Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 18


__ADS_3

“Oh hai, Imran Razak” ucap Imran dengan canggung mengulurkan tangan nya


“Rama Armagan” balas Rama dengan mengeratkan cengkaraman tangannya


“Armagan ? sepertinya tidak asing” ucap Imran


“Iya, para pengusaha tidak asing dengan namaku” balas Rama


“Oh anda Rama Armagan wakil Direktur Salim Company ?” tanya Imran dengan berusaha mengingat


“Yes, i am” balas Rama


“Oh iya bang, ini teman ku, Ema dan Cika, Baim” ucap Aishe


Imran menyalami mereka pun satu persatu, tak lama kemudian, Imran permisi untuk melanjutkan aktfitas mereka karena Imran tahu Rama Armagan bukan sembarang orang yang bisa di singgung, Rama bisa saja membalas Imran melalui proyek investasi diperusahaan nya, Rama yang melihat Imran canggung dan permisi menyunggingkan senyum nya kembali, Rama kemudian meraih handphone nya dalam saku, mengirim sebuah pesan teks ke Sinta untuk mempersulit perusahaan Razak group di Malaysia, “Berani sekali kau menyentuh tangan istriku dan menatap nya tanpa berkedip” batin Rama.


“Aishe, kamu kenal dimana abang Imran itu ?” tanya Ema


“Dia itu yang nolongin aku waktu traveling ke KL, paspor ku hilang jadi dia yang urus dan jadinya kita kenal dan akrab” balas Aishe


“Ohh gitu,,,cakep yaa, bisa dong di comblangin “ ucap Ema


“Bang Imran ?....” balas Aishe


Sebelum Aishe mengatakan “Iya” Rama sudah lebih dulu menyuapi Aishe dengan makanan yang sudah pelayan sajikan, “Kenapa sih ?” tanya Aishe

__ADS_1


“Katanya sayang lapar?” balas Rama dengan senyum di paksa.


Di tempat lain, Ibu Sarah dan Tuan Salim kembali berdiskusi tentang anak mereka yang banyak berubah setelah menikah, Rama lebih banyak tersenyum dan banyak waktu dengan mereka, tidak seperti dulu Rama sulit untuk di temui dan Rama banyak menghabiskan waktu dengan teman – teman nya.


Setelah makan, Rama kembali merangkul Aishe dan memegang tangan Aishe, membuat suasana menjadi canggung yang membuat Ema, Cika dan Baim berpamitan untuk pulang, setelah kepergian mereka Rama tiba – tiba melepaskan rangkulannya dan meminta kunci mobil “Aku yang nyetir, kalau kamu nyetir kaya kura – kura sampai rumahnya besok” ucap Rama datar. Aishe hanya bingung dengan sikap Rama yang berubah - ubah “Tu orang kerasukan jin kembali yaa, tadi saja rangkul – rangkul, pegang tangan, sekarang kembali ke mode dingin lagi.


...****************...


( Setelah berpikir dan menimbang, kaya bikin laporan aja yaa hihihi by thhor ) Rama akhirnya memutus kan untuk bersama Aishe dan memutuskan hubungan dengan Tasya, Rama meminta Tasya untuk bertemu di tempat biasa, “Hai sayang, gimana kabarnya kamu sudah jarang memberiku kabar? “ ucap Tasya dengan mencium pipi kanan Rama


“I am ok” balas Rama singkat


Tasya hanya berbicara tentang pekerjaan, shoping dan segala keluhan Tasya tentang pekerjaan dengan kecepatan 170 km / perdetik, Rama yang tidak tahan mendengar nya meninggalkan Tasya dan lupa tujuan utama menagajak Tasya bertemu yaitu untuk memutuskan hubungan dengan Tasya, akhirnya Rama mengirim sebuah pesan ke Tasya dan memutuskan untuk pulang menemui Aishe, sesampainya dirumah Rama melihat Aishe sedang bernyanyi dengan ceria di atas sofa dengan menggunakan Earphone, tangan kanan dengan sendok adonan kue di jadikan mic nya, Rama tertawa dan ingin mengusili Aishe, Rama mendekat dengan pelan dengan menggelitik Aishe, Aishe yang kaget spontan memukul Rama dengan sendok adonan kue di tangannya,“Aawwww !!” pekik Rama.


