
"Beruntung gue sama Ikbal cuma daper tonjokan di perut doang waktu hadang lo di tangga" ucap Ria merasa puas.
"Heleh"
°°°°°°°°
Leon menatap meja makan yang sudah terpasang puluhan menu makanan dengan tak percaya, tak menyangka saja kalau Laura akan kepikiran menyiapkan ini semua.
"Bahkan aku yang ulang tahun aja gak sampe kepikiran, kok kamu bisa-bisanya nyiapin ini semua?" entahlah untuk saat ini Leon bingung harus bahagia ataukan sedih. Di sisi lain dia juga bahagia bisa merayakan ini semua dengan orang-orang yang ia sayangi, tapi di sisi lain juga hati kecil Leon mencelos hari ini adalah memang hari dimana dirinya terlahir kedunia ataukah hari dimana dirinya di adopsi oleh Linda dan Angga.
"Waktu itu aku ktp kamu dan ternyata emang tanggal lahir kamu gak jauh yaudah aku kepikiran buat bikin ini dan ini juga gak bakalan berjalan dengan lancar tanpa adanya bantuan dari mereka semua" kata Laura, "Kenapa kok sedih? Gak suka yah?" tanya Laura, Leon buru buru menggeleng.
"Enggak, aku suka-- suka banget malahan. Yang bikin aku sedih, aku cuma kepikiran apa sekarang emang bener hari ulang tahun aku, atau hari di mana aku di adopsi sama mama papa."
Angga dan Linda berjalan menghampiri Leon dan mengelus pungguh kokoh milik anaknya, anak adopsinya. "Ini murni hari ulang tahun kamu sayang, bukan hari di mana kamu di adopsi sama kita. Kalo gak percaya, papa punya buktinya" Leon menyerahkan sebuah liontin berbentuk love dengan satu foto bayi di dalamnya tak lupa dengan tanggal lahir yang terletak di dalamnya.
"Waktu kamu di titipin sama orang itu, posisi kamu lagi pake liontin itu, udah jangan sedih emang sekrang beneran hati ulang tahun kamu" kata Dewina.
Leon tersenyum kecut, ternyata ia salah kira, "Ini makanan juga kamu yang buat?"
"Enggak ini aku beli, yakali aku masak sebanyak ini nanti aku kecapean dong kan aku lagi ----"
"Et ssssssstttttttttttt" cegah mereka semua, Laura refleks membungkam mulutnya sendiri. Hampir saja.
"Apaan sih gak jelas kalian" ucap Leon yang merasa di asingkan di sini.
"Gak ada ini rahasia, udah lo habisin aja makanannya sesuap lagi nanggung" ucap Ikbal.
__ADS_1
"Gak jelas lu."
Selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing, kini mereka beralih berdiri untuk menyalakan kembang api, itu juga masih intruksi dari Laura.
Leon, Radit, Ikbal dan juga para lelaki paruh baya mengambil kembang api, menyalakannya dan menodongkannya ke atas sehingga menghasilkan cahaya yang begitu indah.
Laura dan para wanita lainnya hanya bisa memainkan kembang api yang kecil saja, kembang api yang hanya bisa di pegang oleh siapapun, memurutnya itu akan lebih aman jika di mainkan oleh perempuan.
Tawa ria tercetak jelas di antara mereka, seperti tidak ada beban pikiran yang terkandung dalam otaknya mereka menjalankan acara ini dengan sangat lancar tanpa kendala.
Sampai suatu ketika tawa Leon memudar mengingat sesuatu yang sama sekali tak hilang dari pikirannya, yaitu kado, "Katanya kalian punya kado spesial buat aku? Mana?" tanya Leon.Leon.
Laura dan yang sedang bermain kembang api itu pun menyimpan terlebih dahulu kembang apinya dan beralih menghadapan Leon. Laura tersenyum, "Bentar, Dit tolong ambilin yah" dengan segera Radit ngacir dari hadapan mereka, setelah beberapa saat Radit pun datang dengan sebuah kotak sederhana di tangannya.
Leon menatap satu persatu orang di hadapan, senyuman simpul tercetak jelas di wajah mereka semua itu membuat Leon semakin bingung, "Buka aja jangan banyak tanya" suruh Linda, ibu angkatnya.
