Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 154


__ADS_3

Salam hangat ❀️.


Ada sepasang empat mata melihat mereka yang saling terkejut, Naisya tersenyum kecil.


Sedangkan Adit memberikan tatapan tajam seolah olah ia tidak tahu apa apa.


" Maaf kan saya Tuan Nyonya saya tadi berteriak karena saya terkejut. " ucap Rani lirih menundukkan kepalanya.


" Apa yang terjadi?. " Tanya Adit pura pura tidak tahu.


" Sa... saya tertidur dan menyandarkan kepala saya di bahu tuan Alex, di saat saya bangun membuat saya terkejut atas kecerobohan saya yang tidak sopan. " Jawab Rani.


" Itu kenapa tangan masih menghinggap pada bukan tempatnya. " ucap Adit yang melihat tangan Alex masih memegang tangan Rani.


dengan Cepat Alex melepaskan pegangan tangan nya.


" Saya tidak sengaja memegang tangan nya, " Elak Alex.


🐣🐣🐣


selesai menempuh perjalanan yang memakan waktu selama 7 jam 20 menit akhirnya tiba di negera yang di berikan julukan negeri terbit nya matahari.


Rani yang melihat suasana di Jepang sungguh membuat nya takjub, selama hidupnya yang tidak pernah terpikirkan berkunjung kesini, jangankan keluar negeri keluar kota saja ia sangat jarang.


" Terimakasih Tuan, Nyonya sudah mengajak saya ke negera ini. " ucap Rani dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


Naisya mengangguk kan kepalanya sambil mengulas senyuman.


" Lex, Kita ke hotel Sekarang. " Ucap Adit.


Sesampainya di hotel Adit memesan tiga kamar hotel untuk Rani yang berbeda kamar harus sendiri sendiri begitu juga Alex.


" Lex, jangan coba coba mengintip Rani mentang mentang dia sendiri jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. " Ejek Adit tersenyum kecil.


" Kalaupun saya macam macam, saya akan tanggung jawab langsung saya ajak Nikah gampang kan. " ucap Alex yang tidak mau kalah.


" Tidaklah, saya bukan orang seperti itu. " Ucap Alex lagi.


" Baguslah, istirahat lah. " Ucap Adit menepuk bahu Alex.


Drrttttt......


Panggilan Video Call dari ibunya Rani, dengan cepat Rani mengangkat telpon dari sang ibu.


" Nak, apa kamu baik baik saja di sana?. " Tanya Ibu Rani yang sedikit khawatir


" Alhamdulillah aku baik baik saja Bu, ibu jangan khawatir ya Bu, ibu di sana bagaimana ?. " Tanya Rani balik.


" Alhamdulillah ibu di sini juga baik nak, rasa sakit ibu lebih mendingan dari yang kemarin." Jawab Ibu.


" Ibu tutup dulu ya nak, lebih baik Kamu istirahat. " ucap ibu.

__ADS_1


End call.


Rani menghempaskan tubuhnya di kasur tidak berselang lama ia pun tertidur.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di pagi hari Naisya mengetuk pintu kamar yang di tempati Rani sambil membwa paper bag, tidak berselang lama Rani membuka pintu kamar Naisya langsung masuk lalu meletakkan beberapa paper bag di atas kasur.


" Itu untuk kamu Ran, bukalah. " ucap Naisya duduk seraya duduk di sofa.


Rani enggan membuka isi paper bag yang di berikan Naisya.


" Bukalah jangan sungkan-sungkan. " ucap Naisya lagi.


Rani membuka isi paper bag, yang berisi baju make up beserta high heels.


" Kenapa anda memberikan ke saya?. " Tanya Rani.


" Pakailah semua itu aku membelinya bersama mas Adit tadi malam, untuk acara pernikahan teman suamiku siap siap lah aku hendak bersiap siap juga." ucap Naisya.


" Tapi saya tidak bisa ber make up. " ucap Rani lirih.


" Tenang Ran, ada aku akan mengajari kamu make up. selesai kamu siap ketuk saja kamar ku di sana kita ber make up nya. " ucap Naisya beranjak dari tempat duduknya.


" Baiklah, Terimakasih banyak Nyonya. " ucap Rani.

__ADS_1


__ADS_2