
Akibat ulah Queen yang tak bisa diam baju yang di kenakan nya sedikit memperlihat kan pemdangan dada putih mulus Queen yang terbilang cukup mampu membuat orang yang melihat nya menelan slavina nya, “Adskan, aku akan teriak dalam hitungan ke tiga jika kau tidak melepaskan aku”ancam Queen, sedangkan pikiran Adskan sudah tidak jernih lagi, “Sial, aku tidak bisa menahan nya lagi” batin Adskan.
Dengan cepat Adskan membungkam bibir manis Queen dengan ciuman nya, Queen hanya bisa memukul dada Adskan sekuat tenaga, Adksan yang bertubuh sedikit kekar tidak bisa terkalah kan dengan kekuatan Queen yang tidak seberapa, sesekali Adskan melepas kan tautan ciuman nya dengan memberi ruang Queen untuk bernafas dan di saat itu Queen berusaha untuk teriak, namun Adskan sudah tidak mengindah kan lagi teriakan Queen.
Ciuman Adskan terasa semakin mendalam, tangan Adskan sudah menelusuri seluruh tubuh Queen, Adskan kali ini mendominasi karena pengaruh obat yang di tuangkan ke dalam minuman nya sangat kuat, Adskan sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan dia lakukan, Queen menangis karena takut dengan sikap Adksan yang membuat nya akan kehilangan hal berharga dalam hidup nya sebagai seorang wanita.
Tangan kiri Adskan dengan kuat menutup mulut Queen yang ingin berteriak sedangkan Adskan sudah mulai menjelajahi leher jenjang Queen, tangan yang lain nya berusaha membuka pakaian yang di kenakan nya. Dengan lihai Adskan berhasil melakukan nya, membuat mereka tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh nya, suara tangis Queen semakin melemah karena tidak mampu melawan Adskan, bagaikan malam yang panjang membekas di pikiran Queen sebagai wanita yang baru menginjak usia remaja, kehormatan nya yang di jaga dengan baik di ambil paksa oleh lelaki yang tidak di cintai nya, walau sudah berstatus sebagai suami.
Adskan melakukan pelepasan kesekian kali, Adskan membuat oenyatuan mereka dengan rintihan dan tangisan Queen sepanjang malam, karena sakit yang di rasakan nya. Waktu menunjukan pukul 04.00 subuh, Queen bangun dan berusaha menahan sakit di area sensitif nya, melihat Adskan tertidur pulas, tangisan Queen kembali mengalir deras “Kamu jahat” isak Queen, dengan kembali ke kediaman yang di siapkan untuk nya.
Mentari kembali menyinari ruang Adskan, jam menunjukan pukul 08.00 pagi, Adskan yang bangun dengan mengucek – ngucek mata nya setengah sadar meringis dengan kepala nya yang masih sakit, “Shhh kenapa kepalaku sakit sekali” ucap Adskan dengan sesekali meregangkan tangan dan memutar mutar kepala nya untuk kembali menyegar kan diri.
“Tidur ku nyenyak sekali rasa nya badanku sakit tapi aku rasa sangat menakjub kan, mmmm apakah karena mimpi liar ku semalam?” ucap Adskan.
“Tapi kenapa aku mimpi tidur dengan gadis ingusan itu, hmmm aneh “ decak Adskan
Kemudian Adskan berdiri ingin membersihkan tubuh nya tiba – tiba Adskan keluar dari selimut membuat nya sontak kaget tidak percaya dengan tubuh polos nya.
“Oh ****, ada apa ini, apakah aku sudah gila ?”teriak Adksan
“Untuk pertama kali nya aku bermimpi dengan melepas kan sendiri pakaianku,”ucap Adskan kembali duduk di king bad nya, tiba – tiba sesuatu terasa di bagian selimut yang di duduki nya, Adskan meraba dan melihat ada sebuah anting, Adskan kembali mengingat anting itu milik Queen yang di kenakan malam saat party.