Leon membeku diam seribu bahasa, detak jantungnya berdetak dengan kencang bak seperti akan copot melihat isi di dalam kado tersebut, tangannya gemetaran, keringat dingin di dahinya meluncur begitu saja. Apa ini benar ya tuhan?
Leon mengambil isi kado tersebut dengan tangan nya yang bergetar, tak percaya. "La, ini.. " tanya Leon mengintimidasi.
Laura tersenyum lalu mengangguk, "Iya, itu beneran. Itu adalah poto di mana anak kita baru berusia satu bulan.
Tak bisa di tahan lagi Leon memeluk Laura dengan erat. Benar, ini adalah hadiah spesial yang ia dapatkan di hari ulang tahunnya. Bukan hanya hadiah untuk waktu yang dekat melainkan untuk semasa hidupnya.
"Makasih sayang. Ini benar benar hadiah terindah yang kamu kasih buat aku. Kita jaga baby sama sama jangan sampai baby kenapa napa oke" perintah Leon kepada Rara, Laura mengangguk meng-iyakan.
Leon berjongkok menyamaratakan ketinggiannya dengan perut Laura, "Anak papa, maafin papa karena gak tau kalo selama ini ada kamu di dalam. Pas kemarin juga maafin papa karena papa marah marah sama mama kamu di kantin, ya habisnya mama kamu sih bikin papa kesel masa mama kamu pesen nasi goreng tapi pas nasi gorengnya udah ada malah gak di makan dan ngomong ini itulah papa kesel tau" adu Leon kepada calon anak nya, semua yang melihat tingkah Leon tertawa terkekeh. Lucu. "Eum pokonya kamu maafin papa yah, salah mama kamu sendiri kenapa gak bilang bilang ke papa kalo kamu udah ada di dalam. Oh papa tau sekarang, berarti keanehan yang mama kamu alami itu adalah ulah kamu? Ihh usil banget sih kamu Nak" Leon menoel noel perut Laura, gemas.
__ADS_1
"Habisnya papa kalo di usilin lucu" ucap Laura menirukan suara anak kecil.
"Mulai dari sekarang papa siap siaga jaga kamu dan mama kamu dua puluh empat jam, apapun mau kamu akan papa turutin selagi itu baik.
"CIE CIEE YANG MAU PUNYA ANAK" celetuk Radit berteriak yang langsung memdapatkan toyoran di kepalanya, "Kalo mau ngomong, pikir pikir dulu lan n*ir, sakit telinga gue" cetus Ria yang ada di samping Radit. Radit hanya cengengesan, "Sorry sorry. "
"Pokonya La, kita bakalan jagain lo sama calon bayi lo biar gak kenapa napa. KITA KAWAL SAMPE LAHIRANNN" teriak Radit lagi heboh. Laura hanya tertawa melihatnya.
"Harus!! Kalian semua harus jagain Laura sama calon anak gue supaya gak ada yang niat mau celakain Laura, kaya onoh noh" sindir Leon sesikit melirik ke arah Ikbal sedangkan yang di lirik sepertinya sudah keringat dingin.
"Kalem kita jaga ya kan La" Ria menaikkan sebelah alisnya.
"Udah ah udah" kata Dewina angkat bicara.
"Pokonya selamat ulang tahun ya sayang, jaga Laura dengan baik sama calon anakmu jangan lupa, jadi suami dan kepala rumah tangga dengan sempurna jalankan tugasmu dengan baik" kata Dewina.
"SATU PESAN DARI KAMI JAGA LAURA DAN BABY S" kata mereka semua serempak kecuali Laura dan Leon.
"Hehe makasih semua, gue gak tau harus ngomong apalagi pokonya makasih banyak banyak banyak deh" ucap Leon tak tau lagi harus bilang berterima kasih dengan cara apalagi, "Bentar baby S? Maksud baby S apaan? Kalian pikir anak gue ukuran baju?" cetus Leon sedikit tidak suka.
"Iya baby S, Shera atau Shaka" jelas Seli.
"Ouhhh" Leon mengangguk anggukkan kepalanya, "Kok tau?" tanya nya bingung.
"Dari Laura heheh" ucap Seli nyengir.
"SO...HAPPY BIRTHDAY LEON ARGANTA... " ucap mereka semua lagi serempak, sedikit berteriak.
__ADS_1