya iya mas pasang baju dulu " Ucap Adit yang menuju almari.
Selesai ganti baju Adit menaiki kasur lalu bermain sama anaknya.
__ADS_1
" Anaknya Daddy yang tampan ini kamu mau tau nggak sayang tadi mommy marah marah terus sama Daddy " Ucap nya dengan suara pelan.
Naisya yang sedang mengambil baju di dalam lemari menoleh ke arah Suaminya.
" Mas aku tuh dengar loh, Kamu ngadu terus sama anak " Ucap nya.
" Enggak kok sayang mas nggak ngadu apa apa " Adit mengelak.
" Iya kan sayang Daddy nggak ngadu kan sama kamu " Ucap Adit lagi.
Baby Alfan hanya menyahut dengan ketawanya.
" Sayang dia ketawa " Ucap Adit.
" Huh sekarang bukan mas lagi di peluk, Sekarang ada pengganti nya " Sindir Adit.
" Dia masih kecil mas kamu banyak banyak ngalah aja, Jangan cemburu ya mas sama anak sendiri " sahut Naisya.
" Tapi mas pengen juga di peluk sayang " Rengek Adit.
" Nanti saja mas malam " belum sempat melanjutkan bicara nya Adit sudah menyahut nya.
" beneran ya sayang jangan boong mas sudah tidak sabar " Ucap Adit.
" Pelukan doang tidak lebih mas, Ingat masih lama mas tunggu sebulan lagi " Jelas Naisya.
__ADS_1
Adit mengusap wajah nya dengan kasar.
" biarlah pelukan doang sudah lama juga aku tidak merasakan pelukan hangat nya " gumam Adit dalam hati.
"Iya sayang mas tidak akan minta lebih kok " Ucap Adit membelai lembut wajah Naisya.
Tidak berapa lama Alfan sudah tertidur di pelukan ibunya.
***
Pagi sang Surya memberikan kehangatan kepada seluruh seisi bumi Naisya bangun lebih awal melayani suaminya seperti biasanya.
" Sayang bangun udah pagi " Ucap Naisya menggoyangkan tubuh suaminya.
" Hmm bentar lagi sayang " ucap Adit yang masih memejamkan matanya.
Naisya yang ingin beranjak dari tempat tidur Adit menarik tangan istrinya sehingga Tubuh nya berada di atas tubuh suaminya.
Adit menunjuk bibir nya dengan jarinya.
" aahhh nggak mulut mu bau jigong " Ucap Naisya menutup mulutnya.
" Mulut Suami kamu ini wangi sayang " Ucap Adit.
" Wangi dari Hongkong mas, Udah sana mandi " gerutu Naisya.
Terimakasih para reders yang sudah membaca Cerita aku jangan lupa vote dan komen yaa supaya author makin semangat ngelanjutin ceritanya.
__ADS_1