Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 123


__ADS_3

Selamat membaca ๐Ÿ˜—.


Benda pipih yang berbentuk persegi mengeluarkan suara dan benar saja alram menunjukkan pukul 05.00 pagi.


Ia pun beranjak dari sofa panjang dan berjalan ke arah ranjang Suaminya dan menatap wajah suaminya begitu lekat.


setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi mencuci wajahnya dan kembali lagi duduk di samping ranjang suaminya.


" Selamat pagi suamiku sayang, " ucap nya sambil menggenggam tangan Adit dengan wajah pernuh harap.


Seketika wajahnya kembali cemberut.


" Apakah aku yang terlalu berharap mas, aku kira mas hari ini bakalan menyapa aku duluan tapi nyatanya tidak seperti yang aku harapkan, "

__ADS_1


Naisya mendekat kan bibirnya ke bibir suaminya ingin memberikan morning kiss dan menciumi bibir itu dengan lembut, Naisya terbelalak ciuman yang di berikan nya mendapat balasan dari Adit sungguh ia merasa terkejut matanya membulat dengan sempurna.


Naisya pun mencoba melepaskan ciumannya tapi tangan Adit menahan tekuknya ingin memperdalam ciumannya.


Tak berselang lama Adit pun melepaskan ciumannya.


" Selamat pagi juga istriku sayang, " ucap Adit tersenyum.


Adit yang tersenyum memandang Istrinya yang terbengong seolah olah tidak percaya, perlahan Naisya mengusap lembut wajah suaminya, menatap Adit yang begitu lekat tidak terasa cairan bening keluar dari pelupuk matanya.


Adit meletakkan jari telunjuk nya ke bibir istrinya.


Adit perlahan mendekat kan bibir nya lagi dan memberikan gigitan kecil di bibir bawah milik istrinya, sontak Naisya terkejut ternyata bukan mimpi atau halusinasinya ini benar benar nyata, Tangisan Naisya langsung pecah Adit langsung memeluk erat tubuh istrinya berserta menghujani ciuman di wajah istrinya ia begitu merasa rindu sudah tidak mencium istrinya.

__ADS_1


" Sayang, mas mohon jangan menangis sudah terlalu banyak air mata yang keluar dari pelupuk mata mu sayang, mas tidak ingin melihat air matamu berjatuhan. " Adit memeluk semakin erat begitu juga Naisya.


" Terimakasih sayang, atas doa doa mu yang menyertai mas, I love you my wife. " ucap Adit lagi tersenyum.


Naisya ingin mengucapkan banyak kata kata tapi mulutnya serasa tidak ingin berkata kata karena kebahagian dan haru menjadi satu, hanya Suara tangisan Naisya yang semakin keras.


Adit melonggarkan pelukannya dan menatap lekat wajah istrinya yang air mata membasahi pipi mulus milik Naisya.


" Sayang, berapa lama mas tidak sadar?. " Tanya Adit sambil mengusap air mata Naisya dengan ibu jarinya.


" sepuluh hari mas, hidupku serasa tidak berarti lagi ada yang kurang di hidupku mas yang biasanya merwarnai hidupku, mas tidak sadar selama sepuluh hari bagiku seperti lima belas tahun aku tidak sanggup mas, " jawab Naisya.


" Di saat pihak rumah sakit memberitahu bahwa mas mengalami kecelakaan perasaan ku sangat hancur mas seolah olah tidak ada harapan lagi, di saat aku tidur biasanya mas yang selalu ada di samping ku tapi kemarin kemarin mas tidak ada di sampingku aku kesepian mas. " ucap Naisya lagi.

__ADS_1


Terimakasih ๐Ÿ˜—.


__ADS_2