Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 41


__ADS_3

Semua nya tengah bersiap ke Turki, mereka sudah berkunjung untuk ke sekian kali nya tapi kali ini berbeda dengan Queen yang telah menyandang status seorang nyonya Ulker, seorang menantu Tehnez Ulker orang terkaya di Turki, sepanjang perjalanan ke Turki, Queen hanya tertidur layak nya anak ayam yang selalu berada di dekat ibu nya, berbeda dengan Adskan yang cuek dengan segala keadaan.


Di Turki segala nya telah di atur oleh keluarga Adksan untuk memperkenal kan menantu nya itu, mulai dari pesta dansa, perjamuan makan malam semua kolega perusahaan, pesta untuk kalangan anak – anak pengusaha lebih tepat nya pesta yang di adakan oleh teman – teman Adskan akan di laksanakan.




Dengan menggunakan gaun di setiap moment, Queen nampak sangat cantik dan elegan, begitupun Adskan yang sangat tampan, tapi itu tidak menutupi di antara mereka masih saling membenci satu sama lain, setiap perlakuan wajib di balas dengan perlakuan yang sama, seperti hal nya dalam pesta dansa, Queen tanpa sengaja menginjak kaki Adskan dan membuat nya terpekik, Adskan membalas nya dengan mencium pipi Queen saat akhir acara dansa tanpa izin dari Queen, pesta makan malam bersama Queen dengan sengaja menambah banyak cabe kedalam makanan Adskan, Adskan membalas dengan menyuapi Queen makanan tersebut, sehingga mereka sama – sama merasakan makanan yang super pedas tersebut.


“Hello Queen, my name is Jabbar, I am best friend Adskan when He was child unti right now” ( Hai Queen, nama saya jabbar, saya adalah teman baik Adskan sejak dia masih kecil sampai saat ini ) ucap Jabbar.


“Oh haii, nice to meet you” ( oh yeah, senang berkenalan dengan mu) balas Queen


“Nice to meet you too,” balas Jabbar ( senang berkenalan dengan mu juga ),


"By the way, what do you thinking about Adskan?” ( ngomong – ngomong apa yang kamu pikirkan tentang Adskan ?) tanya Jabbar sembari memandang kearah Adskan yang sedang ngobrol dengan teman yang lain begitupun dengan Queen yang bersama menatap Adskan dari kejauhan.


“He’s good “ balas Queen dengan membulat kna mata nya dan tersenyum masam

__ADS_1


“Are you serious ? I see you want to say something else, use your heart and judge him” ( aku lihat kamu ingin mengatakan yang lain, gunakan hatimu dan nilai dia ) ucap Jabbar dengan tersenyum


“Ok i will try it” (baiklah aku akan mencoba nya ) ucap Queen dengan memperhatikan Adskan fokus


“Hummmm He is grumpy but i realize behind his anger He is very kind but i want him to convey his message with soft words, if he was a little gentle maybe i could have liked him a long time ago” ( dia pemarah tapi aku sadar di balik marah nya dia sangat baik tapi aku ingin dia memberitahukan pesan nya dengan kata yang lembut, seandai nya dia sedikit lembut mungkin aku bisa menyukai nya sejak lama ) jelas Queen dengan tersenyum


“So, at this time do you still not like it even just a little” ( saat ini apakah kau masih belum menyukainya walau hanya sedikit saja ) tanya Jabbar


Dengan tersenyum Queen tidak memberi jawaban apapun, tapi Jabbar sudah sangat paham tentang perasaan Queen, “Cheers” ucap Jabbar dengan menyentuh gelas Queen yang di tenteng nya. Queen seakan tersadar dan kebingungan,”Ya Tuhan apa yang aku katakan” batin Queen.


“Emmm Jabbar, I hope what I said earlier only the two of us would know” (aku harap apa yang aku katakan tadi hanya kita berdua saja yang tahu ) ucap Queen


“So, What are your current activities, studying or working?” ( apa kegiatan mu saat ini, kuliah atau sedang bekerja ) tanya Queen


“I'm studying psychology in UK and now I have a hospital as a hypnotherapist” (aku sedang melanjutkan kuliah di UK psikologis dan sekarang aku memiliki sebuah rumah sakit sebagai hipnotherapy ) jawab Jabbar


“You !!” ucap Queen dengan sedikit kesal, karena Queen merasa dia sudah di permainkan Jabbar dengan trik hipnotis nya yang Queen tanpa sadar menjawab semua pertanyaan Jabbar


“Sorry” ucap Jabbar dengan tersenyum

__ADS_1


Adskan melihat Jabbar dan Queen sedang asyik berbincang, dia mendekati mereka dengan penasaran “Whats going on?” tanya Adskan


“Nothing” jawab Queen dan Jabbar yang hanya tersenyum, Adskan meneguk beberapa kali minuman yang berada di tangan nya, tiba – tiba Adskan meringis kesakitan, kepala nya terasa sakit dan pusing, Queen pun panik dan meminta izin untuk membawa Adskan kembali ke rumah mereka, Sares melihat nya tersenyum dan mendekati Jabbar “Cheers” dengan tersenyum. Sares adalah salah satu teman sekolah Adskan.


“What did you do with Adskan, I'm sure you did it, what drink did you give him?” (apa yang kau lakukan dengan Adskan, aku yakin kau yang melakukan nya, minuman apa yang kau berikan padanya ) tanya Jabbar


“Don't worry, I don't have any bad intentions, I just gave her a wedding present” (tenang lah aku tidak punya niat yang jahat aku hanya memberinya hadiah pernikahan ) jawab Sares


“It's up to you, the important thing is that I don't take part in it” (terserah kau saja yang penting aku tidak ikut andil kedalam nya ) jawab Jabbar.


Setiba nya di rumah Adskan yang tepat berada di sebelah rumah tersebut juga rumah Queen, mereka sengaja di berikan rumah masing – masing mengingat perjanjian kontrak antara Rama, Ibu Sarah dan Tehnez Ulker bahwa tepat di usia Queen menginjak 23 Tahun mereka bisa hidup bersama dan itu masih 3 tahun lagi, sedangkan Queen dan Adskan memiliki kontrak tersendiri tepat di usia 3 tahun pernikahan mereka, mereka akan bercerai.


Queen membaringkan Adskan di kingbad yang sangat jelas itu milik siapa, sebuah kamar yang bercorak hitam dan putih, melihat Adskan dengan wajah di penuhi keringat dan wajah memerah Queen berinisiatif membantu membuka sepatu dan jas milik Adskan, sedangkan Adskan dengan wajah memerah yang tingkat kesadaran nya semakin berkurang menarik tangan Queen dengan tenaga, membuat Queen tepat berada di atas dada bidang Adskan, “Lepas kan” ucap Queen meronta


“Kenapa badan ku terasa panas dan kenapa wajah anak ingusan ini terlihat sangat cantik” batin Adskan


“Macan cabul, sadar lah, lepas kan tangan mu” ucap Queen dengan menarik tangan Adskan yang mengerat di pinggang Queen


“Susttttt bisa kah kau diam sedikit, kepalaku sakit” balas Adskan dengan tingkat kedasaran semakin sedikit

__ADS_1


🌷🌷 happy reader


__ADS_2