Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 217 (S2)


__ADS_3

Salam hangat ❤️.


" Ini Dira, wanita ini mencoba coba ingin menyakiti aku. " Ucap Helen berakting seolah ketakutan.


" Sudahlah Kak Helen nggak usah berakting, ini bukan waktunya akting. " Tukas Dira.


" Wanita ini mencoba coba ingin menyakiti ku, apa kamu tidak melihat Dira. " ucap Helen ia ingin meminta pembelaan dari Dira.


" Jangan mencoba membalikan fakta ya, aku lihat sendiri kok kelakuan kamu yang ingin menampar wajah kakak ku ini. " Ucap Dira.


" Kakak? maksud kamu apa Dira, wanita ini siapanya kamu?. " tanya Helen sangat penasaran.


" Ia dia ini kakak aku, sekaligus akan jadi calon istrinya kak Alfan benarkan begitu kak Luna. " ucap Dira tersenyum sumringah.


" Dira... " belum sempat Luna melanjutkan ucapannya namun sudah di potong Dira.


" Apa sih kak jangan di tutupi lagi, memang benarkan kalian akan menikah dengan kak Alfan. " ucap Dira ingin manasi Helen.


" Ini tidak mungkin!. " Sahut Helen wajah nya memerah menahan cemburu.


" Halah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Aku setuju malahan kak Alfan dapat wanita secantik kak Luna, aku senang Kak Alfan mengakhiri sama kamu Helen. " ucap Dira.


" Heh pasti gara gara Lo ya yang sudah mencuci otak nya Dira hah!. " Ucap Helen marah ke Luna.


" Gue sama sekali nggak pernah mencuci otak Dira tentang Lo ya, dia berubah sikap itu gara gara Lo sendiri jangan main salahkan gue. " ucap Luna.

__ADS_1


" Helen Helen, kamu kira aku selama ini suka sama kamu hahahah nggak lah, aku selama ini sikap baik ke kamu itu karena aku menghargai kalau kamu pacar Kak Alfan, tapi sekarang sudah tidak lagi jadi sudah tahu kan sikap aku kek gimana sekarang. " ucap Dira tersenyum sinis.


" Ayolah kak lebih baik kita pergi dari sini. " ucap Dira.


" Kamu jalan saja dulu, aku mau bicara sebentar lagi sama wanita ini. " ucap Luna.


" Baiklah aku tunggu di mobil. " ucap Dira keluar dari ruangan.


" Sebaiknya jangan bertindak lebih jauh lagi semuanya akan sia sia, " ucap Luna lalu meninggalkan Helen sendirian.


" Tunggu saja akibatnya nanti, gue akan membuatnya akan bersimpuh di kaki gue. " gumam Helen.


Luna langsung masuk ke dalam mobil duduk di depan, dan ia terkejut yang duduk di sampingnya bukanlah Dira tetapi Laki laki yang menyebalkan yang tidak lain adalah Alfan yang duduk bersandar sambil memakai kacamata hitam nya.


" Dira ku suruh pulang." Sahut Alfan santai.


" Dia itu perempuan, bisa bisanya menyuruhnya pulang sendirian. " ujar Luna.


" Dia tidak sendirian, dia di antarkan oleh sopir ku. " ucap Alfan lagi.


" Alasan kamu apa jadi kamu yang berada di sini. " ucap Luna.


" Aku ingin mengajak kamu jalan jalan. " ucap Alfan.


" Nggak mau lebih baik aku pulang. " ucap Luna ingin membuka pintu mobil namun tidak bisa sudah di kunci Alfan.

__ADS_1


" Cepat buka. " ucap Luna.


" Apa yang di buka, bukan saatnya kita memulai nya. " Goda Alfan genit.


" Jangan Ambigu, cepat buka pintunya. " ucap Luna kesal.


Namun tidak di hiraukan Alfan ia menancapkan pedal gas nya, Luna hanya diam menahan kesal nya ia yang tidak ingin jalan jalan namun laki laki di sampingnya ini memaksanya kemana ia pergi sungguh menjengkelkan baginya.


Luna.



Alfan.



Anindira.



Helen



Terimakasih 🍃.

__ADS_1


__ADS_2