Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 215 (S2)


__ADS_3

Salam hangat πŸƒ.


" Akan aku kerjain kamu. " gumam Luna ia membalikan rambutnya ke depan ia berjalan menuju Alfan.


" Jangan mendekat, menjauh dari ku. " ucap Alfan yang sambil membawa se sapu.


Luna tidak memperdulikannya, ia semakin mendekat.


" tolong lepaskan kepalaku. " ucap Luna mengubah suaranya menjadi suara yang ngeri.


" Apa kau gila hah sudah punya kepala malah minta lepaskan, " ucap Alfan.


" Kalau tidak mau, maka kepala mu saja aku lepaskan. " ucap Luna mengangkat tangan nya.


Alfan memberanikan diri menyingkap rambut Luna, akhirnya Luna ketahuan Alfan tidak jadi mengerjai.


" Kamu, ngapain di sini bukanya pulang kerumah malah ada di dapur orang. " ucap Alfan dengan wajah memelas.


" Terserah aku dong mau dimana kek kenapa kamu yang heboh. " balas Luna seraya duduk sambil minum.


" Ya iyalah malam malam bukanya pulang malah di sini, tempat habitat kamu bukan di sini. " ucap Alfan.


" Habitat? kamu kira aku ini hewan atau tumbuhan aku ini manusia. " umpat Luna kesal.


" Sekarang ada kamu di sini, masakin aku mie instan pake telor. " ucap Alfan.

__ADS_1


" Kamu itu siapa hah main perintah perintah aku, " ucap Luna.


" Kan ada kamu nggak ada salah nya aku menyuruh kamu masak mie untuk aku. " ucap Alfan.


" Nggak mau kalau mau makan, masak sendiri jangan suruh suruh bisa tidak. " ucap Luna.


" Nggak bisa, aku maunya kamu masakin. " ucap Alfan.


" Ciihhhh... peduli amat aku masakin kamu ogahhh lebih baik aku tidur. " ucap Luna beranjak dari tempat duduknya.


Alfan menarik tangan Luna dengan cepat, Luna yang tertarik tubuhnya saling menempel satu sama lain wajah Luna yang ada di dada bidang Alfan. Luna mendongakkan kepalanya Alfan menundukkan kepalanya seperti mengheningkan cipta wk.


keduanya saling pandang larut dalam tatapan masing masing, sehingga tersadar dengan cepat Luna menghindar dari tubuh Alfan.


" Apaan sih peluk peluk ganjen banget. " gerutu Luna.


" Ogahhhh.... " ucap Luna sambil meletakkan kedua tangannya di dada nya.


" Ayolahh masak mie instan sama telur untuk ku." ucap Alfan.


" Aku tidak mau, lebih baik aku tidur lagi. " ucap Luna.


Luna menuju ke kamarnya meninggalkan Alfan sendirian di ruangan dapur.


" Tidak ada untungnya dia ada di sini kirain dia di sini bisa di suruh suruh ternyata tidak hufttttt... " desis Alfan dan terpaksa ia memasak sendiri.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dira dan Luna sudah siap siap ke tempat syuting nya Dira.


Alfan yang duduk santai di ruang keluarga bersama orangtuanya.


" Mom, Dira sama kak Luna berangkat dulu ya. " Ucap Dira sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya begitu juga Luna.


" Hati hati ya sayang, jangan sampai merepotkan Kakak mu di saat di sana nanti. " ujar Naisya.


" Ma, Dira tidak akan merepotkan Luna kok tenang saja. " ucap Luna.


Alfan menautkan kedua alisnya, wanita yang menjengkelkan baginya sudah menyebut mama.


" Baguslah, kalian berdua jangan telat makan nya. " ujar Naisya.


" Aduh mom, mommy kira aku anak kecil apa di ingetin makan mulu aku udah gede. " Celetuk Dira.


" Ya sudah kami berangkat dulu. " ucap Dira lagi sambil menarik tangan Luna.


" Lihat Mas, dia sudah seperti kakak Adik yang sebenarnya. " ucap Naisya ia merasa senang.


" Iya baguslah, aku senang melihatnya. " ucap Adit.


" Ehemmmmmm.... berarti yang di sini tidak di anggap lagi. " Sindir Alfan.

__ADS_1


Terimakasih πŸƒ


__ADS_2