Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 9


__ADS_3

setelah Tuan Salim mempersilahkan Aishe duduk, sarapan pun dimulai.


“Sayang malam ini sampai beberpa hari kedepan, kalian nginap di rumah papa mama yah, kami sudah siap kan kamar dan pakaian kalian, jadi nggak ada alas an untuk nolak” ucap ibu Sarah


Aishe menatap Rama memberi isyarat untuk menolak karena Aishe masih canggung berada di rumah yang masih terasa asing untuk Aishe sedangkan Rama mengangguk menandakan setuju, Aishe melihat Rama mengiyakan permintaan ibu Sarah membatin "dasar menyebalkan, kenapa dia menyetujui tanpa mendiskusikan dulu". kesal Aishe, Rama pun membatin dengan melirik Aishe "Jangan harap aku menuruti keinginanmu".


Mereka makan dengan mendengar ocehan tuan Salim dan ibu Sarah, Aishe sesekali ikut untuk mendekatkan diri kepada papa dan mama mertuanya sebagai awal memupuk hubungan mereka, sedangkan Rima hanya terdiam dengan menggerutu dalam hati nya, Rama di sela sarapan sibuk memperhatikan layar handphone nya mengurus bisnis dan sesekali mendengarkan perbincangan kedua orang tuanya dan wanita yang berada di dekatnya yang sudah berstatus istri Rama, "pintar sekali dia membuat papa mama tertawa, hmm lumayan licik" batin Rama.


Aishe di ajak berkeliling rumah megah tuan Salim dan memperkenalkan kepada kepala pelayan dalam rumah dan halaman, Aishe masih dengan sangat takjub.


“Aishe tunggu mama di sini yah, mama angkat telfon dulu” ucap ibu Sarah


“Baik ma,” ucap Aishe


Rima tiba – tiba muncul,


“Gimana taman nya, mewah kan ? kamu tahu nggak berapa harga atau gaji hanya untuk halaman saja “ ucap Rima


“Maksud nya kak Rima apa ya ?” balas Aishe


“Stop, jangan panggil aku kakak, aku Geli, ingat jangan karena menikah dengan adik ku, aku sudi menjadikanmu adik ipar ku dengan wajah mu yang pas – pasan itu, kamu hanya mimpi bisa di sukai oleh Rama, dasar cewek matre” ucap Rima dengan menatap Aishe dari ujung kepala sampai kaki.


Aishe menahan tangis nya dan mengepal tangan nya, geram dengan ucapan wanita yang berada di hadapannya yang sudah berstatus kakak iparnya, Aishe meninggalkan Rima dengan kembali ke kamar yang sudah disiapkan, Aishe tidak merasa takjub lagi dengan kemegahan kamar mereka karena kekesalan bertemu Rima, Aishe akhirnya merebahkan diri dan tertidur.


__ADS_1


Rama memasuki kamar dan melihat Aishe sudah terlelap, Rama pun merasa lelah dan akhir nya mereka berdua tidur, hubungan Rama dan Aishe terlihat biasa saja, tidak termasuk suami istri juga bahkan teman, mereka saling diam dan sibuk dengan aktfitas masing - masing, selain berdebat tak ada lagi hal yang membuat hubungan mereka lebih baik. Beberapa hari telah berlalu Rama di sibukkan dengan kerja sampai larut, Aishe terbiasa dengan mama dirumah, mendengar celoteh nya yang lucu dan menarik, Aishe merasa sangat cocok dengan mama Sarah sedangkan Rima masih dengan mulut pedas nya dan tatapan sinis nya ke Aishe namun tidak membuat Aishe lemah dan tidak menggubris nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 subuh, Aishe terbangun dan melihat dengan lekat wajah lelaki yang menikahinya itu “Ya Allah, berkahilah pernikahan ku, sesungguh nya aku merasa sudah mulai menyukai nya, rasanya sepi jika dia tidak berada di dekat ku” batin Aishe.


