
Aishe yang sedang berkutat dengan peralatan dapur nya yang sedang memasak makanan kesukaan Rama, sedangkan di trmpat lain Rama yang telah menyelesaikan lunch nya dikantor sedang berpikir, apakah dia masih mencintai Tasya atau saat ini sedang jatuh hati kepada Aishe, “Apakah aku harus pulang atau ke tempat Tasya, nggak mungkin aku menyukai gadis cengeng itu, bagaimana dengan Papa dan Mama kalau aku mencampakkan nya pasti mereka akan sedih“ batin Rama yang tanpa sadar mencoba mencari alasan untuk selalu berada di dekat Aishe, akhirnya Rama memutuskan untuk pulang ke Rumah.
Sesampai dirumah seperti biasa, Aishe memulai misi nya untuk mengikuti saran Amira, selalu menggenakan pakaian seksi saat dirumah, dia memutuskan kali ini untuk mengenakan dress yang memerkan pundaknya yang putih mulus, dress yang dikenakan Aishe pilih berwarna merah dengan pose model untuk membuat jantung Rama berdegup kencang, Rama yang tiba tengah melihat Aishe berpose layaknya model majalah dewasa, begitu cantik dan seksi, ,bagai tersengat listrik, Rama hanya diam tanpa berkedip, tas yang di tenteng Rama tiba – tiba terjatuh dan membuat Rama sadar “Sial, wanita ini sudah berhasil menguasaiku, aku harus bertahan” batin Rama.
Rama mempercepat langkahnya untuk ke ruang ganti dan bergegas untuk mengganti baju dengan casual , ingin ke tempat Tio, sedangkan Aishe tersenyum penuh kemenangan melihat tingkah Rama yang terkenal dingin akhir nya terlihat kikuk di depan Aishe, dan selanjutnya Aishe akan menjalankan misi yang ke dua, menata meja makan dengan semua makanan kesukaan Rama.
Rama yang sedang menghindari melihat Aishe berjalan dengan langkah cepat menuju pintu, tapi kembali Rama mencium aroma masakan kesukaannya, layaknya sedang terhipnotis Rama menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menuju ruang makan dan duduk menyantap semua makanan yang di telah di siapkan oleh Aishe.
Kenyang membuat Rama mengurungkan niat nya untuk dinner bersama Tasya “Hmm, hidup dengan dua wanita sepertinya bagus, lunch dengan pacar, dinner dengan istri” batin Rama dengan mengulum senyum tipis nya.
Tasya frustasi dengan Rama membatalkan janji dengan nya, tasya Menelfon salah satu lelaki yang juga mengincarnya untuk dinner, “Brengsek kamu Ram, aku harus bertindak sebelum kamu jatuh cinta ke si cupu itu”, gerutu Tasya.
...****************...
Hari – hari sibuk Rama sudah dimulai dengan menandatangani kerja sama dengan perushaan Prancis, “Mulai hari ini nggak usah sibuk menyiapkan makanan untukku, aku akan banyak menghabiskan waktu di kantor dan bisa saja nginap di kantor, ada kerja sama proyek baru dengan perusahaan Prancis” ucap Rama ke Aishe
“Ok sayang” balas Aishe dengan manis
Sehari berlalu, Rama telah menghabiskan waktunya di kantor, walau sesekali Rama memikirkan Aishe, tapi karena kesibukan Rama tidak ada waktu luang untuk menghubunginya, sedangkan Aishe sibuk dengan menata rumah dan ikut ke kelas gym.
“Tuan, malam ini meeting kita di alihkan ke sebuah restauran” ucap Sinta
“Its okey,” balas Rama datar
__ADS_1
“Tapi tuan malam ini semua klien membawa istri mereka, bagaimana dengan tuan, apakah saya harus menghubungi Nyonya ?” tanya Sinta
Rama berpikir sejenak, “Apakah aku harus membawa Aishe atau Tasya, Tasya sudah jelas tidak akan membautku malu, Aishe aku belum tahu dia sepertinya hanya fasih bahasa Inggris dan Italia, Prancis, No”. batin Rama
“Bagaimana tuan ?” tanya Sinta kembali
Tiba – tiba ponsel Rama menerima sebuah pesan dari Papa nya bahwa harus mengajak Aishe untuk jamuan makan malam bersama para klien.
