
Mendengar ucapan Rama, jantung Tasya berdegup kencang karena semua rencana nya sudah di ketahui oleh Rama, “ Ram, maaf kan aku, please, baiklah aku bersujud ke kaki Aishe, maaf kan aku, aku janji akan pergi jauh dari negara ini, ku mohon jangan hancurkan hidupku Ram, jangan hancurkan karir ku, aku mengorban kan segala nya untuk sampai ke tiitk ini, ku mohon maaf kan aku Rama” Tasya yang memohon dengan wajah nya yang pucat.
Rama meninggalkan Tasya yang sedang memohon, sedangkan Tasya segera berlarri meninggalkan tempat tersebut, tidak hanya tempat bahkan Tasya sudah bersiap untuk meninggalkan negara ini karena dia tahu Rama memiliki sisi gelap yang hanya sebagian orang yang tahu, bisa saja menghancurkan musuhnya tanpa ampun.
“Ma, Aishe di mana ?” bisik Rama yang kembali ke aula
“Mama tidak tahu Ram” balas ibu Sarah
Rama mendengar Mama nya spontan kaget, Rama berlari dan mencari di setiap sudut ruangan tersebut, tak lama kemudian Akhirnya Rama menemukan Aishe di ruang rias pengantin dengan posisi sedang tertunduk,“Sayang, maaf kan aku, tadi Tasya sudah membuatmu sedih” ucap Rama lembut degan terus mendekati Aishe.
Aishe yang tidak menjawab ucapan Rama tiba – tiba tubuhnya sempoyongan dan Rama melihatnya dengan gesit mennahan tubuh Aishe, “Aishe, Aishe saadarlah, Aishe sayang pleasee..” ucap Rama dengan panik
Rama menggendong Aishe berlari dan membawa nya ke rumah sakit milik salim Group,“Dokter, dokter, cepat...”teriak Rama memasuki rumah sakit, Para petugas dan perawat juga panik karena untuk pertama kali nya pewaris pemilik perusahaan sedang berlarian dengan menggendong seorang wanita tak lain adalah nyonya mereka, dokter – dokter elit di rumah sakit tersebut turun tangan lansung untuk menangani Aishe, Rama yang di landa panik menelfon kedua orang tuanya dan juga menelfon ayah bunda Aishe.
Semuanya sudah berkumpul menunggu hasil pemeriksaan Dokter, Rama saat itu panik mememiliki banyak rasa penyesalan di dalam hatinya “Ya Tuhan aku bersalah, seharusnya aku tidak acuh tentang Aishe, seharusnya aku menjelaskan tentang Tasya, seharusnya aku menajaganya dengan baik, dia begitu baik kepadaku dan apa yang aku lakukan”.
Tuan santoso memegang pundak Rama, “Tenang lah nak, Aishe akan baik – baik saja”
__ADS_1
“Ayah, maafkan Rama, Rama tidak menjaga Aishe dengan baik” ucap Rama
“Ayah yakin kau sudah memberikan yang terbaik untuk Aishe” balas tuan Santoso
Akhirnya, semua dokter telah memeriksa Aishe secara keseluruhan,“Bagaimana dok, apakah ada masalah dengan Aishe ? Aishe sakit apa ? apakah serius ?” ucap Rama yang panik
Dokter tersenyum dan menyalami Rama dan semua orang di tempat itu,“Selamat tuan Rama, selamat semuanya” ucap dokter
“Selamat ?” maksdu dokter ?” tanya Rama dengan bingung
“Selamat, anda sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah” balad Dokter
Seakan sesuatu menyentuh dada Rama, jantung Rama berdetak lebih kencang, tepatnya Rama sangat bahagia, hingga dia hanya melongo tidak percaya, rasanya lebih indah dari pada jatuh cinta. Air mata Rama untuk pertama kalinya terjatuh tanpa sadar, Rama mengusap pipinya dan melihat tidak percaya "Air mata ? aku tidak percaya bisa mersakannya”, ucap Rama.