__ADS_1
“Jangan – jangan.....” ucap Adskan dengan menarik selimut milik nya ke lantai dan melihat di kingbad Adskan ada noda darah yang tidak bisa Adskan jelas kan.
“Queen !! Oh My God, aku tidak mimpi, Queen, iyaa benar itu Queen, Adskan kau sudah gila” ucap Adskan dengan berlari meraih handphone milik nya dengan menelfon nomor Queen dan kembali bersiap mengenakan setelan casual dan berlari menuju rumah yang di sediakan untuk Queen yang hanya berjaarak 200 meter dari tempat Adskan.
Adskan berlari dan mengetuk pintu rumah Queen namun tidak ada yang menyahut, Adskan kembali memencet handphone nya dan melihat panggilan tak terjawab dari ibu Sarah yang sudah berjumlah puluhan di layar handphone Adskan, dengan panik Adskan menekan nomor telfon tersebut “Tenang Adskan, tenang...”.
“Halo Nenek” ucap Adskan
“Halo Adskan, kamu di mana nak ?” balas ibu Sarah
“Adskan di rumah Queen Nek” ucap Adskan
“Dirumah Queen, ? dia sudah kembali sejak tadi, apa yang kau lakukan di rumah kosong itu? Cepat ke rumah Nenek sarapan” balas Ibu Sarah
“Iya, maka nya Nenek menelfon mu agar kamu mengantar nya ke bandara bersama Rama dan Aishe” jelas ibu Sarah
“Maaf Nek, aku ketiduran” balas Adskan
“Baiklah, Nenek tahu” ucap ibu Sarah
“Nek, bukan kah mereka akan kembali tiga hari lagi, kenapa mendadak?” tanya Adskan
__ADS_1
“Rama punya pekerjaan penting yang harus di selesaikan, maka nya mereka kembali dengan terburu –buru, kenapa, apakah kamu sudah merindukan istri mu ?” tanya ibu Sarah dengan terkekeh
“T-tidak Nek,” Balas Adskan sedikit gugup
“Sabar lah, tiga tahun lagi, tunggu usia matang Queen baru kalian bisa tinggal bersama, cepat kerumah Nenek, Nenek sudah siapkan sarapan untuk mu” ucap ibu Sarah dengan kembali terkekeh
“I-I-iya nek” balas Adskan dengan gugup.
Setelah mematikan telfon, Adskan mengusap kasar wajah nya, ada rasa bersalah di dalam hati Adskan, emngingat Queen, mengingat apa yang di lakukan nya saat Queen dengan tangis nya, mengingat saat Queen meronta, mengingat Queen yang masih sangat muda “Adskan kau pedofil, bagaimana bisa kau meniduri bocah ingusan itu, Adskan kau benar – benar gila” ocehan Adskan.
Seperskian detik Adskan berpikir dengan duduk di teras rumah Queen,
“Apakah aku sudah memperkosa nya?”
“Tidak, tidak, dia istriku”
“Tapi aku memaksa nya, aaaaaa Sial” teriak Adskan
Adskan memberanikan diri kembali menelfon nomor Queen namun tidak aktif, Akhir nya Adskan mengirim sebuah pesan singkat “Sorry” dan meghembus kan nafas nya berat.
Saat perjalanan pulang, Queen nampak sangat pucat, menahan sakit yang dia rasakan di sekujur tubuh nya, tanda merah yang membekas di tubuh nya di tutupi dengan lapisan cream make up yang di miliki nya, tiada kecurigaan bagi Rama dan Aishe, mereka hanya menganggap putri nya itu kelelahan karena aktifitas yang padat selama di Turki harus bertemu dengan beberapa tamu dan perkenalan yang sangat panjang.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah, semua orang sibuk dengan aktifitas masing – masing, sedangkan Queen masih sibuk dengan lamunan nya “Apa yang harus ku lakukan, saat ini aku tak suci lagi, aku tidak bisa bertemu dengan Bian lagi, malang nya nasib ku” ucap Queen dengan isak tangis nya, “Brengsek kamu Adskan” .