“Ss-s-suamiku, sayang, kamu kenapa, nggak papa ? sorry, sorry sorry please, aku tidak sengaja tadi aku kaget, sorry sorry” ucap Aishe yang kaget dan takut melihat Rama kesakitan


“Aku menginginkannya,” ucap Rama yang di landa ***** dengan melepas dasi miliknya


“Tapi sayang, jangan sekrang, aku sedang memasak di dapur” balas Aishe panik


“Aku mau sekarang” ucap Rama dengan menidih Aishe


“Sayang, sayang dengar, dengar, lihat aku, kalau samapai masakanku hangus, dapur berasap, kebakaran dan meledak gimana” ucap Aishe dengan panik dan menahan serangan ciuman Rama yang sudah semakin tak tertahan di leher Aishe


“Aishe please, tidak lama” ucap Rama memelas

__ADS_1


“No no no," Aishe segera bangun dan dan kabur dari kukuhan tangan Rama dengan berlari ke dapur.


Rama melihat Aishe kabur tidak menyerah, Rama mengikuti Aishe ke dapur,


“Aduh bagaimana ini, aku tidak siap, aku lelah seharian” ucap Aishe panik. Rama tiba tiba muncul dengan mengikat tangan Aishe dan menggendong Aishe ke atas pundak nya dan membawa Aishe ke lantai atas kamar mereka, Aishe hanya memelas “Pleasee Ram, aku cape”, tapi Rama sudah di landa ***** yang membuat Aishe susah untuk lepas dari jerat Rama.


Rama sudah mulai menjadi sosok yang lain, sudah menjadi candu baginya pulang kerja tepat di jam makan siang dan membuat Aishe kelelahan seharian karena ulahnya yang tidak pernah puas dengan tubuh Aishe, baginya tubuh Aishe memiliki magnet yang tidak di miliki wanita lain “Apakah ini surga dari pernikahan itu?” batin Rama yang sedang duduk di kantor menanti jam makan siang seperti biasa untuk pulang kerumah bertemu dengan istrinya.


...****************...


“Sayang, i am coming “ Ucap Rama saat Aishe membukakan pintu rumah, Aishe kaget dengan Rama yang sudah melepas dasi dan kemejanya, Sedangkan Rama mengerutkan alis nya melihat Aishe yang menggunakan baju jubah . “Sayang mau makan ?” tanya Aishe dengan manis


"Atau sayang mau istrahat dulu?"


Rama sudah menarik Aishe kedalam pelukannya dan berbisik, “Aku ingin memakanmu” balas Rama


Rama kembali menggendong Aishe ala bride style “Sayang lepas, cepat lepas, ada...” ucapan Aishe terpotong dengan muncul nya sosok ibu Sarah “Rama ???”, ucap ibu Sarah terkejut melihat Rama.


“Ma-amaa ????”ucap Rama yang juga terkejut melihat ibunya berdiri dengan memegang semangkuk masakan


Rama yang terkejut menurun kan Aishe dan berlari ke kamar nya untuk memakai baju, “Sial malu sekali di liat sama Mama,” batin Rama. Ibu Sarah melihat anak dan menantunya tertawa dengan keras, untuk pertama kalinya ibu Sarah melihat kekonyolan Rama dan tingkah Rama saat malu, “Aishe sayang terimah kasih, Mama sangat bahagia dengan kalian “ ucap ibu Sarah dengan meletakkan masakan di atas meja.


Rama sudah ikut bergabung dengan pakaian casual berjalan mendekati Aishe “Kenapa kamu tidak memberitahu aku Mama datang” bisik Rama, “Makanya kalau pulang jangan kaya harimau, nah bgini kan, belum bicara kamu sudah ingin memakan ku” balas Aishe dengan sinis, “Wanita ini sudah berani melawanku, awas kau” batin rama kembali.


jangan lupa like

__ADS_1


koment


dan tambahkan ke favorit kalian ❤❤


__ADS_2