Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 163


__ADS_3

Selamat membaca 😗.


Sepasang suami istri itu sudah siap, begitu juga keluarga Rani yang ikut ke kota pindah dari desa walaupun ibu, bapak nya Rani merasa berat meninggalkan rumahnya yang banyak kenangan tapi ia tidak mau mengecewakan calon menantunya yang sudah membelikan sebuah rumah.


Mereka semua sudah mulai berangkat, memerlukan dua buah mobil satu nya untuk keluarga Rani.


1 jam kemudian.


Sampailah di kota memasuki perkarangan rumah Elit, sampailah di depan rumah minimalis.


Mereka semua turun dari mobil, rumah yang ada di depannya sungguh besar mewah.


" Ini rumah untuk ibu sama bapak," ucap Alex menyerahkan kunci rumah kepada bapa nya Rani.


" Nak Alex ini sungguh untuk kami, ini rumah nya terlalu besar untuk kami yang akan tinggal bertiga setelah Rani menikah dengan kamu nak. " ucap Ibu matanya berbinar-binar.


" Tidak apa apa Bu, nanti kami bila sudah menikah kapan kapan kami akan menginap di rumah ibu supaya ramai. " ucap Alex.


" Lagian kita satu komplek Bu, kalau kalian kesepian datanglah kerumah kami. " ucap Naisya ikut bahagia.


" Terimakasih banyak, kalian semua sudah banyak membantu keluarga kami Nyonya, Tuan, dan nak Alex. " Ucap Ibu, bapak serentak.

__ADS_1


Mereka semua masuk melihat lihat furniture rumah, lalu duduk di sofa yang sudah di sediakan di ruamh tamu.


" Amel, Lanjutkan sekolah kamu biar saya yang membiayai kamu sampai lulus kuliah. " ucap Naisya.


" Sungguh Beneran Nona. " ucap Amel merasa tidak percaya.


" Beneran dong, saya tidak bercanda. Sayang kan kalau kamu tidak melanjutkan sekolah lagian ini kan kamu sudah lulus SMP. " ucap Naisya mengusap lembut Adik nya Rani.


" Ran, mulai sekarang sebaiknya kamu berhenti bekerja kamu kan akan jadi Nyonya Alex. " ucap Naisya Sambil tersenyum.


" tapi Nona saya akan membantu mas Alex. " ucap Rani.


Pipi Rani merah merona, ia merasa senang sekaligus malu kalau Alex bersikap mesra di hadapan keluarga nya.


" Ekhemmm...... Itu tangan bisa tidak. tidak jahil. " Ejek Adit yang melihat tangan Alex yang terus merangkul pinggang Rani.


" Kalau Iri bilang saja kak. " ucap Alex yang tidak mau kalah.


" Seharusnya kamu yang Iri sama aku, Aku sudah mencetak gol sampai tidak terhitungkan sama Naisya sedangkan kamu belum. " ucap Adit santai.


" Mas Adit, pake Filter dong kalau ngomong malu tahu. " Gerutu Naisya.

__ADS_1


" Kalau sudah halal, saya langsung cetak gol iya kan sayang. " ucap Alex sambil memandangi Rani.


" itu tidak akan terjadi bakalan saya ganggu kamu. " ucap Naisya tersenyum kecil.


" Mas Alex jangan seperti itu aku malu. " ucap Rani menutup wajah nya dengan bantal sofa.


" Ya sudah kami mau pulang dulu, " pamit Adit, Naisya Alfan yang tertidur pulas di pangkuan Naisya.


Sesampainya di rumah Naisya meletakan Alfan di kamar, ia pun merebahkan tubuhnya di samping Alfan.


" Sayang mas mau memakan mu sudah lama mas tidak memakan mu. " Bisik Adit di telinga Naisya yang ikut berbaring di samping Istrinya tangan Adit yang sudah menggerayangi di dada Naisya.


" Mas, ingat kondisi coba lihat hari masih siang, punya suami omes ( otak mesum ) banget. " gerutu Naisya.


" Tidak apa apa omes sama istri sendiri asalkan jangan omes sama istri orang. " Ucap Adit.


Naisya lebih baik memejamkan matanya tidak menghiraukan ucapan suaminya.


Terimakasih ❤️.


Author mohon Like, dan komen.

__ADS_1


__ADS_2