
Selamat membaca 😗.
1 Minggu kemudian.
Satu Minggu yang lalu Adit sudah pulih dari akibat kecelakaan dan hari ini mulai beraktivitas seperti biasanya lagi.
Di perusahaan.
di Saat Adit dan Alex memasuki perusahaan karyawan dan karyawati serentak menyambut kedatangan sang Presdir Pratama Group yang hampir 1 bulan tidak datang ke perusahaan.
Diana yang tengah fokus ke arah komputer nya, dengan sekilas melihat Adit dan Alex melewati meja perkejaan nya, Diana pun kembali menatap memastikan bahwa penglihatan nya tidak salah lihat dan benar saja Presdir yang ia tunggu tunggu selama beberapa minggu ini.
" perjuanganku akan di mulai dari sekarang, presdir yang banyak duit kamu akan menjadi milikku aku akan menyingkirkan anak dan istrimu itu. " Gumam Diana sambil tersenyum sinis.
Adit yang di ruangan nya sendirian dan menatap fokus ke arah laptop, melakukan pekerjaannya kembali selama beberapa minggu ini ia tidak mengurus perusahaan tetapi Alex yang mengurus nya.
Beberapa menit kemudian.
Pintu ruangan di ketuk.
__ADS_1
" Masuk. " ucap Adit singkat pandangannya tidak beralih dari layar laptop.
Diana masuk sambil membawakan nampan yang berisi cemilan dan secangkir kopi, ia pun meletakkan nya di meja kerja Adit.
" Ini pak saya membawakan secangkir kopi beserta cemilannya. " ucap Diana Sambil tersenyum.
" Siapa yang menyuruhmu, Aku tidak memintanya. " ucap Adit datar.
" Saya hanya berinisiatif, saya tidak ingin di bilang sekertaris yang tidak peka sama Presdir nya, apalagi kurang pengertian. " balas Diana.
" Kamu tidak perlu peka atau pengertian sama saya, karena pengertian dan ke peka an yang saya butuhkan hanya dari istri saya bukan dari kamu. " ucap Adit tegas.
" Hallo suami sayang, " ucap Naisya berjalan sambil bergelayut manja.
" Kok kamu nggak bilang bilang mau kesini, " tanya Adit.
" Apakah harus bilang mas, nggak kan lagian ini perusahaan kamu juga mas. " balas Naisya Sambil mencubit hidung mancung suaminya.
" Iya sayang, nggak apa apa kok sayang terserah kamu saja mau setiap hari kesini justru mas makin semangat kerja nya, " ucap Adit sambil merangkul pinggang Naisya.
__ADS_1
Adit menepuk pahanya menyuruh istrinya duduk di pangkuan suaminya, Dengan cepat Naisya duduk di paha Suaminya dan mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
Diana kesal melihat pemandangan yang ada di depannya ingin sekali dia memisahkan perempuan yang ada di depannya yang sedang bergelayut manja di pangkuan suaminya yang di maksud Nyonya Presdir, tapi yang salah kan Diana menginginkan suami orang.
Naisya sengaja datang ke perusahaan karena masih ada parasit di perusahaan Walaupun ia tahu suaminya bakalan tidak akan tergoda, tapi ia ingin memberikan pelajaran kepada Diana.
" Suamiku, malam ini aku beri jatah buat kamu. " ucap Naisya dengan nada lembut dan matanya sambil mendelik ke arah Diana.
" Berapa ronde sayang?. " Tanya Adit tersenyum nakal.
" Tidak semudah itu kalian melakukannya bakalan gue ganggu, " gumam Diana kesal.
" Sampai kamu puas Suamiku, kamu kan tahu kalau di urusan ranjang tidak ada yang bisa ngalahin aku apalagi wanita lain. " ucap Naisya memandang sinis ke arah Diana.
" Sekarang juga boleh aku layani kok, eh tapi ada yang tahan berdiri mematung di situ nggak cape apa berdiri terus, " sindir Naisya.
Adit tidak menghiraukan iya sengaja mempertontonkan ke mesraan nya ke Diana ingin memanasi.supaya Diana tidak berbuat lebih jauh lagi.
Ia hanya diam mematung rasa kesal campur aduk sekaligus marah.
__ADS_1