Weekend, Rama berada di rumah, Rama dan Rima sedang berbincang diteras balkon rumah,


“Rama bagaimana hubungan mu dengan Tasya?” Tanya Rima


“Good, seperti biasa” jawab Rama


“Kalau begitu bagaiaman kalau kau poligami saja, nikahi Tasya, aku mendukung mu” ucap Rima


Tak jauh dari tempat itu Aishe mendengar segala percakapan mereka, Aishe menangis dan berlari ke kamar nya. "Tega sekali mereka, ternyata Rama masih menjalin hubungan dengan kekasihnya sedangkan kami sudah menikah, apakah dia tidak merasa berdosa ? poligami ? kita baru menikah seminggu dan dia sudah membahas poligami ? dasar gila". ucap Aishe di sela tangisnya.


Semua nya telah berkumpul di meja makan, Rama makan sangat lahap.


“Mbo Mul, masakan mbo Mul hari ini enak sekali” ucap Rama


“Maaf tuan, bukan Mbok yang masak tapi Nyonya “ balas Mbok Mul yang sedang menuangkan air ke gelas mereka.


Rama mendengar nya sedikit tersendak, papa dan mama Sarah melihat nya tersenyum.


“Beruntung lah punya istri yang jago masak” ucap mama Sarah


“Apaan sih Ma, biasa aja juga, masakan Rima lebih enak dari ini “ tungkas Rima

__ADS_1


Acara makan bersama pun usai, mereka kembali ke ruang keluarga untuk berkumpul, sedangkan Aishe ingin membantu para pelayan yang lain untuk membereskan tempat tersebut, walaupun ibu Sarah melarang Aishe, dia kekeh dan tetap membantu, di kondisi lain Aishe sangat tidak ingin ikut bersama saat Rima juga ikut.


“Rama, bagaimana rencana honeymoon mu, kamu mau ajak Aishe kemana ?” tanya tuan Salim


“Honeymoon ??” jawab Rama denga menyeritkn alisnya


tak jauh dari tempat tersebut, Aishe terlihat sedang berjalan ingin ke lantai atas, tuan Salim segera memanggilnya,


“Ehh Aishe sini nak, papa mau nanya, Aishe mau honeymoon kemana ?” tanya tuan Salim


“Entah lah pa, Aishe tidak punya rencana” jawab Aishe


Batin Aishe “Ishh siapa yang ingin pergi dengan nya, wajah datar dan arogan, menyebal kan”.


“Kalau Aishe punya rencana cepat beri tahukan papa, papa akan mengurus semuanya” ucap tuan Salim


“Oke pa” balas Aishe


Aishe kembali kekamar dan duduk di balkon, mengingat ucapan Rima yang membahas poligami dengan Rama,” Ya Allah, apakah Rama akan mewujudkan rencananya ? apa yang harus aku lakukan jika aku bercerai bunda dan ayah pasti akan kecewa,, ya Allah berikan hikmah di balik semua ini” batin Aishe dengan air mata nya tak terasa mengalir.


Handphone Aishe berdering, telfon dari Amira, Amira ingin berangkat ke medinah membesuk Faiz malam itu karena Faiz sedang sakit, Aishe ikut tergesa - gesa ingin menyusul Amira ke airport, Aishe siap - siap berlari menuju ruangan tuan Salim dan keluarganya sedang membahas masalah bisnis, Aishe mendekati mama Sarah untuk meminta izin, mama Sarah dan tuan Salim mengizin kan jika Aishe di antar oleh Rama, sedangakn Rama yang mendengar ucapan kedua orang tuanya hanya bisa menghembuskan nafasnya berat "Merepotkan sekali" batin Rama.


“Its ok tapi aku akan mengantar mu tapi dengan dengan syarat, sepulang dari Airport kita pulang kerumah ku” ucap Rama yang membuat Aishe nampak syok sedangkan Rama tersenyum dengan sinis nya.


"Permainan baru saja di mulai Aishe, saatnya aku yang berkuasa, bukan mama ataupun papa" batin Rama.

__ADS_1


__ADS_2