
Selamat Membaca 😗.
beberapa jam kemudian.
Luna mengerjapkan matanya, menetralkan cahaya yang ada di sekitar nya ia menoleh ke arah samping melihat Ada Kenzo yang duduk di sofa dan mama Clara yang tersandar di kursi samping ranjang.
" Mama.... " Ucap nya lirih.
" Luna sayang, kamu sudah sadar syukurlah. " ucap Mama Clara.
" Luna akhirnya kamu sadar. " ucap Kenzo yang beranjak dari tempat duduknya menghampiri Luna.
" Sayang, makan dulu ya ini tadi mama beliin makanan untuk kamu. " ucap Mama mengambilkan wadah di atas nakas yang berisi bubur.
" Nanti saja Luna makan ma, Luna tidak lapar. " ucap Luna.
" Ayolah sayang, supaya kamu cepat pulih kamu makan supaya kembali nya nutrisi kamu. " Ucap mama lagi.
" Luna benar kata mama kamu, lebih baik makan. " ucap Kenzo.
Luna tidak menghiraukan ucapan Kenzo.
" Aku tidak ingin makan, lebih baik taro saja di situ. " ucap Luna lagi lalu memejamkan matanya lagi.
__ADS_1
Mama Clara menaruh lagi bubur di atas nakas.
" Kenzo kita bicara ikut aku. " ucap Mama lalu keluar dari ruangan diikuti Kenzo.
" Kenzo, mama Cla mohon lebih baik kamu sementara waktu jangan temui Luna dulu, ini demi kebaikan Luna. " Pinta mama.
" Maaf kan mama Cla tadi merepotkan kamu, kira mama adanya kamu Luna bisa lebih baik tapi malah sebaliknya maafkan mama. " ucap Mama Cla.
" Baiklah mama Cla ini demi kebaikan Luna, tapi kalau aku pulang siapa yang menemani kalian. " balas Kenzo.
" Terimakasih ya nak, maaf sekali lagi mama menyuruh kamu pulang,. Lagian mama sudah panggil temannya Luna untuk menemani mama di sini jadi kamu tidak usah khawatir. " ucap mama.
" Hai Tante Clara. " Sapa Stella yang baru datang.
" Nah ini temannya Luna, Perkenalkan ini Stella nak Kenzo. " ucap Mama Clara.
1 jam kemudian.
semenjak kedatangan Stella, Wajah Luna kembali menunjukkan senyumannya kedua sudut bibirnya tergambar jelas, Mama Clara yang melihat Luna bisa tersenyum lagi merasa bahagia.
" Eh Luna, Gue kangen sama Lo. " Celetuk Stella.
" huhuhu Stell gue kangen juga Ama Lo. " ucap Luna.
__ADS_1
" Luna makan dulu ya, biar gue suapin nih. " Ucap Stella.
" nggak usah gue bisa makan sendiri. " ucap Luna.
" Jangan membantah Luna sayang, biar gue yang nyuapin jangan ngeyel. " Titah Stella.
Kedua wanita itu sibuk dengan candaannya, Tetapi mama Clara malah tersandar di sofa yang sudah terlelap.
" Stell, bisa gak anterin mama gue pulang kesihan mama gue kecapean tuh. " Pinta Luna.
" Terus Lo gimana? Emang Tante mau gue ajak pulang?. " Ucap Stella.
" Gue juga nggak tega sih bangunin mama gue yang kelihatan capek banget, tapi masa tidur di sofa lebih baik gue yang tidur di sofa biar mama gue yang tidur di ranjang. " Ucap Luna.
Luna mencoba turun dari ranjangnya, tetapi kepalanya masih sakit ia pun mencoba berjalan menghampiri mama nya.
" Ma, Ayo pindah ke ranjang. " Ucap Luna.
" Sayang, Maaf mama ketiduran. " ucap Mama sambil mengucek matanya.
" Mama tidure ya, tuh mama capek banget ayo tidur di ranjang biar Luna yang tidur di sini. " ucap Luna.
" Jangan, Biar mama yang di sini ayo berbaring lagi kamu supaya besok kamu bisa pulang. " ucap Mama.
__ADS_1
" tapi ma. " ucap Luna.
" Mama tidak apa apa tidur di sini, " ucap Mama lagi.