
Selamat membaca ๐.
" Ehemmmmmm.... berarti yang di sini tidak di anggap lagi. " Sindir Alfan.
" Lihat mas, ada yang cemburu. " sindir Naisya balik.
" Siapa juga yang cemburu tidak lah biasa saja. " ucap Alfan.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
sesampainya di tempat syuting nya Dira, rekan kerja Dira aktor tampan yang terkenal itu menghampiri Dira yang baru saja datang.
" Halo Dira, kenapa baru saja datang. " Sapa Aktor tampan Yaitu adalah Arnold.
" Tadi ada macet di jalan makannya memakan waktu. " ucap Dira.
" Dira itu siapa?. " Tanya Arnold.
" Owh ini kak Luna, silakan kenalan dulu. " ucap Dira.
Luna dan Arnold pun berkenalan.
" Bukanya Lo hanya punya kakak laki laki?. " tanya Arnold.
" Iya, tapi sekarang kak Luna ini adalah kakak gue juga, iya kan kak Luna. " ucap Dira Luna pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Dira ikut gue sebentar. " ucap Arnol sambil menarik tangan Dira.
" Kenapa sih bisa tidak jangan Tarik tarik tangan gue, kak Luna tunggu sebentar ya. " ucap Dira.
" Lo mau bicara apa sih, sampai bawa gue kesini. " gerutu Dira.
" Eh Lo cari kakak cantik juga, Lo mau nggak bantuin gue PDKT sama Luna. " Ucap Arnold.
" Lo suka sama kakak gue?. " Tanya Dira.
" Kalau iya Kenapa, kalo nggak suka ngapain juga gue mau PDKT sama Luna. Lo mau gak bantuin gue. " ucap Arnold sambil melipat kedua tangannya.
Emang ada ya cowok baru lihat kakak gue masa langsung suka, kan kedengaran aneh gitu baru beberapa menit juga. gumam Dira.
" Gue nggak mau bantuin Lo, kalau mau usaha dong. " Ucap Dira lalu meninggalkan Arnold yang memaku penuh harap.
" Dasar bocah tengil, nggak mau bantuin gue. " Teriak Arnol.
" Bodo amat, gue nggak peduli. " Balas Teriak Dira.
Dira akhirnya memulai Syuting, sedangkan Luna menunggu Dira selesai syuting yang tidak memakan waktu lama.
Luna melihat lihat ternyata iya melihat wanita yang sok pemberani yang mau mengancam dirinya siapa lagi kalau bukan Helen. Luna tampak santai saja tidak ada guratan ketakutan melihat Helen memang ia tidak mempunyai kesalahan.
" Akhirnya gue ketemu juga sama Lo di sini. " Ucap Helen dengan wajah angkuhnya.
__ADS_1
Luna tidak menanggapi nya, ia lebih memilih memainkan handphone dari pada meladeni wanita angkuh di hadapannya ini.
Helen yang merasa tidak di sahuti ia merasa kesal.
" heh gue itu ngomong sama Lo, berani beraninya Lo mengacuhkan gue. " Sarkas Helen.
" Owh Lo ngomong sama gue, kirain Lo ngomong sama tembok. " ucap Luna.
" Lo ya lama lama ngeselin pengen gue gesek muka Lo ke aspal. " ucap Helen marah.
" Cih.. sebelum Lo gesek muka gue, muka Lo duluan yang gue gesek. " ucap Luna lalu berdiri.
" Lo yang jangan sok sok an, gua nggak takut. " Ucap Luna sambil menuding wajah Helen dengan telunjuknya.
Helen mengangkat tangan nya ingin menampar wajah Luna, dengan sigap Luna menahan tangan Helen.
" Tangan Lo itu nggak pantas menyentuh wajah gue. " ucap Luna menghempaskan tangan Helen dengan kasar.
Dira yang sudah selesai ia melihat dari kejauhan Kakak nya bertengkar dengan mantan pacar Alfan.
" Ada apa ini. " tanya Dira.
" Ini Dira, wanita ini mencoba coba ingin menyakiti aku. " Ucap Helen berakting seolah ketakutan.
Terimakasih ๐
__ADS_1