Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 146


__ADS_3

Salam hangat ❤️.


" Terserah kamu aja sih Cla aku hanya beri kamu saran yang bagus Lo, tapi kalau kamu tidak mau tidak apa apa sih yang ngurus anak kamu kan kamu yang repot juga kamu bukan aku, " ucap Davika santai.


" Dan kami akan bersenang-senang menikmati honeymoon kami di luar negeri. " Ucap Davika lagi tersenyum.


Naisya yang melihat Clara terus berdiri di hadapan pengantin ia menaruh curiga ia pun langsung menghampiri Clara.


" Ayo Cla duduk di situ bersama kami. " ucap Naisya, Clara pun mengikuti Naisya.


Clara duduk sambil mendekap erat tubuh anaknya, betapa sakit nya melihat mantan suaminya yang masih ia cintai bersanding dengan wanita pilihannya yang begitu bahagia dan lagi pula mendengar ucapan istri baru nya David yang begitu santai tapi terdengar menyakitkan hati bagi Clara.


Bagaimana tidak sakit anak harta yang satu satunya ia miliki dan harapan ia kedepannya malah di beri saran menaruh di panti asuhan, saran macam apa itu yang di berikan Davika sungguh tidak masuk akal baginya seorang ibu yang begitu menyayangi darah dagingnya sendiri mana mungkin tega.


Sayang, mama tidak akan menaruh kamu di panti asuhan mama begitu menyayangi kamu nak kamu akan selalu di samping mama sayang malaikat kecil ku. batin Clara.

__ADS_1


" Clara, " panggil Naisya yang kedua kalinya.


" Eh iya ada apa, " sahut Clara membuyarkan lamunannya.


" Jangan ngelamun ya Cla, atau sebaiknya kita pulang saja sekaligus menginap di rumah kami. " ucap Naisya ia paham dengan situasi saat ini.


" Mas kita pulang aja, sekalian ajak Clara pulang kerumah kita. " ucap Naisya.


" Terimakasih banyak, " ucap Clara tersenyum.


30 menit kemudian.


" Clara, maaf ya sebelumnya aku nanya apa alasan kamu datang ke pernikahan mantan suami kamu bukanya kamu bilang beberapa hari yang lalu tidak ingin datang ke pernikahan David?. " tanya Naisya.


" Iya Sya sebenarnya waktu itu aku juga tidak ingin datang ke pernikahannya tapi hari ini aku berubah pikiran, aku ingin mempertemukan anak ku dan ayahnya untuk terakhir kalinya. biar bagaimana pun ia tetap ayah dari anak ku darah nya yang mengalir di tubuh anak ku, walaupun bagiku itu terasa menyakitkan melihat secara langsung, tapi aku berusaha tegar di hadapan semua orang aku mencoba menahan tangisku selama di sana. "

__ADS_1


" kenapa mereka begitu tega menyakiti ku dan bahagia di atas penderitaan ku, aku salah apa? sehingga mereka begitu tega melakukannya, " jelas Clara tangisannya pecah.


" Yang paling menyakitkan hati anakku di suruh di taruh di panti asuhan, dan aku tidak mungkin melakukan hal itu. " ucap Clara terus mengeluarkan buliran bening di matanya.


Naisya yang mendengar begitu geram.


" Aku tidak menyangka memberikan saran yang se enteng itu, Lagi pula Davika tidak merasa bersalah atas merebut mantan suami kamu Cla, tenang aku dan mas Adit akan membalas perbuatan mereka. " ucap Naisya menahan Amarahnya.


" Sebaiknya jangan Sya. " tolak Clara.


" Kenapa? kami ingin membantu kamu membalas kan rasa sakit apa yang kamu rasakan. ini demi kebaikan kamu juga dan anak mu Cla jangan sungkan-sungkan Cla kami menganggap kamu keluarga jadi jangan di tolak. " ucap Naisya Sambil mengusap bahu Clara.


" Terimakasih banyak, kamu sudah membantuku. " ucap nya lirih.


" Kapan hidupku bahagia, yang memiliki keluarga kecil yang begitu di inginkan banyak orang, tapi kapan terjadi kepadaku. " ucap Clara mengeluarkan unek-unek nya.

__ADS_1


Naisya mendengar pengakuan dari Clara hatinya begitu terenyuh mengingat Clara yang menginginkan hidupnya bahagia.


Cla kamu akan bahagia pada saat waktunya yang tepat. batin Naisya.


__ADS_2