
Selamat membaca 😗.
Naisya keluar dari kamarnya menggunakan pakaian serba hitam dan matanya sembab karena terus menangis, Nyonya Wulan menuntun Naisya ke ruangan tengah dimana jenazah suaminya di baringkan yang sudah di tutupi kain. kerabat keluarga besar menghadiri berita duka dan membacakan ayat ayat. bahwa Presdir telah meninggal dunia.
Naisya langsung tersungkur di samping suaminya dan terus memeluk tubuh suaminya sampai sampai kain menutupi tubuh suaminya basah di bagian dada suaminya karena air matanya terus mengalir deras.
"Mas, Kenapa mas ninggalkan aku secepat ini ingat mas ada anak kita yang membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya termasuk kamu mas ia sangat memerlukan sosok papa mas. "ucap Naisya terisak.
" Ku mohon bangunlah mas, Alfan mas ia terus menangis, mungkin ia paham bahwa kamu meninggalkan nya, " ucap nya lagi.
" Sayang, ku mohon bangunlah lihat aku dan yang lain merasa kehilangan mas, apa kamu tega meninggalkannya. " Tutur Naisya sungguh hati nya tersayat.
Nyonya Wulan dan Dewi mengusap lembut punggung anak nya dan memeluknya, Ia merasakan hal yang sama batin nya sungguh hancur anak nya yang lebih dulu meninggalkan dirinya.
beberapa jam kemudian.
__ADS_1
Mobil Ambulance pun sudah tiba di halaman rumah itu, jenazah Adit yang sudah di masukan ke dalam peti lalu memasukkan ke dalam mobil.
beberapa mobil menggiring mobil ambulance. Sesampainya di pemakaman, Nyonya Wulan yang menggendong cucunya dan menyaksikan pemakaman Menantunya air matanya terus mengalir, para kerabat sungguh berat mengikhlaskan kepergian Adit tapi apalah daya ini kehendak yang maha kuasa.
Naisya menatap gundukan tanah yang di penuhi dengan bunga yang ada di depannya, sungguh dadanya terasa sesak, Naisya menyandarkan kepalanya di batu nisan yang sudah tertera ada nama suaminya ia Sambil meraba batu nisan.
Tangisannya tiada terhenti, tangisan histeris beserta teriakannya wajahnya memucat.
" sayang ikhlaskan kepergian suamimu nak, " ucap Nyonya Dewi lirih.
" Tuhan lebih sayang sama suami kamu nak, ikhlaskan lah Suami kamu supaya ia tenang di alam sana. " ucap Nyonya Dewi.
di lubuk hati nyonya Dewi yang paling dalam ia masih tidak mengikhlaskan kepergian anak semata wayangnya, tapi ia berusaha tegar menghadapi semua ini.
" Dia sedih nak, melihat kamu seperti ini yang terus menangis. " ucap Nyonya Wulan menghampiri Naisya Sambil menggendong Alfan.
__ADS_1
" Sini ma biar aku yang menggendong anak ku. " ucap Naisya.
Nyonya Wulan meletakkan cucunya di pangkuan ibunya.
" Mas, lihatlah anak kita dia masih sangat kecil. tapi malah kamu yang meninggalkannya, apa kamu tidak sayang lagi sama anak kita sehingga kamu begitu cepat meninggalkan kami hiks hiks. " ucap nya lirih sambil terisak.
" Mas aku sungguh tidak sanggup menjalani ini semua tanpa hadirnya kamu mas " ucap nya lagi.
" Ikhlaskan lah nak, ingat nak masih ada buah cinta kalian yang hadir di dunia ini dan masih ada kami nak, " ucap Nyonya Wulan Sambil memeluk Naisya.
Semua yang hadir tidak dapat menahan tangisnya melihat kondisi Naisya yang sangat menyedihkan, kepergian sosok Adit sungguh ia merasakan kehilangan.
" Tuan saya tidak menyangka bahwa tuan meninggalkan istri dan anak tuan, mereka begitu menyedihkan, saya juga merasa kehilangan anda Tuan, " Batin nya dalam hati.
Terimakasih.
__ADS_1