
Selamat membaca ๐.
Naisya menggenggam erat tangan Suaminya dan menciuminya, air matanya terus mengalir deras hatinya sungguh hancur berkeping-keping siapa yang tidak sakit melihat suaminya keadaan seperti ini?.
" Mas, Ku mohon bangunlah. " ucap nya lirih.
Tidak berapa lama mertuanya ingin melihat kondisi anak nya, terpaksa Naisya harus keluar karena memasuki ruangan secara bergantian.
Saat ia menuju pintu ia kembali menoleh ke arah suaminya dengan tatapan nanar menatap Suaminya yang terbaring lemah, lalu ia berjalan menghampiri mertuanya.
Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi.
" Sayang, Kamu pulang aja nak biar mama sama papa jagain suami kamu. " ucap Nyonya Dewi.
" Tapi Naisya ingin masih berada di sini. " balas Naisya.
" Pulanglah nak kesian anak kamu," ucap nyonya Dewi lagi.
" Baiklah ma, Besok aku akan datang kesini lagi, " ucap Naisya lalu mencium tangan kedua mertuanya.
Alex mengantarkan Nyonya muda nya pulang.
di dalam mobil.
__ADS_1
" Lex. " Panggil Naisya.
" Iya nyonya. " Sahut Alex.
" Kenapa suamiku berangkat keluar kota sendirian, kamu kemana aja biasanya kamu selalu ada di samping suamiku. kalau suamiku tidak sendirian tidak mungkin hal ini terjadi Lex. " ucap Naisya dengan perasaan sedih, marah campur aduk.
" Begini Nyonya, Saya di suruh tuan menghandle urusan perusahaan hari ini, jadi beliau berangkat sendiri ke kota X, padahal tuan ingin menyuruh saya menghadiri meeting penting di luar kota. tapi tidak bisa harus tuan yang menghadiri nya. " Jelas Alex
" Tuan berniat menyuruh saya menghadiri meeting tersebut karena ia tidak ingin meninggalkan nyonya dan Tuan kecil Alfan, Tapi karena harus tuan makanya tuan berangkat sendiri." ucap nya lagi.
Naisya tidak menjawab penjelasan Alex, ia menatap ke arah luar jendela mobil, Air matanya terus menetes sampai matanya sembab.
Di rumah.
" Cucu Oma yang ganteng jangan nangis terus ya sayang, " ucap Nyonya Wulan.
tapi Alfan tidak berhenti menangis, Akhirnya Nyonya Wulan mengambil benda pipih berbentuk persegi lalu menekan tombol telpon.
" Nak cepatlah pulang Alfan terus menangis dari tadi, " ucap Nyonya Wulan khawatir.
" Iya ma, Aku sudah di jalan bentar lagi sampai, " balas Naisya lalu menutup telponnya.
" Cepetan Lex, Anak ku menangis. " ucap Naisya mendesak agar lebih menambah kecepatan.
__ADS_1
Alex menambah kecepatannya beberapa menit kemudian sampailah di perkarangan rumah mewah.
Naisya langsung berlari ke kamar anak nya, dan mengambil dari pangkuan nyonya Wulan.
" Sayang, maafin mommy lama ya ninggalin kamu. " ucap Naisya menciumi anak nya.
Saat Alfan sudah di pangkuan ibunya, tangisannya pun berhenti.
" Enggak rewel kok ma Alfan nya. " ucap Naisya menatap ke arah Nyonya Wulan.
" Beneran dia nangis terus, kalau tidak percaya tanya aja sama papa kamu. " Ucap Nyonya Wulan menunjuk tuan Herman.
" Mungkin anak kamu rindu sama kamu nak, coba lihat di saat di pangkuan mu di terdiam, " Balas Tuan Herman.
" Mommy rindu juga sama kamu sayang, " ucap nya memandang lekat wajah anaknya.
" Ya udah ma aku bawa Alfan ke kamar dulu, mama papa istirahat. " ucap Naisya lalu keluar dari kamar anaknya.
Naisya meletakkan tubuh anak nya secara hati hati lalu ia merebahkan diri nya, ia memandang tempat yang di tiduri Suaminya merasa ada yang kurang di sampingnya.
Terimakasih ๐
Author ngetik sampai jam Setengah 2 malam heheh
__ADS_1