“Well, hubungi Nyonya untuk segera bersiap – siap, aku akan segera menjemput nya” ucap Rama
Beberapa menit kemudian, Sinta kembali memasuki ruangan Rama untuk memberi laporan bahwa Aishe tidakmengangkat telfon darinya, Rama mendengar laporan Sinta sangat kesal, Rama juga mencoba menelfon Aishe tapi juga tidak di respon “Di mana perempaun cengeng ini, kenapa dia tidak mengangkat telfonku, apakah dia shoping lagi ?, dasar matre” batin Rama dengan kesal nya.
Sedangkan di tempat lain Aishe yang sedang asyik gym mencari – cari letak handphone nya tapii tidak ketemu,”Ya Allah, di mana handphone ku, apakah aku melupakan nya dirumah ?“ batin Aishe dan segera bergegas untuk pulang.
Sesampai dirumah, Aishe kaget dengan jumlah panggilan yang tampil di layar handphone nya “50 panggilan tak terjwab”, telfon dari Rama dan nomor yang tak di ketahui Aishe, beberpa detik kemudian handphone Aishe kembali berdering,
“Waalaikumsalam nyonya, saya Sinta sekretaris tuan Rama, hanya ingin memberitahukan untuk nyonya bersiap – siap hadir bersama tuan acara dinner bersama klien di restauran, nanti tuan rama sendiri yang akan menjemput nyonya” jawab Sinta
“Oh iya, baik, terimah kasih Sinta” ucap Aishe dengan menghembuskan nafas nya.
Pembicaraan berakhir, Sinta kembali melapor ke Rama dan memberitahukan jika Aishe sudah menerima informasi makan malam tersebut sedangkan Rama yang kesal karena khawatir yang tidak Rama sadari kembali menelfon Aishe.
“Aduh mati aku, Rama menelfon, halo assalamualaikum suamiku” ucap Aishe dengan nada yang ramah dan ceria
“Dasar wanita ini, tanpa rasa bersalah dan bahagia membuat orang lain kerepotan” batin Rama.
__ADS_1
“What the hell, where have you been ?? hah ?! “ ucap Rama nada kasar
“Sorry sayang, tadi aku di tempat gym lupa membawa handphone” balas Aishe
“Kamu sudh tahu kalau.....” ucapan Rama yang terpotong
“Iyaaa, iya, aku sudah tahu, malam ini kita akan dinner bersama klien, oke aku bersiap – siap dulu” balas Aishe
Rama lansung mematikan telfonnya membuat aishe kesal "Ihhh dasar, nggak salam lansung matiin hmmm arogan" ucap Aishe.
Aishe mempersiapkan gaun dan dandan yang cantik sebelum Rama datang untuk menjemput nya, Aishe berkutat dengan peralatan make up nya yang tipis namun masih terlihat memukau, malam menjelang, Rama sudah menunggu Aishe di dalam mobil, ketika Asihe keluar dari pintu, Rama terkesima dengan kecantikan Aishe dengan balutan hijab dan gaun yang termasuk modis untuk Aishe, “Ternyata kalau Aishe lebih modis, dia sangat cantik, ahh Rama apa yang kau pikir kan, dia belum tentu bisa berbaur dengan para klien, dia Cuma anak ingusan” batin Rama.
Aishe masuk kedalam mobil dengan sangat anggun dan senyumnya yang sangat manis, “Kenapa senyum – senyum ?” tanya Rama
“Sayang, aku cantik nggak ?” tanya Aishe dengan centilnya
“Biasa saja” jawab Rama datar
Jawaban Rama membuat aishe manyun tidak jelas, membuat Rama tersenyum dengan tipis nya menyadari bahwa istrinya sangat imut saat sedang manyun.
Di luar dugaan Rama saat tiba di restauran dia memperkenalkan Aishe sebagai istrinya dan Aishe sangat cepat berbaur dengan para klien dari Prancis tersebut dan membuat Rama kagum ternyata Aishe juga dengan fasih menggunakan bahasa Prancis.
RAMA ARMAGAN
__ADS_1
AISHE SANTOSO