Rama berlari ke ruangan untuk melihat Aishe, begitu dengan yang lain, tuan Salim dan tuan Santoso salng berpelukan, ibu Sarah dan ibu Tias pun menangis haru bahagia, tidak lama lagi akan ada tangisan bayi di istana mereka, untuk ibu Sarah sangat merindukan seorang langkah kaki kecil di istana megahnya, karena kehamilan Aishe merupakan cucu pertama bagi mereka.
Rama melihat Aishe yang lemah tengah berbaring, mencium kening Aishe “Terimah kasih sayang, aku mencintaimu” ucap Rama lembut, sedangkan Aishe tidak menjawab dan memalingkan wajahnya, Rama bingung dengan sikap Aishe, dokter kembali menjelaskan “Kandungan nyonya masih sangat muda, masih sebesar touge, jadi harus di jaga baik – baik, usia kandungannya sudah memasuki usia 3 bulan, selamat sekali lagi” ucap Dokter
__ADS_1
“Terimah kasih dokter, “ balas tuan Salim yang menyalami doter
Semua nya tengah sibuk berbincang – bincang, Rama berpindah tempat ke arah wajah Aishe memandang, namun Aishe kembali memalingkan wajahnya, Aishe pun tidak pernah berbicara sepatah kata dengan Rama, akhirnya ibu Sarah yang melihat anaknya itu, menengahi mereka “Ram keluar dulu, mama mau bicara berdua dengan Aishe” ucap ibu Sarah
“Baik Ma” balas Rama
Ibu Sarah mendekati Aishe dan bertanya, “Sayang ada apa, ayo bicara sama Mama” tanya ibu Sarah lembut
Aishe hanya terdiam dan melihat di sekitarnya, ibu Sarah yang menyadari itu “Tenanglah sayang, di sini kita hanya berdua, bunda dan ayahmu sedang berdiskusi dengan Papa diluar” ucap ibu Sarah
“Ma, apakah dulu Papa juga pernah memiliki wanita lain selain Mama?” tanya Aishe
Ibu Sarah mendengar itu seakan paham maksud Aishe dan tersenyum “Tidak sayang, tapi dulu kami hampir bercerai karena seorang wanita yang terus – terus mendekati Papa, untung Mama kuat, akhirnya sampai saat ini kami bersama, bahkan Papa itu tidak bisa jauh dari Mama” jelas ibu Sarah
“Tapi ?a, Rama.....” ucal Aishe
“Aishe sayang, Rama memang dulu bisa di katakan dia brengsek, tapi semua ini salah Mama dan Papa yang tidak mendidik nya dengan begitu baik, kami sibuk urus bisnis dan perusahaan membuat Rama memiliki watak seperti itu, Aishe percayalah, Rama itu lembut kau hanya perlu menyentuh hatinya untuk memiliki dia seutuhnya, dia sangat penurut untuk orang yang di sayanginya, Mama sangat kenal Rama dengan arogannya saat ini dia sudah jatuh cinta denganmu Aishe, kau tahu Aishe, selama ini tanpa kau cerita Mama tahu semua masalahmu sayang, hanya saja mama tidak ingin ikut campur, tapi pesan mama, Rama itu bukan lelaki yang bisa menjelaskan apapun tapi dia selalu melakukan dengan tindakan, jika kau merasa Rama sudah berubah akhir – akhir ini, lembut denganmu itu berarti dia sudah menjelaskan dengan tindakan bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain, dan dia sangat menyayangimu Aishe.” Jelas ibu Sarah dengan mennggenggam tangan Aishe.
__ADS_1
Aishe mendengar penjelasan ibu Sarah meneteskan air mata, mengingat perlakuan Rama yang sudah memiliki sisi lembut yang selalu menuruti kemauan Aishe, “Ma, maaf kan Aishe, Aishe hanya egois hanya memikirkan perasaan Aishe tanpa tahu bahwa untuk Rama juga sangatlah sulit untuk berubah demi aku” ucap Aishe
“Sayang, Mama sangat bahagia, pertama karena Mama tidak salah pilih menantu, kedua karena bersamamu Rama sudah banyak waktu bersama kami dan Rama juga sudah mulai banyak bicara tidak hanya sekata dua kata, dan yang kali ini membuat Mama bahagia adalah, mama tidak akan lama lagi menjadi Oma” ucap ibu Sarah dengan mata yang berka – kaca dengan mencium kening Aishe.